DAILY PUISIKU

Memaknai Cinta

Cinta Ini bukan puisi Ini hanyalah torehan hati, sebaris sebaris Cinta, aku mendengarmu, aku melihatmu Ketika telapak tangan mungil itu terbuka dan menggenggam Ada sentuhan hangat Itulah cinta dari ibunda.. Cinta Nampak dari peluh keringat Kaki dan tangan yang semakin kasar Air muka penuh letih Itulah cinta Dari seorang ayah Hai, apakah aku paham cinta …

Continue Reading
PUISIKU

Puisi Tiga Belas Tahun Lalu

GEJOLAK KAWULA MUDA Gulita malam Hitam suram berawan Tak sebutir tampakkan intan Memancar deras tandas Sungguh malam yang pekat Sepekat jiwa tekad Melangkah erat penuh hasrat Selangkah jiwa putus asa Gejolak seorang muda Penuh dengan tali rasa Menyala-nyala sepanjang dada Penuh dengan mutiara kata Dibalik kesemua itu Nampak kuasa rayuan demi rayuan Nyatakan diri indah …

Continue Reading