BLOGGER PEREMPUAN

#Day23 Hal-hal yang aku sesali : Telat HEALING

Halooo para pengunjung blogku ^^

Apa kabar hari ini? semoga senantiasa hepi, damai, bahagia dan sukses yaaa

Hari ini masuk hari ke-23 aku nulis dalam rangka challenge Blogger Perempuan Network. It’s really joy!

Kali ini topiknya adalah tentang hal-hal yang disesali selama ini. Yup, setiap manusia ngga ada yang sempurna ya pasti, apalagi manusia akhir zaman seperti kita namun seenggaknya dengan penyesalan, atau dengan kesadaran melakukan kesalahan di masa silam mampu membuat kita lebih bijaksana, dewasa dan sukses.

Hal apa aja yang kusesali selama ini?

Pertama, adalah TELAT HEALING!

Whats? apakah itu..?

Sebelum kubahas tentang penyesalanku, aku mau jelasin dulu komponen yang ada didalam setiap insan. Yaitu ada Spirit (atau jiwa, atau ruh), Bathin, Energi dan Badan (fisik, tubuh). Kata coach Reza Gunawan…spirit kita ngga akan pernah sakit, kenapa? sebab ruh/spirit ini selalu terhubung dengan sang Pencipta kita. Nah, kalo selama ini ada perasaan ngga enak, sakit dan sejenisnya artinya 3 komponen lainnya yang bermasalah.

Bathin misal, ini kerapkali sakit sebab ia berhubungan dengan memori, pikiran-pikiran kita. Sedangkan energi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal yang masuk atau sesuatu yang ‘memakan’ bathin kita. Sedangkan badan/fisik ini adalah casing yang juga bisa sakit tatkala terkena virus dll.

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan agar sehat menyeluruh? jawabannya HEALING!

aku pribadi emang punya memori pait luar biasa sejak kecil, yang hampir dibunuh ortulah, gak dianggaplah, disepelekanlah, bahkan dibuang gak diakui juga hehe. Waktu masih kecil aku cenderung bergaul dengan yang ‘sefrekuensi’ yaa yang sepi, sedih, lara dll. alhasil aku menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Barulah aku berubah tatkala SD menjadi komandan di gerakan pramuka hingga dikader oleh pramuka dalam kondisi yang sulit namun harus kuat.

Salah satu penyakitku sejak kecil adalah ngga tahan cuaca dingin atau berendam didalam air dalam kurun waktu lama. Jika kupaksa yang ada diriku berubah warna menjadi biru abu-abu, bibir gemetar dan badan jadi lemah. Itulah kenapa setiap pelajaran renang di sekolah aku selalu menepi. Ngga mampu. Dan ini adalah mental block yang kemudian sembuh tatkala aku bergabung dengan pramuka.

Lantas, bagaimana dengan yang lain? kuncinya ada pada healing.

awal mula aku mengenal istilah ini saat kuliah. di akhir tahun saat aku sungguh stres menghadapi tugas akhir (padahal kalo udah dilewati jadinya lucu, masa sih hanya gitu doang bisa bikin spaneng) wkwk.

Dulu, ketika aku punya problem dengan seseorang biasanya aku menyalahkan orang tersebut. Karena aku dulu suka mikirin segala sesuatu maka mau gak mau tiap kali ada problem pasti aku pikir (yaa iyaaa lah hahaha). Tapi ini ngga baik juga sih, toh yang bikin ngga enak atiku tuh orang ngga merasa. wkwk.

Pernah suatu hari aku berfikir gini, “lebih baik menerima yang positif aja deh. negatif itu abaikan, cuekin”. Ternyata kayak gini juga ngga sehat, ngga baik buat badan serta pikiran. Kenapa? karena ibarat minum jus, didalamnya ada garamnya kok yaa ditambahin gula. Kalo kebanyakan gula juga jadi penyakit kan? kenapa ngga mentralisir aja, bikin jus yang segar alami. Korelasinya apa?

Kata coach Dewi, “kita hidup di zaman yang gabisa milih mau yang bergaul itu yang zen ataukah yang toxic. yang bisa kita pilih adalah bagaimana cara kita mampu menetralisir toxic agar kita mampu mencapai zen”

Wah bener ya! bayangkan aja.. kalo misal kita mengungkung diri hanya menerima yang manis sedangkan didalam diri masih ada karakter yang negatif banyak mana mungkin bisa netral. Lagipula yaa orang tuh ngga bakal mau lho disalahin apalagi dikatain ngga enak “misal gini, aku tuh eneg lho baca statusmu.” atau “aku tuh EnEG lho lihat tingkahmu” >> sejatiny yang eneg adalah diri kita sendiri. Itu kata coach Dewi. Contoh nyata juga dijelaskan oleh Pak Hermawan dalam buku ‘self talk’ bahwa seringkali kita berpikir buruk atau menjustifikasi yang datang atau kita baca ini buruk padahal yang buruk adalah dirinya sendiri. Pak Hermawan dulu suka marah kepada orang yang menyakitinya, padahal yang sakit adalah pikiran beliau sendiri. So? kudu healing wajib!

Pertama kali healing aku tahun 2012-2013 di psikolog (datang 3-4x ya lupa) disana diterapi untuk mencairkan, mendamaikan diri dengan masa laluku yang pait terhadap orangtua. Kemudian diajari menyusun langkah hidup, termasuk segera menikah selesai kuliah haha.

Kemudian saat berumah tangga, tahun 2016-2017 juga aku keliling lanjut belajar healing. Walaupun ngga mudah tapi sedikit demi sedikit terkikis, dan saat ini sudah lumayanlah progressnya hehe.

Healing? ngapain aja sih. Mungkin panjang ya next time aja kubahas teknisnya. Tapi langkah besarnya kutulis disini singkat.

Menurut coach Reza, langkah awal sebelum healing adalah SADAR! sadar bahwa ada masalah didalam diri. Soalnyaaaa kalo diri kita niat healing tapi karena disuruh orang, atau karena ngga enak ke orang biasanya gagal. Kenapa? ngga permanen itu jika ngga dari dalam diri.

Pengalamanku nih, orang yang masuk ke terapi, psikolog, healing atau meditasi dikira sebagai orang yang sakit jiwa. Padahal jiwa ngga akan pernah sakit karena ia tertaut dengan spiritual kita, tertaut pada Robb atau ALlah SWT. Ruh ini suci. So, kalo yang bermasalah dan sakit bisa dipastikan itu bukan jiwa melainkan bathin yaaa.

Jika kita udah sadar. bakal mudah untuk menerima. Banyak looo orang yang melakukan kesalahan namun ngga nyadar, malah nyalahin oranglain. Kenapa bisa gitu? karena begitu banyak beban atau karat sehingga menutupi rasa netralnya. Netral tuh apa siii? netral itu ngga terlalu manis, ngga juga kosong. ia sedang. ia merasakan emosi juga tapi ia mampu mendamaikannya.

Biasanya manusia selalu berputar pada 3 problem, yaitu cinta/relationship, karir/rezeki/kesuksesan dan kesehatan/kebugaran/kecantikan. Misal relationship hubungan dengan ortu. Mungkin ortu ngga nyadar kalo mereka salah, so jangankan minta maaf, sadarpun engga, tapi kenapa kita yang kesel menyimpan rasa negatif itu? so buang aja (dengan healing). Atau misal dibandingkan dengan orang, “eh mbak ini cantik.. kamu kok beda” dll. Bisa jadi bercanda tapi kenapa jadi pikiran? jadi perasaan yang disimpan? so, buang aja (dengan healing). atau terkait dengan uang misal “eh kamu tuh gila banget ya kok mahal gitu manggil kamu, sombong juga”. Banyak coach/pelatih yang aku temui mengatakan bahwa banyak sekali orang yang mengatakan dirinya gila, gak level dll. Namun apakah itu membuat diri para coach mundur? enggak kok, malah para pencemooh itu tetap stuck pada posisinya setiap tahun ngga berubah, menduplikasipun ngga sesukses para coach yang cerita itu ^^ masyaaAllah yaa

Lalu?
Iyaaa aku nyesel banget kenapa ngga kenal healing dari SD? wkwkwk. soalnya kalo dari kecil punya rasa percaya diri tinggi (optimis realistis) dipastikan hidup jauuuh lebih produktifff. Mungkin ini kuterima menjadi jalan hidupku agar aku bisa merasakan segala rasa bahagia yaaa πŸ˜€

aku baru bisa nulis buku #KonMariMengubahHidupku itupun sangat mendadak dan sangat cepat (3 pekan dadakan kayak tahu goreng hehe). terus bikin komunitas eeeh disuruh ganti, bersyukur juga karena jika ngga kayak gitu ngga bakal tau sifat orang, karakter dan aku juga jadi bisa intens healing kan…

Maka, penyesalan diatas kupastikan adalah penyesalan yang produktif ^^ dengan demikian tubuhku menjadi lebih ringan dan bathinku jauh lebih riang sekarang dan selamanya πŸ™‚

Kedua, aktif di Blog tapi baru bikin domain dot kom november 2018

Iyaaa ini kusadari pas aku buka blogger perempuan, huhu. Udah lamaa aku jadi member blogger perempuan ini. Bulan April kalo gak salah kujoin saat ada lomba urican (tapi aku gak menang) waktu itu masih domain gratisan. Padahal tulisanku udah banyaaak. So, gpp deh ini pengalaman ngoprek isi website, isi domain dan utak-atik coding πŸ˜€

Ketiga, Kenapa ngga intens belajar bahasa inggris sejak dulu?
Ini niih aku rada nyesel kenapa setiap penawaran UPT Bahasa pas di kampus dulu kuabaikan yaa padahal aku butuh banget berbahasa asing πŸ˜€
So, pas jadi emak emak kinilah aku ngebuut buat belajar ^^

Kalo teman-teman apa nih penyesalannya? sharing yaaaa

 

2 thoughts on “#Day23 Hal-hal yang aku sesali : Telat HEALING”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *