IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 1

Game Bunda Sayang #BunSay Level 1 #Day 11 : Komunikasi Keluargaku

Hari ke-11 !

Tepat di hari minggu, jadi nulisnya sore aja hehe.

Kemarin, abinya menjanjikan ke Syahid untuk bermain pasir di luar. Namun bukan di luar rumah sebagaimana mestinya melainkan bermain pasir yang berbayar, dimana? Ramayana. Dan sudah lama juga nggak main kesana. Abi sih rencananya mau beli timbangan digital 🙂 saya sendiri mau beli rubik, soalnya setiap kali Syahid baca buku WWP selalu nanyain rubik :”Mii rubik mii ahid mauu” >> dan ini semacam looping, berulang mbulet dan njelimet kayak kaset rusak wkwkwk. Soalnya saya pernah bilang ‘kapan-kapan aja yaa belinya’ dan itu nggak tau kapannya).

Bangun pagipun bisa ditebak ! 😀

Syahid nagih janjinya wkwkwk.

Syahid : Bi..main, miii main…

Abi : Mandi dulu atuh hid, oia hari ini syahid mau main pasir atau bola?

Syahid : pasir

Abi : bola atau pasir? (memastikan nih, wkwk)

Syahid : pasir

Abi : bener? mau main apa jadinya?

Syahid : pasir.

Well, keinginan anak memang kuat ya. Akhirnya kami bertiga meluncur ke Ramayana, sekitar jam 10an HAHAHAHA.

Jadi kebayang kan? Syahid tuh jadi sabar menunggu ortunya ini untuk main keluar dari pagi bangun tadi? 🙂

Tiba di Ramayana, Syahid mau mematuhi peraturan :

  1. meletakkan sandal pada rak
  2. menggunakan kaus kaki yang disediakan oleh pemilik pasir
  3. mengenakan gelang yang dipasang oleh pemilik pasir 🙂
Meletakkan sandalnya di rak dan memilih kaus kaki
Dipasangin gelang oleh bapak pemilik pasir 🙂

Saya dan abinya menunggu dari luar batas (karena hanya boleh masuk ke area anaknya sendiri hihi). Karena masih pagi, jadi lumayan sepi itu area bisa dikuasainya sendiri wkwk 🙂

Siap beraksii ^^

Syahid mencoba banyak item permainan, mulai dari truk besar, truk yang bisa dinaiki hingga permainan yang lain yang nggak nyambung sama pasir, mesin eskrim misal -_-

Namun Syahid lebih suka mengaduk pasir dan mengasah sensori tangannya : meremas pasir dan mengaduk.

Mengaduk pasir

Karena saya lapar, saya tinggal Syahid untuk makan di luar area permainan. Syahid ditungguin abinya, hingga akhirnya saya memutuskan untuk naik ke lantai 2 duluan (mau cuci mata nih ceritanya walaupun endingnya hanya mencoba beberapa stel pakaian tapi nggak dibeli wkwkwk).

Masih asyik main hingga ada anak lain datang mendaftar.

Sekitar pukul 12.30 Syahid dan abinya naik ke lantai dua, mereka turun lagi untuk sholat (saya nggak sholat). Pukul 13.00 bersiap pulang namun abi masih belum juga menemukan timbangan digital, saya juga nggak menemukan orang jualan rubik di Ramayana. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Giant Taman Yasmin.

Disana sengaja kami nggak melewati permainan bola agar anak nggak belok kesana, namun tetep aja dia melihat area time zone -_- akhirnya mampir hanya sekadar melihat saja, nggak bermain/beli koin. Sebab Giant weekend ini ramai penuh, Syahid nggak betah, kami pun naik ke lantai dua, belanja buah.

Di lantai dua, langsung tuh nemu yang jual rubik. Ihihihi Syahid seneng banget, sayapun ikut senang karena udah lama membicarakan rubik namun nggak terealisasi buat beli 🙂

Saya dan suami niat jalan biasa nggak bawa keranjang juga karena udah bawa tas, toh niat belanja dikit. Eh Syahid minta troly agar dia bisa naik. Well, okelah abi membawa troly (padahal nggak ada belanjaan yang besar, selain digunakan syahid duduk wkwkwk). Eh ternyataaa Syahidnya ngantuk dan dia beneran bobok didalam troly wkwkwk. Kami tetap jalan aja, memilih buah 🙂

Bobok di Troly 🙂

Selesai belanja, menuju kasir, total belanja lima puluh enam ribu rupiah, hehe. Melihat langit di luar sangat pekat, kami memutuskan untuk segera pulang namun suami lapar meminta untuk makan dulu di foodcourt. 

Sambil makan, sesekali nengok keluar jendela, ketar-ketir juga takut hujan, eh Syahidnya bangun meminta main bola. Kami berdua sepakat “Tidak, keburu hujan”

Alhamdulillah, Syahid kooperatif. Bahkan saat jalan menuju parkiran motor ada orang yang membuka bazaar jualan buku murah dan puzzle yang kami lewati, kami tawari opsi beli puzzle/memilih puzzle yang mana ke anak. Syahid mengeleng, walaupun udah melihat langsung : nggak mau. Okesip, artinya dia sudah tahu mana keinginan mana kebutuhan hehehe. Akhirnya kami bertiga langsung pulang. Area sekitar Giant sduah rintik tipis air jatuh dari langit, plus mendung tebal. Namun alhamdulillah sepanjang jalan Semplak hingga Jl.Raya Bogor tidak ada bekas air hujan, kering, cerah.

Sampai rumah dengan selamat, tidak kehujanan. Pas masukin motor dan berada didalam, hujan di luar mulai turun merintik dan akhirnya dueeraass di sertai petir menggelegar. Alhamdulillah kami bertiga sudah didalam rumah 🙂

Suami mengupas apel dan dibagikan ke piring, Syahid menghidangkannay untuk saya. Kemudian saya minta garpu agar diambilkannya, alhamdulillah diambil dengan benar dari dapur (biasanya saya minta garpu, ambilnya sendok/sedotan stainless -_-).

Berikut hasil evaluasi hari ini (day 11):

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *