IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 1

Game Bunda Sayang #BunSay Level 1 #Day 5 : Komunikasi Keluargaku

Hari ke-5 ^^

Selamat datang bulan April, hari ini tepat tanggal 1 April 2019.

Kali ini observasinya saya lakukan semalam sebelum anak tidur. Yaitu jam 21.00-23.00 WIB, sebab ada beberapa hal yang harus saya kerjakan di hari senin ini sehingga setor tulisan pagi ini supaya nggak kepikiran ๐Ÿ™‚

Hasil evaluasi lima hari, saya rasa masih banyak hal yang harus saya perbaiki, memang tidak mudah membangun komunikasi positif pada anak terutama ketika uminya nih dalam kondisi ‘lelah dan sibuk’. Itulah kenapa saya butuh ruangan ini untuk menuangkan uneg-uneg sekaligus sebagai setoran tugas, terapi pikiran melalui tulisanย dan sekaligus dokumentasi kegiatan anak.

Hal yang menjadi fokus pada observasi hari kelima adalah : menyampaikan keinginan. Termasuk apakah dia mau mengucapkan keinginan untuk pipis, ini masih sering dilupakan oleh si anak usia tiga tahun lebih ini.

Diawali dengan dialog singkat :

Umi : Hid, kalau kebelet pipis gimana bilangnya?

Syahid : Mi..pipis

Umi : Kalau pipis dimana?

Syahid : Kama andi (kamar mandi)

Umi : Kalau Syahid udah tahu kenapa pipis di lantai/celana?

Syahid : *diam saja

Kadang berhasil sih kalau dia lagi fokus, misalnya pas sore menjelang ke masjid biasanya cepat-cepat minta pipis dan mau melepas celana sendiri. Namun pagi dan malam masih sulit. Entahlah.

Namun ada hal positif lain yang patut saya apresiasi dari anak batita ini. Yaitu kebiasaannya menyampaikan keinginan dan membaca sebelum tidur.

Awal mula saya memasukkan agenda membacanya secara tidak sengaja- agar ada nilai yang masuk sebelum tidur. Namun ternyata lambat laun, Syahid sendiri yang meminta dan melaksanakannya tanpa perlu disuruh. MasyaaAllah Tabarakallah Nak.

Seperti semalam, dia gotong itu beberapa buku pilihannya atau favorit ke kamar. Cukup lucu karena bukunya besar dan lebar. Diambilnya untuk dibuka-buka, dia suka buku cerita. Adapun jika ingin membaca pengetahuan, dia ambil WWP dan walternya (udah mampu mengoperasikan sendiri). Sempat saya dokumentasikan (video youtube) kegiatan membacanya itu disini.

Oia, sejak sore ini Syahid ingin telpon mbah utinya di Jawa Timur. Entah dia belajar darimana, bisa menelpon uti walaupun membuatnya salting melalui hape saya yang tak sengaja tergeletak di meja. Ketika ibu saya nelpon balik, mengira saya yang suruh Syahid nelpon padahal itu dilakukan atas inisitaif sendiri ๐Ÿ™‚ selidik penuh selidik ternyata Syahid menekan tombol favorit dan memencetnya sebab nampak foto dari kontak di hp saya. Hahaha.

Kejadian itu terulang semalam, tidak hanya nelpon mbah utinya namun juga dia menelpon abinya yang sedang ngaji agenda liqo bapak-bapak. Kata abinya, “Mi, Syahid nelpon tadi ngobrol agak panjang. Abi kira itu dari umi”. Waduh, saya tepok jidat. Pasalnya Syahid melakukan itu ketika saya di kamar kecil, mules. Wkwkwk. Okelah cukup jadi pelajaran kalau naruh hape jangan sembarang -walaupun kondisi darurat, mules misal ๐Ÿ™‚ walaupun tak masalah dari segi pulsa (karena gratis nelpon-pakai pasca bayar) namun tetap harus dipantau, siapa tahu ntar mencet nomor lain. Dikira saya yang iseng bukan? wkwk

Sekitar pukul 22.00 ketika saya masih asyik menelpon ibu, Syahid lari tergopoh dari luar. Nampak ngobrol ke abinya.

Syahid : Bi,,abi naa is goyeeng (Abi, nasi goreng)

Abi : Syahid mau?

Syahid : mau Bi, maem naa-is goyeng

Perlu diketahui, Syahid kesulitan dalam melafalkan hurus ‘S’. Huruf hijaiyahpun dibalik dari ‘syin’ menjadi ‘issyyyh. Pun kata nasi, susu, jadinya na-is dan u-us wkwkwk

Setelah itu, nampak nasi goreng dimakan separuh. Kemudian dia membagikan separuhnya ke saya. Dihampirinya saya yang masih di kamar, beres nelpon ibu.

Syahid : Mi..maem mii (bawa piring berisi separuh nasih goreng)

Saya : iya, makasih ya

Syahid : ahid maem mi, aaaaak (mangap)

Hahahaa, lucu nih anak. Ternyata dia masih meminta nasinya yang sudah diberikan ke uminya ini, hanya sesuap saja sih karena awalnya kan udah banyak banget yang dia makan ๐Ÿ™‚

Syahid : “Mi..ahid mau minum”

Saya : “ambil sendiri ya, kan udah biasa”

Syahid : *mengambil minumnya sendiri. untuk hal-hal yang berkaitan dengan motorik yang sudah bisa dia kerjakan, sebisa mungkin memang dibiasakan untuk mengambil sendiri dan tidak dilayani. sebab itu sudah dilampaui oleh anak, kecuali hal-hal yang memang memerlukan bantuan yang belum bisa dikerjakannya.

Setelah selesai makan, minum dan pipis. Syahid meminta kakinya dipijit seperti biasa, “Mi…ahid pijit kaki.”

kebiasaannya meminta dielus, pijit walaupun nggak rutin pokoknya selalu disampaikan kalau saya disampingnya. Karena Syahid boboknya di kamar sendiri, saya ngantuk berat dan dianya masih belum merem juga, saya nyerah. Meminta abinya yang gantian jaga di kamar Syahid. Walaupun setelah itu abi kembali ke kamar utama setelah Syahid tidur.

[UPDATE AGENDA PAGI-SORE]

Pagi hari, setelah bangun, mandi dan sarapan, Syahid meminta ambil smart hafiznya dan rekues untuk dicarikanย three little kittenย ๐Ÿ™‚

Agak siang dia meminta baca buku dan bisa mengutarakan keinginan pipisnya sehingga tidak lagi ngompol sebagaimana siang kemarin.

Biasanya gaya populer saya dalam berkomunikasi pada anak lebih banyak mengajukan kalimat perintah. Itu ingin saya ubah perlahan, walaupun progressnya lambat namun saya merasakan diskusi produktif pada anak mulai terjalin.

Sore ini setelah meminta menu ‘ayam kecap’ untuk kedua kalinya, Syahid mau menghabiskan sendiri dan berbagi ‘tulang ayam’ ke kucing yang suka main ke rumah. Biasanya memang sudah biasa disisihkan seperti itu sebab di rumah memang memilah sisa konsumsi hewani dengan organik nabati. Alasannya memang komposter di rumah menghindari sisa konsumsi hewan, biar nggak belatungan. Maka, setiap selesai makan duri ikan atau tulang ayam/sapi selalu dipisah sendiri. Anak melihat itu dan meniru. Pun kemarin saat memakan jeruk, kulitnya otomatis dia kumpulkan sambil bilang, “Mi buat sabun” (buat bikin eco-cleaner) hehe

Nah sore ini lebih mengharukan ini anak. Speechless gitu, melihat setengah mangkuk yang berisi ayam suirnya diberikan ke kucing yang lain. Katanya “Mi, ahid kunyang” (Syahid kenyang ๐Ÿ™‚ maka ayam suirnya yang udah dingin dibagikan ke kucing. Alhamdulillah suka berbagi ya Nak ๐Ÿ™‚

Begitulah hasil observasi untuk hari kelima ini. Semoga menjadi pembelajaran untuk lebih baik di hari esok. Amiin.

See you later ๐Ÿ™‚

Note :Berikut laporan yang sudah diceklis (DAY -5) ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *