IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 3

Game Bunda Sayang #BunSay Level 3 #Day 16 : Meningkatkan Kecerdasan Anak

Bismillah.. Day 16.

Alhamdulillah kemampuan emosi Syahid semakin bagus, sikapnya semakin baik, memahami dan sudah mampu ‘protes’, kritis, meminta, menangis dengan menggunakan kalimat seperti ‘Syahid takut.. Syahid sedih..’ dsb. Menurut saya ini kemajuan yang baik sebab mengingat anak lelaki biasanya kesulitan mengungkapkan perasaannya dibandingkan dengan anak perempuan.

Khusus hari ini tidak begitu banyak cerita karena full agenda saya ada di luar sekaligus tetap memantau rumah yang didalamnya ada abi yang sakit.

Abinya Syahid sudah 3 hari ini mengeluh tidak bisa tidur, lemas dan nyeri. Fase demam, panasnya sudah turun, tinggal mual dan imunitasnya saja yang belum pulih. Hal ini membuat Syahid tidak bisa berinteraksi optimal dengan abinya sebagaimana mestinya bahkan tidurpun harus saya pisah agar tidak mengganggu abi istirahat. Padahal biasanya Syahid paling senang sebelum tidurnya minta dipijitin abi.

Pagi hingga siang saya ajak Syahid keluar rumah, saya mampir tukang jahit untuk memotong gamis saya yang kepanjangan kemudian menuju ke baso titoti -yang baru- area sekitar RS Citra Insani bersama rombongan ibu-ibu kelompok ngaji saya.

Syahid paling senang jika diajak naik mobil, selain karena sejuk (ada AC ya mi- ini disebabkan di rumah kami tidak ada AC wkwkwk), dia juga bisa bergerak bebas dibandingkan jika diajak naik motor. Khusus hari ini kami rombongan naik mobil Bu titi dari komplek Pura, saya harus ajak Syahid ke depan komplek dulu untuk menunggu mobil datang. Lumayan lama menunggu, karena janjian jam 9.30 dan saya sudah ada disana sebelum itu dan mobil baru muncul sekitar pukul 10. Hal ini membuat Syahid belajar untuk melihat uminya tepat waktu sekaligus dalam satu waktu saya ajak untuk sabar menunggu.

Tiba di lokasi, kami memilih yang lesehan. Karena di lantai 1 full, maka kami naik dan memilih meja lesehan di lantai 2. Syahid melihat ada TV disana, lagi-lagi karena di rumah kami enggak ada TV maka diapun dengan takjub memandangi TV yang menggantung diatas.

Selesai makan, Syahid pipis. Basah semua bajunya sehingga harus ganti kaus, celana dan pakaian. Saya agak kesal dan sungguh menyesal karena berbasah-basahan karenanya. Namun segera saya minta maaf ke Syahid jika umi kesal padanya tadi, bukan maksud ngomel marah tapi ya ini edukasi berrrkali-kali biar dia paham kalau di tempat umum berbeda kondisinya dengan di rumah.

Walaupun Syahid agak ngambek namun saya tegaskan lagi kalau hal tersebut memang harus dia terima, engak bisa semua-semua harus dibebaskan begitu saja. Apalagi di tempat umum.

Setelah saya ganti seluruh pakaiannya, Syahid mulai memeluk saya. Syahid minta pulang, “Mi..ayo pulang.. ayo pulang, ahid ngantuk..”

Tak butuh waktu lama, Syahidpun bobo di pangkuan saya karena acara belum selesai tentu saya pangku dia agak lama. Harapan saya dia bisa tidur sejenak saja, enggak perlu lama karena nanti pulangnya juga bakal repot saya bawa beberapa bingkisan.

Alhamdulillah sekitar pukul 12.30 acara selesai dan Syahidpun bangun. Saya suruh dia bawa kantong yang berisi bajunya yang basah, saya sendiri bawa pesenan abi : baso super. Belum lagi nanti pulangnya saya harus ambil paket ke kantor abi dan juga ke tukang jahit dekat rumah.

Beres acara tak lupa poto-poto, yang motretin anak-anak dari bu Lala, teman kami 🙂

Kemudian saya ke kasir-sebagian ditraktir bu Susi masyaaAllah. saya hanya bayar pesanan yang saya bawa pulang saja- dan saya pesan grab mobil. Grab mobil untuk bertiga (mbak Ratih+1bayi+1balita, saya+1batita & bu Lala+ 4putrinya). Saya pakai tipe drop poin untuk beberapa lokasi, pertama ke komplek saya&mbak Ratih, baru lanjut ke komplek bu Lala yang memang paling terakhir rutenya.

Di tengah perjalanan saya minta minggir dulu ketika sampai di kantor smart ekselensia, saya ambil paket dan laptop abi-sesuai pesannya. Kemudian tiba di komplek, saya berhenti di gerbang depan karena harus jalan kaki untuk ke tukang jahit, grab terus jalan ke rumah mbak ratih dan lanjut ke kompleknya bu Lala.

Di tukang jahit, Syahid bantu saya bawa barang-barang. Syahid bawa kantong berisi pakaiannya yang basa sekaligus paket isi botol infus water. Saya sendiri bawa makanan yang dibungkus, kantong dari kang Jahit dan juga paket, laptop dan slingbag saya. Intinya kami berdua jalan kaki menuju rumah dengan mode rempongisasi. hihi.

Alhamdulillah untuk hari ini, terimakasih ya Syahid anakku yang sholih.. Malam ini Syahid bobo sangat awal, seperti kemarin, sehabis isya’ dia bobo.. lelap..

Bobo sendiri di kamar sendiri

Berikut tabel hari ke-16 🙂

Day 16, 28 Juni 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *