IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 3

Game Bunda Sayang #BunSay Level 3 #Day 2 : Meningkatkan Kecerdasan Anak

Hari ke-2

hari ini sebenarnya belum kepikiran saya mau pilih agenda anak yang mana, suka otomatis mendadak, wkwk. Alhamdulillah pagi tadi abi ikut bantu buat outdoor play, hingga abi berangkat kerja. Setelah itu Syahid lebih banyak beraktifitas dengan memilih pretend play nya, seharian Syahid memerankan berbagai macam karakter beserta kehebohannya. 😅

Karena jadwal tidurnya sudah mulai diatur normal, semalam Syahid bobo di jam normal, bada isya’. Sayapun demikian karena sama-sama merasakan kantuk yang teramat berat. 😅

Pagi sebelum adzan subuh, Syahid bangun dan mandi. Kemudian ikut abi ke masjid sholat subuh, kemudian morning routine. Abi olahraga yoga, Syahid jadi penggembira, saya sendiri masih bergelut dengan laptop cek beberapa tulisan karena banyak deadline.

Selesai yoga, abi dan Syahid jalan-jalan, tujuannya melihat dan mengejar-ngejar ayam milik tetangga. Sambil berjalan kaki juga, konon untuk anak lelaki memang harus banyak bergerak keluar rumah supaya otot-otot jauh lebih kuat dan manly gitu haha. Eh tapi memang ada penelitiannya juga, kalau enggak salah Kimberly Parker, seorang perawat dan manajer di sebuah klinik anak-anak di Atlanta pernah bilang bahwa anak lelaki memang lebih menyukai kegiatan yang eksploratif kayak meneliti sesuatu, bermain yang sifatnya challenging ataupun yang menguras fisik.

Nah, si Syahid ini hampir rutinitasnya selalu minta ngejar ayam tetangga yang dikeluarkan dari kandangnya😅 kalau udah bosan (gampang bosanan) biasanya lariiiiii sampai cape muterin lapangan komplek depan paud. Terus main ayunan di Paud, liat helikopter lewat 😅 trus pulang.

Syahid suka sekali jika dibiarkan berkeliaran di alam bebas, dia akan sangat ekspresif dan menebak-nebak serta menanyakan apapun yang dia lihat.

Seperti tadi pagi, percakapan dengan abinya.

Syahid : Bi, ada pesawat di atas…

Abi : itu helikopter hid

Syahid : iya, abu-abu. pesawat abu-abu

Abi : itu helikopter hid

Syahid : pesawat abu-abu bi

Abi : itu helikopter hid

Syahid : pesawat abu-abu bi

Abi : itu helikopter hid (hadeeh,, iyain aja deh)

*gitu aja terus sampe lebaran kuda wkwkwkwk 🤣🤣🤣 (sampai tulisan ini lagi diketik pun dirusuhi syahid, dia bilang “Mi itu syahid, liat pesawat di paud. main liat pesawat diatas) 🤣🤣🤣

Anak lelaki memang suka memperhatikan simbol, bentuk, diagram dan segala hal yang visual dan nyata (bisa dirasa dan disentuh). Buktinya, sampai rumah pun enggak mau bermain dibimbing layaknya guru-murid 🤣 anaknya maunya main dengan kreatifitasnya sendiri, baeeeklaah

Anak lelaki dari segi susunan otak emang rada beda. Gurian, penulis buku Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents, pernah bilang kalau otak pada anak lelaki enggak hanya punya lebih sedikit serotonin, tapi juga oxytocin atau zat pengikat. Zat inilah yang menurut Gurian menyebabkan anak laki-laki bersikap lebih impulsif, yang jelas-jelas berlawanan dengan sikap perempuan, yang bisa duduk tenang curhat pada sahabatnya (atau nyaman di dekat ibunya).

Selain itu, efek dari minimnya serotonin, anak lelaki jadi lebih mudah ngantuk. Oia serotonin ini berfungsi untuk mengatur pola tidur, nguap aka ngantuk. Kalau anak perempuan bisa melakukan semua kerjaan tanpa jeda sebab stoknya oke, tapi lelaki justru gampang ngantuk apalagi jika mendengar bunyi/suara dengan intonasi panjang. So, bisa dipastikan lelaki pada umumnya enggak suka dengar kosakata banyak-banyak. Bagi lelaki, mendengar ceramah sama halnya mengaktifkan mode ngantuk 🤣🤣🤣 makanya, metode ceramah ke anak lelaki udah enggak efektif daaan ngomel ke anak laki tuh juga perrcuuumaaa yaa bu-ibuuu, HAHAHA.

Beres main, Syahid kecapean, dia tertidur di samping saya yang juga ketiduran wkwkwk. Bangun-bangun jam 10 pagi terus kami beraktifitas normal. Syahid bermain sendiri (pretend play) jadi tukang, main lego bikin gedung. Bosan bikin gedung, dia berubah jadi koki, masak. Hingga sore berubah lagi jadi petani (nyiram tanaman), terus bermain di kamar mandi, ambil gayung dijadiin gitar-gitaran (jadi pemusik) sampai lelah dan saya mandiin. Beres mandi, tidur. Bangun sebelum maghrib, kemudian makan, nonton bentar dan tidur.

Pencapaian hari ini cukup lumayan, walaupun tetep saja kalau mau apa-apa masih maksa 🤣 “Mi, pokonya Syahid mau coklat!” hadeuh, padahal gigi gerahamnya udah mulai berlubang.

Syahid sudah mengenali emosi ‘takut’ hari ini karena ada petir, dia ketakutan dan mengucapkannya keras-keras, hahaha. Tapi di satu sisi, Syahid jga berempati, membawakan beberapa makanan dari dalam dapur ke meja kerja saya *terharu di bagian ini.

Alhamdulillah selesai untuk hari ke-2. Semoga besok jauh lebih baik lagi, amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *