Habit

Konon cerita dan petuah mengatakan bahwa nasib kita terbentuk akibat kebiasaan yang terus kita lakukan. Baik disadari ataupun tidak. Termasuk bagaimana kebiasaan kita dalam menjalankan ibadah dan mempercayai penuh pada-Nya.

Nah! karena ritme ketika sekolah, kuliah dan berumah tangga ini berbeda maka mau nggak mau saya pun harus selalu upgrade skills diri untuk mengatur kebiasaan. Mengubah kebiasaan. Setidaknya coba dulu 7 hari, kemudian diteruskan hingga 21 hari. Konon jika sudah terbiasa, maka 6 bulan bisa permanen lho. Waw!

Lantas, apa saja kebiasaan diri yang dibangun?

Kalau melihat materi dari gemari madya, ada 8 komponen yang perlu diatur :

  1. menata jiwa
  2. menata raga
  3. menata potensi diri
  4. menata kata
  5. menata uang
  6. menata waktu
  7. menata masalah
  8. menata stress

Dan delapan itu nggak sim salabim overall dilakukan, namun bertahap dari yang paling mudah dikerjakan. Istilahnya micro habit. Dari kebiasaan kecil namun berdampak itulah yang akan membawa dampak kepada kehidupan kita.

Adapun kebiasaan yang saya bangun adalah :

  1. memaafkan kesalahan orang dan diri sendiri sebelum tidur
  2. menulis jadwal sebelum tidur/setelah bangun tidur
  3. meminum 3 liter air putih sehari
  4. un-install media social (pada smartphone hanya disisakan whatsapp dan telegram)
  5. rutin bersedekah (utamakan ke keluarga dan tetangga)
  6. menulis dan membaca minimal meluangkan waktu 1jam sehari
  7. yoga sebagai meditasi harian
  8. membaca alquran minimal 1 hari 1 juz
  9. membiasakan bangun pagi dan tidak tidur lagi
  10. membiasakan dhuha
  11. membiasakan tahajud

Kebiasaan itu dikerjakan sebab kebutuhan diri, dan menurut saya pribadi itulah kebutuhan saat ini. jika sudah lulus dan menjadi kebiasaan, bisa jadi akan bertambah tingkat kesulitan/tantangannya 🙂

Semangat ! menata diri, menata negeri.