DAILY

Harus Bagaimana

Ketika langkah ini goyah hanya karena beberapa prinsip yang terguncang..

antara memaklumi, mengasihi dan antara tidak paham dengan apa yang harus dilakukan

sesegera mungkin mengambil kesimpulan, namun takut itu kesimpulan yang salah, hanya karena pandangan yang subjektif semata. bahkan takut berargumentasi langsung hanya karena takut tidak dihiraukan.. itulah fakta saat ini

harus bagaimana..

kejengahan, kejenuhan dan hampir rasa putus asa ini menyerang

ingin rasanya berteriak dan berlari pergi namun kaki tak mampu, karena ketakutan terhadap sebuah keputusan.

ya, keputusan masa depan yang hanya mampu dihitung beberapa bulan ke depan saja.

terkadang pesimis menyerang dan terkadang rasa optimisme menghampiri, bergantian.

aku tak mampu berkata tidak, bayang bayang kegagalan itu nampak walaupun aku berusaha 

aku bukanlah wanita yang sempurna, masih banyak yang lebih sempurna di sekitar hidupmu.. bahkan sepertinya hanya aku saja yang seolah-olah berusaha. kau tak paham walaupun kujelaskan berkali kali. tak pakai hati mungkin. padahal ibu sudah deal. tunggu apa lagi?

terlalu omdo. aku hampir menyerah, aku hampir putus asa. seandainya aku tak mengingat tujuan awalku masuk kampus ini.

aku rugi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *