DAILY

KonMari dan RKtim

Tidak terasa sudah memasuki NHW ke-9 (terakhir). NHW penutup kelas Matrikulasi dan jika melihat perjalanan selama NHW ini di sini (serangkaian NHW sejak pra matrikulasi hingga matrikulasi) seolah-olah seperti rangakain puzzle yang tersusun dari bawah. Saling berkaitan.

Khusus pekan terakhir ini membahas tentag Social Venture. Apa itu?

Jika dilihat dari istilah sosial, jelas ya. segala sesuatu yang berhubungan dengan interaksi manusia.

Menurut para ahli sosial :

Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya (LEWIS)
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas (KEITH JACOBS)
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi (RUTH AYLETT)
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama (PAUL ERNEST)
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia (PHILIP WEXLER)
Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan (ENDA M. C )
Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya. (LENA DOMINELLI)
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan (PETER HERMAN)
Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut (ENGIN FAHRI. I)

Sedangkan Venture artinya adalah Usaha.

Definisi venture

nomina : a risky or daring journey or undertaking (perjalanan atau usaha yang beresiko atau berani)

ex : pioneering ventures into little-known waters

verba : dare to do something or go somewhere that may be dangerous or unpleasant (berani melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat yang mungkin berbahaya atau tidak menyenangkan). istilah kita adalah “berani keluar dari zona nyaman”

ex : she ventured out into the blizzard

sinonim: set out, go, travel, journey

Dan rumusnya adalah PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE (IIPB5 Matrikulasi)

Kali ini yang akan dijadikan pemaparan rumus diatas terdapat 2 poin -setelah kita melewati 8 NHW sebelumnya- yakni social venture dan social enterpreneur.

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. (sumber : matrikulasi IP ke-9)

Dulu, pada tahun 2010 saat saya masih duduk di tingkat dua perkuliahan mengikuti seminar dan serangkaian acara yang bertema besar : social enterpreneur “muda, untuk Indonesia” yang diselenggarakan hampir sepekan lebih. Mulai dari kegiatan workshop, seminar, camp hingga berperan dalam teatrikal drama yang bertemakan hal diatas.

Beranjak tahun 2015 saat sudah menjadi emak-emak dengan satu anak, saya mengikuti seminar social volunteers yang membahas isu-isu global islam oleh Dompet Dhuafa.

Lalu apa usaha saya setelah mengetahui hal diatas?

saya merasakan betul bagaimana rasanya ‘hidup miskin’ dan tidak memiliki akses atau fasilitas tersebut. Bahkan makan makanan yang dimakan oleh ternak juga pernah saya makan, saking miskinnya. sejak saat itu saya hanya berfikir bagaimana caranya keluar dari zona kemiskinan yang sistematis yang diturunkan dari keluarga. Ternyata hanya 1 yakni melalui pendidikan. Caranya adalah dengan sekolah setinggi mungkin dan belajar sekeras mungkin. Dan Alhamdulillah Alloh berikan kemampuan itu, sekolah dan kuliah dengan beasiswa walaupun jaman itu belum ada bidik misi maupun dana BOS, manjadda wajada! Tetiba saya jadi ingat kisah Najat Vallaud-Belkacem yang luar biasa. Najat juga merasakan ‘angon wedhus’ menggembala kambing, diolok-olok dan direndahkan. Sama persis dengan yang saya alami, semoga kisahnya mampu memberikan suntikan motivasi diri ini.

Sejak lulus kuliah saya langsung berniat menikah dan merantau jauh. Walaupun pada awalnya sudah merantau tetapi dengan menikah dan ikut suami maka akan jauh lebih terasa perjuangan bersama. Awal menikah saya tidak banyak melakukan aktifitas selain menulis, liqo, sempat ngajar bimbel juga kemudian off menunggu kehamilan serta kelahiran anak. Setelah itu saya mulai berfikir bagaimana cara mengatasi kebosanan didalam rumah setelah itu. Akhirnya saya menjadi reseller produk edukasi. Kemudian naik kelas membimbing puluhan reseller hingga kini. RKtim namanya.

from caring comes courage

Menjadi pengusaha bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Maka contoh sosok pengusaha yang terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW, dari beliaulah kita mengenal akhlak seorang muslim.

Pada RKtim selain belajar banyak hal tentang edukasi dan marketing, saya juga diingatkan tentang hak-hak harta. mulai dari membuang bunga bank, zakat, infaq dan sedekah. Intinya orientasinya bukan lagi omzet, melainkan kebermanfaatan dan keberkahan. Dari RKtim juga alhamdulillah saya bisa membantu banyak orang secara material.

Kemudian pada tahun 2017, karena sebelumnya suami saya memang bergerak di bidang aset dan manajemen asrama (5R) menjadi trainer juga maka kapasitasnya selalu dia upgrade. Suami mengenalkan metode konMari yang ternyata mampu menjadi solusi utama sebagian besar keluarga/masyarakat dalam hal menata rumah. Efeknya juga tidak sekedar berbenah melainkan lebih dari itu. Maka sejak saat itu saya mencari tim yang kredibiltasnya mumpuni dan memang memiliki passion pada bidang itu, membangun komunitas KonMari Indonesia yang sudah diizinkan oleh pihak MArie Kondo untuk mengadakan sharing, seminar dan workshop di Indonesia. Karena memang belum ada konsultan resmi Marie Kondo di Asia Tenggara.

Hal itulah yang menjadi fokus saya dan tim setahun ini. Saya berharap dengan adanya Komunitas yang insyaaAllah akan resmi dibuat di depan notaris nanti mampu membawa perbaikan untuk masyarakat Indonesia. Menata diri, menata negeri dimulai dengan berkonMAri.

Ber-konMari ini adalah pintu gerbang/masuk sebelum kelas menata diri yang sudah saya tuliskan disini. Goals utama kami adalah perbaikan individu dan perbaikan masyarakat yang digerakkan serentak di berbagai daerah yang dimulai dengan menata rumah.

Kami tidak memungut biaya selain daripada untuk kepentingan mereka sendiri. Seratus ribu rupiah di awal untuk selamanya, termasuk event dan ketika graduation maupun farewell party. Kami tidak berbisnis sebagaimana Marie Kondo berbisnis (untuk seminar MArie Kondo memberlakukan tarif 2,500 dollar USA, jika home visit 1,500 dollar, menebus sertifikat 500 dollar, kelas online 60 dollar, dst).

Maka jika disimpulkan disini aktifitas sosial saya ada pada komunitas konMari Indonesia, sedangkan tempat saya mencari modal sedekah ada pada bisnis saya di RKtim.

Untuk keilmuan, saya memang masih ingin fokus pada bidang coastal science/ marine engineering. Semoga Allah berikan jalan untuk hal tersebut. Amiin.

 

 

 

 

 

 

1 thought on “KonMari dan RKtim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *