KonMari

Hei! sejak mengenal KonMari, rasa percaya diri terhadap berbenah saya meningkat 100%. Dahulu, saya sangat minder tatkala disuruh berbenah di rumah orang ataupun saudara. Sejak kecil saya menyukai aktifitas berbenah, sayangnya semakin saya beranjak usia semakin luruh dan gengsi profesi tersebut.

Marie Kondo mengubah persepsi saya yang selama ini menikmati berbenah sendirian kemudian mau berbagi kepada oranglain dengan semangat. Walaupun pada akhirnya saya mencoba metode yang lain juga.

Setelah menerapkan metode KonMari, insting mengurangi barang saya terasah tajam. Bagaimana tidak, dengan dua kali tiga kali saya mencoba melepaskan sesuai urutan kategorinya membuat radar mengeluarkan barang yang tidak ‘spark joy’ sangat efektif. Kemudian berdampak kepada selain barang.

Urutan berbenah ala KonMari berdasar kategori, berurutan dan nggak dibolak-balik. Walaupun pada akhirnya Marie Kondo sendiri mengizinkan dibolak-balik kategori itu pada tayangan Netflix salah seorang kliennya 😀

Urutan ‘baku’nya adalah : clothes, books, papers, komono, dan sentimental items.

Beberapa hal yang saya kurang sepakat saat ini dari urutan berbenah itu memang tidak semua orang cocok. Saya pribadi berbenah di awal memang cukup mengurangi banyak barang, kemudian saya ulang kembali hingga ‘pas’. Dan pada akhirnya saya menyadari bahwa urutan tersebut tidak harus selalu begitu.

Kemudian terkait berbenah cukup sekali. Bagi saya tidak mungkin hanya sekali berbenah, karena pada dasarnya kita senantiasa berbenah, apapun itu. Maka tidying festival untuk shokcing our mind memang saya sepakati. Namun untuk kemudian tidak berbenah total lagi? tidak mungkin bagi saya. Apalagi bagi saya pribadi yang notabene hidup masih berpindah-pindah.

Selain itu, jika konsisten per kategori bisa jadi khusus ‘komono’ diberikan spesifikasi barang lagi. Namun kenyataan pada ‘komono’ justru per lokasi. Mungkin redaksi secara kategori KonMari perlu direvisi juga, seandainya konsisten per kategori tidak seharusnya menunjukkan per lokasi. Sebab kondisi setiap diri kita berbeda. Mungkin betul barang di dapur saya memang hanya barang untuk masak saja. Sedangkan oranglain? bisa jadi disana juga ada buku, kertas dan sentimental item yang ikut nimbrung didalamnya 😀

Well, secara metode menurut saya memang cocok-cocokkan. Konsep ‘spark joy’ untuk beberapa orang memang cukup efektif, namun khusus sebagian yang lain ternyata tidak cukup efektif. Hal tersebut disebabkan ‘joy sensor’ setiap orang berbeda ketajamannya. Bahkan ada juga yang tidak menggunakan joy sensor sama sekali, sebab memang tidak bisa memunculkan hal tersebut pada dirinya. Maka, KonMari bagi saya sama seperti metode lain. Tidak luput dari kekurangan juga. Hanya metode yang fleksibel saja yang bagi saya cocok secara personal kepada siapa saja. Namun memang betul, dari KonMari saya mampu membuka dan mengubah hidup. Sejak awalnya saya hanya sembunyi-sembunyi menikmati kelezatan berbenah ala metode lain. Setelah membaca dan mengenal KonMari, hidup saya tampil lebih percaya diri dan terbuka.

Happy tidying festival! ^^