DAILY

Kopdar Saudagar Nusantara

22179837_620385891682438_4295946414987271316_o

hari sabtu dan ahad bulan lalu (pekan lalu) tepatnya tanggal 28-29 Oktober 2017 saya berada disana. Berawal diajak oleh Team RKtim untuk hadir sebagai EPC Resmi Produk Edukasi Tigaraksa, mencoba berjejaring, menimba ilmu dan menguatkan visi misi. Alhamdulillah disana benar-benar membuka cakrawala wawasan kebangsaan, tidak lain yakni tumpuan ekonomi negara. Dengan tagline berdaya di negeri sendiri di gedung ICC sentul bergetarlah seluruh nadi emosi baik untuk bergerak bersama menuju Indonesia Emas.

Inisiator dari perhelatan acara luar biasa ini adalah Kang Rendy dan teman-teman beliau yang sangat peduli akan carut marutnya kondisi perekonomian bangsa. Tidak muluk-muluk mengkritisi namun juga aksi dari hal yang terkecil.

Saya pribadi sejak awal duduk disana ingin seterusnya menyimak dengan fokus, namun apa daya, membawa anak yang masih berusia 2 tahun kedalam gedung adalah tantangan tersendiri, tanpa didampingi suami yang lagi dinas keluar kota.

Hari pertama yang membuat mata takjub adalah saat menyaksikan video bangsa tentang memahami sejarah. Sungguh terpukul melihat kenyataan saat ini dibandingkan dengan masa silam, walau akhirnya saya tersenyum optimis : kebangkitan itu ada. Sama halnya dengan Sarekat Dagang Islam tempo dulu oleh H.O.S Cokroaminoto, kini kita juga bangkit kembali meraih hak-hak anak bangsa. hak dari dijajahnya berbagai sektor oleh mereka yang serakah membela konglomerat asing, menginjak rakyatnya sendiri. Miris.

Negeri kita kaya, SDm nya melimpah ruah, banyak yang pandai, jenius namun diabaikan. Seolah negara ini ‘terjual’ dengan dalih dalih kebijakan. Rumit. Anak bangsa yang pandai itupun beralih profesi, tidak dihargai, mungkin hanya digunakan untuk unjuk politik terkini. Pencitraan diri.

Sudah lelah dibohongi, namun tetap tunduk pada investor asing. Konglomerat itu menghisap uang dan darah tanpa ampun.

Mungkin akan ada yang ‘kepanasan’ dan gerah melihat bersatunya para saudagar di acara ini, itu sunnatullah. Perjuangan akan selalu ada lawannya. Siapakah lawan kita sesungguhnya? sebagaimana yang mas Jaya katakan : Yakni mereka yang oportunis, materialis, kapitalis dan serakah ! di bumi pertiwi ini. Tidak memandang bulu, tidak memandang suku, ras, agama.

Apa yang bisa kita lakukan? selain berjuang berdaya menghargai produk lokal, kita juga harus bersatu melawan kebatilan. Bagi mereka yang sudah menikmati hidangan dunia mungkin menganggap dir kita yang mulai bergerak berdaya sebagai hambatan meraih kekuasaan. maka tidak heran dari kata kita dot kom membuat fitnah keji terhadap perhelatan akbar ini, padahal puncak dari event ini adalah santunan anak yatim, doa bersama. Adapun sebuah sumpah para saudagar untuk bersatu berdaya di negeri sendiri bagi saya itu normal, sebagaimana orang zaman dulu yang menginginkan kemerdekaan Republik ini, walaupun dihalang-halangi namun itu semua tidak menyurutkan langkah perjuangan.

Hari pertama ada pembahasan banyak hal mengenai sejarah, pentingnya menjadi saudagar, cara negoisasi, halal life style yang mulai merebak di negara non muslim (untuk memasok produknya ke negara lain- sebab ternyata halal ini menjadi kebutuhan semua umat, baik muslim maupun non muslim), cara berbisnis dari nol, mengembangkan bisnis, pentingnya adab dan ilmu dalam berbisnis, bisnis ini masalah surga neraka- keimanan, bisnis adalah pekerjaan para pendakwah -dicontohkan dari rasulullah dan para shahabat, dll,

Hari kedua lebih mengesankan lagi, dari anak-anak bangsa yang ‘tersingkirkan’ tidak dihargai karyanya, namun kelak insyaaAllah kami bersatu bekerja bersama, ada yang ahli di bidang energi, electrical power- mobil listrik (teknologi masa depan), dll. Menampilkan juga hegemoni dunia saat ini, bahwa negara ini sudah stadium 4. sangat lumpuh dari segi perekonomian. Sempat membahas tentang alibaba, wallet, siklus fenomena bisnis dunia yang membuat hati bekecamuk. SEDIH. Namun optimisme wajib kita pegang, istilahnya saat ini kita sedang berselancar di atas ikan hiu. maksudnya gimana? ada di slide presentasinya mas jaya.

saya tidak akan menuliskan semua materi disini, jika Anda membaca blog ini ingin mendapatkan setiap inchi materi silahkan hadir di kopdar tahun depan. siapkan diri Anda menjadi bagian dari acara besar nanti. Saya jamin, berbagai parpol akan merongrong gerak atau menyusup meminta dukungan. Namun dengan TEGAS kami menolak, sebab aktifitas para pedagang ini netral, ia akan menjadi negatif tatkala disetir oleh penguasa serakah. Kebijakan yang menyedihkan untuk rakyat, sementara uang-uang rakyat mengalir ke kantong konglomerat dan penagih hutang (riba).

Suatu saat nanti akan tiba masa itu, yakinlah dan teruslah bergerak, mencari ilmu, jangan sombong, jangan serakah. Negara ini hancur jika para pebisnisnya masih memiliki 2 sifat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *