DAILY

Liqo’ malam ini (Penyakit hati)

malam ini aku berjalan ke kampus ba’da maghrib, seperti biasa..aku mulai liqo setiap hari rabu malam. dimasjid kampus, ITS. masjid manarul ilmi.

hilir mudik teman-teman seusai sholat, aku tau aku agak telat tapi memang belum dimulai. kini yang hadir tiga orang, aku, riya perkapalan dan gesti matematika sedangkan mega dan ima izin. ima mengantar ibunya ke RS dan mega sedang dikejar deadline skripsinya..

oke, dimulai dengan taujih robbani : tilawah 5 ayat per orang.

setelah dibuka dan berdoa, kukeluarkan buku catatanku (buku agendaku) untuk siap menerima ilmu malam ini bersama murobiku : mbak alma.

malam ini kami membahas penyakit hati, jlebb banget rasanya :’) tepat banget dengan hati yang lagi luka ini. semoga ada obatnya, pikirku.

kali ini kami membahas tentang takabur (sombong).

betapa penyakit hati satu ini sangat berbahaya, bahkan tidak akan masuk surga pada diri seseorang yang menyimpan sebiji rasa sombong (naudzubillah).

sombong itu seperti apa?

sombong adalah aktifitas hati kita dimana kita merasa lebih dibanding yang lain.

meningkat sedikit ke perbuatan, maka ada istilah ujub dan ghurur.

ujub merupakan membanggakan diri tapi tidak merendahkan oranglain sedangkan ghurur merupakan ujub dan merendahkan oranglain.

sebab-sebab munculnya sifat takabur :

1. rusaknya penilaian terhadap manusia

maksudnya adalah ketika seseorang menilai dirinya lebih baik di : harta/jabatan/kepandaian, dsb maka peluang untuk takabur sangat besar. bukan pada penilaian terkait hal ketakwaan kpd Allah SWT.

2. membandingkan nikmat oranglain

kita harus sadar bahwa setiap orang pasti memiliki potensi. keunikan kelebihan masing-masing. seburuk apapun orang pasti dia memiliki kelebihan. maka apabila tidak menyadari itu timbullah sifat takabur ini.

3. adanya sifat tawadhu oranglain yang berlebihan

katakanlah ketika kita berjumpa dengan seseorang yang rendah hatinya mendekati rendah diri, maka kemungkinan besar rasa takabur kita bisa masuk.

4. mengira nikmat yang diperolehnya kekal

ada didalam QS Al KAhfi 35-36. sehingga jika terjangkiti persepsi diatas yang ada akan timbul sifat turunan : rasa malas.

5. mengungguli yang lain dalam keutamaan.

hal ini dimaksudkan bahwa jika misal ada diri kita yang ahli di bidang X, maka takabur akan senanghati menghampirinya jika kita tidak siap menangksinya.

naaah….tapi jangan takut!! ini obat penawarnya 🙂

1. dengan cara melihat orang-orang yang tertimpa musibah

bayangkan diri kita yang tertimpa betapa sedihnya. maka kita akan lebih banyak bersyukur.. dan bisa juga kita melihat orang yang sedang sakaratul maut, kita bisa mencoba merasakan betapa sulitnya ruh untuk keluar..

2. berteman dengan orang-orang yang tawadhu

insya Allah dengan berteman dengan orang yang sholih lagi rendah hati maka akan membiasakan diri kita juga ikut rendah hati

3. sering berdiskusi memaknai rasa syukur..

4. memikirkan diri kita yang kecil, lemah, kurang dan bergantung pada Allah serta memikrkan alam semesta yang luar biasa

5. menghadiri majlis ta’lim

6. menancapkan dalam diri bahwa tolok ukur dalam islam adalah ketakwaan. bukan yang lainnya.

7. meningkatkan amal ibadah kita.

8. muhasabah diri 🙂

itulah materi dari liqo malam ini, semoga bisa diamalkan, disebarluaskan dan di istiqomahkan.

mari kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang paling kecil, dan mulai dari SEKARANG 🙂

semangat!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *