Living Lagom

Setelah membaca buku Lagom tahun lalu, saya memantapkan diri untuk menjadi lagomer per januari 2019 ini. Semoga dengan menerapkan nilai lagom mampu membuat hidup lebih ‘pas’. Namun prinsip lagom yang saya lakukan adalah mengambil intisari ajaran lagom itu sendiri, bukan meng-copy paste Lagom budaya lokalnya karena saya sadar, budaya disini berbeda dengan negeri asli Lagom, Swedia.

Lagom artinya : pas. Tidak terlalu sedikit juga tidak terlalu banyak. Bukan di tengah-tengah, bukan juga netral. Hmmm apa ya padanan yang pas? ya, pas itu sendiri. Setiap diri kita tidak akan bisa mendefinisikan secara generalisir, jika saya begini belum tentu cocok dengan konsep lagom oranglain.

Living Lagom yang saya terapkan meliputi 7 hal atau aspek

Kultur dan Emosi

Pada dasarnya setiap orang tidak mau berbasa-basi, maunya to the point, straight. Namun yang saya maksud disini bukan kaku atau beku. Tetap cair sih namun tidak berlebihan. Itu dalam hal kultur atau budaya keseharian.

Lebih banyak mendengar daripada berbicara. Mungkin ini sudah cocok dengan diri saya yang sejak kecil lebih banyak diam, beraktifitas dalam hening. Namun memang butuh latihan bagaimana upaya saya untuk menjadi pendengar yang baik, sebab tidak mudah untuk mendengarkan sementara saya sendiri kadang memiliki argumentasi yang berbeda dengan pendapat lawan bicara saya. Maka, itulah tantangannya.

Terkait emosi, saya lebih nyaman dengan fokus pada diri sendiri. Jika saya tidak mampu menghadapi orang lain maka lebih baik saya diam, berhenti sejenak dan tidak akan menanggapi hal tersebut hingga suasana kembali tenang. Hmmm terkesan ‘lari’ namun itu lebih baik bagi saya daripada harus ‘menyakiti’ secara perkataan bukan?

Makanan dan perayaan

Dalam hal makanan, secukupnya saja. Saya tidak akan membuat stok terlalu banyak dan juga tidak kekurangan. Lagom pada aspek makanan ini membawa saya hidup lebih less waste. Sebab dalam hal belanja bahan makanan memang disarankan untuk membeli produk lokal.

Selain itu juga terdapat ‘Fika”, ada jeda istirahat setiap beraktifitas atau bekerja. Selain agar aliran otak lancar, juga mengurangi kejenuhan apabila terus menerus dalam ketegangan kerja. Selain pada aspek makanan yang ‘pilih sedikit, namun berkualitas’ juga berpengaruh terhadap segala tantangan list kegiatan seperti perayaan, agenda penting rekan atau kawan. Pilih yang memang membuat peningkatan kualitas, tidak semua di-iyakan.

Kesehatan dan kesejahteraan

Dalam segi kesehatan, lagom mengajarkan saya untuk ‘perawatan diri’, Maksudnya adalah tidak sekedar menggunakan tubuh secara membabi buta namun juga memberikan haknya untuk sejahtera. Salah satunya adalah berani menagatakan ‘tidak’ apabila diminta mengerjakan sesuatu yang itu di luar jadwal atau kapasitas. Dulu saya selalu menerima, “Nik, aku mau dong ikut kamu”, “Nik, bisa gak bantu ini?”, “Nik, tolong aku dong..aku..” dan masih banyak lagi yang dampaknya membuat badan saya sering sakit. Oleh sebab itu, per 2019 semua aktifitas kembali saya atur. Saya tidak akan mengambil atau men-iyakan segala yang hadir ke saya. Sebab saya tau hak badan saya.

Terkait kesejahteraan, saya mulai belajar menulis dengan baik. Mencoba melakukan hal-hal kecil seperti saat ini mencoba merawat blog ini. Semoga dengan langkah kecil ini membuat saya menjadi lebih hepi lagi.

Kecantikan dan mode

Tentang kecantikan, saya nyengir dulu deh. Mostly wanita di dunia ini begitu rajin merawat kecantikannya namun itu langka buat saya. Saya pribadi baru mengenal apa itu cleanser, masker dan pelembab setelah hampir lulus dari bangku kuliah itupun karena adik tingkat yang mengajari. Setelah itu saya lupa.

Hingga pada suatu hari, setelah melahirkan anak pertama saya tersadar terdapat flek hitam di wajah. Rasanya sungguh menyesal kenapa tidak rajin merawat kulit. Maka dengan lagom, aspek ini diperhatikan juga. Cukup memiliki sedikit bahan berkualitas tanpa perlu menyediakan berbagai macam warna atau varian. Pun demikian dengan pakaian.

Dekorasi dan Desain

Untuk dekorasi, saya minimalis saja. Desain juga simple aja.

Kehidupan sosial dan Bermain

Ini lebih kepada menghargai waktu dan menjadi bagian dari tim yang solid. InsyaaaAllah bersama gemar rapi bisa diwujudkan.

Pekerjaan dan bisnis

List dari pekerjaan dan bisnis ini sebenernya juga banyak, namun saya skip aja disini. Inti dari Lagom adalah tidak mudah memuji, katakan tidak dan jangan takut menolak, pisahkan kepentingan pribadi dengan bisnis yang berjalan.

buku lagom
referensi saya

The last, penutup. Dengan belajar lagom dan mulai menerapkannya, saya lebih ‘ringan’ dalam mengatur keseharian saya. Kini saya memahami kenapa ada prinsip lagom didalam kurikulum gemar rapi 🙂

Detail tentang lagom, bisa dibaca di buku Lagom yaa 🙂 atau nanti bisa membaca versi gemar rapinya di buku gemar rapi.