DAILY

Malam Minggu Suami Liqo

Jadwal liqo memang sangat menyesuaikan setiap anggotanya. Bahkan jadwal liqoku sendiri di kampus Alhur juga menyesuaikan jadwal kuliah teman-teman S2 yang bermacam jurusan. Pun dengan suami, yg mana beberapa minggu lalu harus ganti MR (murobi) karena sudah saatnya dirolling (udah 5 tahun dengan MR yg tetap serta kelompok yg tetap). Beberapa teman suami ada yang bekerja di jakarta, kalimantan hingga pulang ke kampung halaman. Sehingga memang sudah saatnya berganti murobi.

Alhamdulillah dengan kelompok yg ada di Bogor yg sebagian besar sudah menikah dan bekerja, suami mendapat MR baru dari DPD dan liqo malam ini pun di DPD. Ustaz yg menjadi MR suami adalah bagian kaderisasi di DPD dan beliaulah yg dulu menelponku ketika aku mengurus surat pindah liqo dari jatim ke jabar. Alhamdulillah liqo berjalan lancar.

Berbeda denganku yg lqonya maksimal selesai maghrib di masjid alhur, suamiku justru memulainya ba’da isya. Aku paham, kesibukan seorang laki-laki jauh berbeda dengan istri. Sehingga memaklumi dan mensyukuri karena ilmu itu penting didapat setiap minggu.

Setelah suami sholat maghrib di masjid perumahan (aku sholat di rumah), suami berangkat ke rumah ka Ravi (teman kelompok liqo) untuk berangkat bersama-sama ke Bogor kota. Maka, aku melanjutkan tilawah dan kemudian makan lagi (ini makan ke-4 kalinya) karena si kecil dalam perut nendang-nendang lagi minta makan 🙂

Bagiku, menjalani hari-hari disini begitu santai. Tadi pagi jalan-jalan pagi keliling kompleks (ibu hamil harus rajin jalan-jalan), terus ada pak tukang ke rumah membenahi genteng sampai siang, trus masak untuk makan siang, lanjut istirahat dan sorenya jalan-jalan sore ke tetangga dan beli cemilan. Jadwal harianku belum begitu padat sebagaimana ibu-ibu yang mengurus anak. Biasanya hanya kuisi dengan membaca, main ke rumah tetangga dan beres-beres rumah.

Alhamdulillah saat ini si kecil didalam perut sudah masuk ke trimester 3, minggu depan udah 25 minggu. Prediksi USG kemarin jenis kelamin si kecil laki-laki (keliatan tititnya hihi^^). Semoga sehat selalu ya nak, umi dan abi sayang sama adek 🙂

~target untuk hamil diberikan Allah di usia muda, merupakan impian tersendiri dan kejutan yang luar biasa. Karena dulu aku berfikir jika seorang wanita meunda-nunda punya momongan, maka akan timbul sedikit penyesalan di kemudian hari. Hikmahnya pun seperti aku dan ibuku yg usianya hanya terpaut 20 tahun. Sehingga ketika saat ini aku dewasa, ibuku masih sangat muda dan perkasa. Bersyukur banget ibuku menikah di usia muda dan langsung punya anak. So? akupun juga ingin demikian ^^

Semua itu butuh ilmu, so…yuk perbanyak baca buku dan bertanya pada ahlinya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *