GEMAR RAPI

Mengisi Kulwhap Ibu Profesional Kaltara

Kemarin mengisi IP Kaltara dengan judul berbenah ala Gemar Rapi. Tepat tanggal milad saya

Apa aja yang dibahas? setelah share materi, saya jawab 15 pertanyaan sebagai berikut.

1⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan bagaimana caranya biar baju utk dilipat ga numpuk sebelum disetrika? Adakah cara melipat yg cepat🤗

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb.. Hi mb eka.. caranya hanya 1 : *disegerakan* 🤭 jd semua baju langsung dilipat, dan jadwalkan kapan mau disetrika (jd ga semua yg dari jemuran disetrika). misal tiap hari sabtu/ minggu setrika pakaian khusus kerja 1pekan ke depan.

jika memang prinsipnya smua harus setrika, pastikan pakaian yg dari jemuran tidak ditumpuk sembarangan. pisah2kan sesuai ukurannya, ditata sedemikian rupa agar ngga kusut. biasanya klo udah dicampur tumpuk aduk, pakaian jd semakin kusut.

 

2⃣ Assalaamu’alaikum…

Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan bagaimana dg ruangan yg luas cara mengatur ruangan biar kliatan rapi tanpa membuang alatz yg lama..mksh

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb.. tergantung definisi kerapian bu Nanik. style/selera rapinya seperti apa.

ruangan ingin rapi syaratnya hanya 2 : pastikan semua barang berada di tempat penyimapanannya, dan segera kembalikan barang yg digunakan ke tempat semula.

karena definisi rapi ala gemar rapi bukan sekedar rapi barang/rumah, melainkan rapi yg membentuk habit baru yg baik..🙏🏽

 

3⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
Salam kenal..bagaimana trik menjadi home visitor berbenah? apakah pemilik rumah memang mau di kunjungi lalu ada MoU? Atau kita yang menawarkan?
Berapa kali minimal untuk kunjungannya?
Terima kasih ya

Jawab : Wslm wr wb Mb Ina..

ada MoU nya. dan ga semua yg meminta, bisa di acc..
pertama, jelas yg mengajukan bukan personal tetapi *keluarga* disini ada ksepakatan 1keluarga minimal sepasang suami istri.
kemudian atur jadwal. nanti ada tugas2 yg klien kerjakan. jd visitor hadir utk konseling, cek ricek sejenak dan finishing. biasanya 2-3x pertemuan (tergantung kesepakatan).

kalo menawarkan sih ngga. biasanya ini kasusnya khusus orang yg gamau ikut kelas, mau privat dan dikunjungi..

 

4⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan sy suka rumah bersih, bbrp kali melakukan declutering tp bbrp bulan kemudian storage sy penuh lg, apa tips untuk menghilangkan kebiasaan belanja?

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb..

Metode gemar rapi tidak hanya menyentuh fisik rumah, namun sebelum itu justru memang ada pembedahan mindset di awal.. terutama terkait habit.

Jd prinsipnya, bukan berbenahnya dlu. tp habit apa yg negatif yg mau diubah.. itu dlu.. bru nanti berpengaruh pd kepemilikan barang, tata letak, maintaining dan juga manajemennya. dan itu sangat personal.. setiap orang berbeda

adapun kebiasaan konsumerisme yg berlebihan biasanya ada faktor yg memang harus digali lebih. apa itu berkaiatan dg masa lalu, kebiasaan yg ga disengaja atau lingkungan..

dan penangannannya berbeda2. 🤭

prinsipnya jika misal kita muslim, ingat lg bahwa selain ada hisab halal dan untuk apa barang tsb digunakan.. juga ada poin *’idhoatul maal* atau membelanjakan secara boros. misal udh punya jilbab warna merah 2 kenapa beli 5? atau biasa pakai piring 1lusin, kenapa stok 5lusin? dst.

adapun hal2 yg berkaitan dg finansial, jg mesti diperhatikan. jgn sampai kita menurunkan kepada anak kelak mjd _sandwich generation_ naudzubillahimindzalik ya..

 

5⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
Keluarga kami tinggal di rumah dinas yang mungil, bagaimana tips supaya rumah mini dengan banyak penghuni tetap rapi dan barang-barangnya bisa diminimalisir?

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb.. Rumah dinas mungil ini menjadikan ingatan sy pd kisah Bea Jhonson (@zerowastehome)

Bea ini orang yg mapan dan segala sesuatunya (secara materi) sudah ia raih, dia tinggal d rumah yg mewah besar dan perabot yg banyak.. suatu hari suaminya dipindahtugaskan. Jd sekeluarga ia pindah juga ke rumah baru, rumah dinas suami yg ukurannya kecil. Karena ia hanya membawa barang ala kadarnya, tinggal sementara aja pikirnya.. ternyta dg benda yg sedikit itu ia bisa hidup. Akhirnya ia memutuskan utk menjadi seorang (keluarga) minimalis. Rumah mewah sebelumnya yg penuh barang itu ia jual..

karena bosan ia cari2 literatur lg dan akhirnya menerapkan prinsip zerowaste di rumahnya bahkan membuat sabun, sampo, odol dllnya sendiri. dan ia dikenal sbgai Bea Jhonson zerowaste home.

Lalu korelasinya apa? 🤭 bukan ngajak jd bea ya mba.. tp dari kisahnya kita belajar bahwa setinggi apapun kita memiliki barang mewah, semua diraih, endingnya tetep lebih bahagia dan nyaman dg barang secukupnya sehingga *bisa fokus kepada manusianya daripada barang2*

Khusus rumah dinas, sesuai dg metode gemar rapi. Diskusikan bersama keluarga, sebaiknya mau membangun habit apa dan ingin menata ruangan untuk aktifitas apa. Khusus barang juga seperlunya aja.. klo bisa yg multifungsi.

 

6⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
1. Mbak jika kita ada orang tua di rumah, bagaimana cara yang paling baik dan efektif untuk ikut menjalankan aturan

2 a.Anak yang suka beli mainan dan tidak pernah puas dengan barangnya bagaimana cara mengajaknya untuk lebih memanfaatkan apa yang sudah dimiliki.

b. Dan sebagai orang tua saya merasa sudah memberikan arahan agar tidak suka beli mainan. Dan membatasi untuk berbelanja namun anak-anak sering kami ajak berbelanja apakah ini salah satu contoh anak jadi suka tidak puas

3. Bagaimana cara paling efektif mengajarkan anak untuk hidup bersih dan rapi

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb..

1. dg cara melibatkan orangtua, dan khusus ortu kita gunakan bahasa yg bukan menggurui.. lebih kepada diskusi, curhat..ngobol ringn. dan eksekusinya jg pelan pelan..

2. a. peran ortu sangt penting disini mengingat anak mendapatkan uang juga dari ortunya.. jd harus ada kesepakatan2 yg perlu ortu jelaskan dan kriteria yg jelas sebelum membeli sesuatu. misal, beli pensil jika pensil yg sudah ad sudah pendek. atau beli sepatu jika sepatu yg lama rusak, jika beli agak mahal gpp yg penting awet. pun dg mainan.. jika balita bisa kita ajarkn melalui cerita (ini lebih menarik drpda seruan2).

b. mengajak anak berbelanja justru ada nilai edukasinya disana.. termasuk dlm menghargai uang, misal dg memilih sayur kita ceritakan pak tani susah menanam..jd klo ga dihabiskn makannya kasian.. atau belanja kebutuhan bulanan.. jd anak anak bisa melihat list belanja kelurga..
Khusus *membatasi* keinginan anak, sebaiknya memang dikembalikan lg ke anak ketika d rumah. cek mainan2 mereka apakah memang ada stimulator yg blum dimiliki? misal anak ingin mobil2an, apakah d rumah mobil2annya sudah tdk bisa digunakan lg..dst
adapun membeli mainan sebaiknya memang pd momen2 tertentu, misal ketika anak sudah sukses menjalankan kebiasaan positif yg baru .
ada kepala sekolah sy, beliau membelikan anaknya buku baru (krna anaknya suka baca) setiap ada hafalan juz baru. dan utk balitanya-anak yg udh sd, beliau berikan uang harian dimana jika mau sesuatu itu anak harus kumpulkan uang hariannya. jika sudah cukup boleh ia beli (jika kurang, misal beli krayon biasanya ditambahin ortunya). krna ke sekolah sudah bawa bekal, jd uangnya ia sisihkan..

3. dari ortunya. jd mengajarkan apapun ke anak, pastikan dlu kita sebagai ortu sudah melakukan dluan..

 

7⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan

sebelumnya sy sgt berterima kasih atas Sharing ilmunya yg sgt sy dibutuhkan para ibu2 yg selalu riweh dgn dunia nata menata dan bersih membersihkan ini

pertanyaan sy bagaimana melibatkan keluarga yang berkunjung kedlm rumah dlm gemar rapi, sedang biasanya ketika ada keluarga atau tamu kita ‘harap maklum’ dengan suasana yang berantakan (sambil ngomong udah gpp nanti sy aj beresin) dalam hati nanti diberesin ketika tamu sdah pulang 😄

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb..

Sebenernya pd saat ada tamu, atau siapapun yg berkunjung bisa jd ‘lahan edukasi’ kita. dengan cara mellibatkan mereka dg apa yg menjadi keseharian kita.. misal, pas lihat dapur ‘lho.. nyucinya pakai lerak ya., lho sampahnua dipisah2 yaa..’ >> nah disini nilai edukasinya.

Pun saat ada tamu, baca buku.. atau ambil mainan. biasanya klo sy pribadi tanpa perlu menyuruh mereka dg sigap mengembalikan setelah menggunakan. Contoh pas maghrib lalu, ada tetangga main ke rumah. Mengambil box box mainan dan bermain dgnya sedangkan anak sy justru asik d halaman.. sebelum pulang ia dan ibunya membereskan sndiri krna sungkan jg katanya😅 pdhal mah gpp klo sy krna maainannya jg sdkit..

Namun itu kembali lg ke individu kita, keluarga kita seperti apa.

Tapii.. Biasanya klo rumahnya rapi jali, tamu jd sungkan dan ikutan rapi 😁

 

8⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
bagaimana cara mengajak anak kembali merapikan mainannya, anak saya usia nya belum genap 3 tahun, ketika diajak membereskan mainan banyak sekali alasannya, lalu ujung-ujungnya mengatakan: “bunda aja yang rapikan”
Saya jawab, sekarang bunda bantu rapikan, tapi nanti bibah rapikan lagi ya, tapi tetap saja nanti terulang kembali 😅

Terimakasih

Jawab : Wslm wr wb.. hahahahaa…yaaa klo seperti itu pasti gitu terus, sy klo jd anaknya jg berpikir gini ‘enak ah kabur aja, tar jg bunda yg beresin’😂

Sebenernya anak balita itu puintar, cerdass.. cuma butuh pengulangan2 agar nempel impulsnya ke otak..

Pertama, emang perlu contoh. Tapi bukan berarti ortu yg ngerjain terus.. sambil dilibatkan.

Kedua, caranya.. jangan membuat kalimat general yg membuat anak bingung misal ‘bibah, rapikan mainannya ya sayang’ > anak bingung maksudnya. Bisa ganti dg yg lebih spesifik.. misal ‘bibah, bonekanya kita suruh kembali yuk ke rumahnya..’ (sambil nunjuk box, misal) atau ‘pasukan legonya kita pulangkan ke kotak yuk bibah..’

jd dg cara itu anak jauh lebih mudah mencerna dan menerima..

atau jadikan anak sebagai bos. misal ‘ayo bos bibah mengerahkan pasukan mobil ke markasnya..’ dg nada yg menyenangkan..

klo udh terbiasa, tar jd otomatis.. dan ortu ga perlu cape2 lg..

di akhir sesi beberes sampaikan terimaksih.. walau kadang memang ga sempurna, adaa aja yg miring atau salah menurut kita. tp tetep kita apresiasi.. kita bereskan lg jika anak udah beranjak dari tempatnya.

Gemar rapi meyakini bahwa segala bentuk rapi (kegiatan, barang dan kebiasaan) itu bisa masuk dari faktor nurture/pola asuh. maka, kita tuntaskan dlu diri kita dan ortulah yg berperan mjd teladan buat anak anak. karena semua itu dimulai dari rumah..

 

9⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan

1. Bagaimana contoh SOP keselamatan dan keamanan di rumah.

2. Bagaimana mengatur baju yg baru sekali pakai (masih mau dipakai lagi). Biasanya menumpuk di gantungan baju.

3. Bagaimana konsep menata mainan dan buku untuk anak 2 tahun. Mengingat masih suka menyobek buku dan melempar mainan.

Terimakasih😊🙏

Terimakasih

Jawab :wslm wr wb..

1. Bikin SOP yang disepakati semua anggota
Misal :
1. Selalu cek kunci sebelum keluar rumah
2. Mengembalikan benda kembali ketempatnya

dll..

Bikin petugas piket harian/mingguan siapa bertanggung jwb apa?

2. digantung, jika memang berniat mau digunakan lg cek urutannya..misal hari ini selesai dipakai 1x letakkan di urutan pakaian yg sebelumnya. jika sudah terlalu banyak, sebaiknya segera dicuci sebagian yg sudah lama

3. konsepnya agak panjang.. sy jelaskan di akhir nanti ya..krna beberapa pertanyaan jg ada yg mirip ini😅

 

🔟 Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
dari materinya sempat baca rumah rapi krn terbiasa mengembalikn kembali barang pd tempatnya. Klo utk anak, sy rasa lebih mudah melatih kebiasaan ini. Tp bgm caranya mengubah kebiasaan sembarang taruh barang pd ortu? Apakah ada tips dan kiat2nya?

Pertanyaan lainnya, Bgm menyiasati penyimpanan barang spy tetap rapi bila rumah sempit?

Terimakasih

Jawab: Wslm wr wb.. Pada orang dewasa sebenarnya juga mudah karena hanya butuh waktu minimal 21hari berturut2 utk membentuk sebuah habit..

Jika kesulitan bisa menggunakan label (sementara) atau papan petunjuk.. jika sudah terbentuk bisa dilepas. Adapun yg paling penting memang *kekompakan* sekeluarga. karena seapik apapun seorang individu dlm berbenah jika hanya ia lakukan sendirian maka sia-sia. Disini gemar rapi memandang penting peranan keluarga dalam menata rumah sebagai sarana membentuk habit baru yg positif.. bukan sekedar rapi rumahnya.

Agar rumah selalu rapi, jika rumahnya sempit anjurannya : hidup dengan barang secukupnya/sedikit/multifungsi. Selain berkaitan dg maintaining (perawatan) barang juga efisiensi waktu. Rumah sempit banyak barang pasti mjd clutter.. sebaiknya dikurangi.

 

1⃣1⃣ Assalamu’alaikum bunda Mengenai 10 tips
Mohon penjelasannya bun dari poin 6-10?
Tips stlh rapi agar senantiasa konsisten bagaimana y? 😊

Jawab : yg poster, misal : kembalikan setelah digunakan.. matikan kran setelah digunakan/hemat air. dll.

utk fasilitas biasanya ini berkaitan dg tempat mainannya. misal letak lemari setinggi anak agar anak mudah mengambil daan mengembalikan.. pun dg piring makan, gelasnya jg demikian.

melatih anak membuat keputusan bisa dilakukan pd saat decluttering mainan. agar anak memilih mana yg ia simpan dan tdk.

beri batasan ini terkait dg jumlah. misal ada 3 storage, jika ada yg baru berarti penuh.. berarti harus ada yg lama yg dikeluarkan.

lead by example ini paling ampuh. Kita sbgai ortu gabisa menyuruh anak jika kita sendiri blum melakukannya.. misal : meminta anak memisahkan plastik dg organik, klo kita sndiri ga melakukan mana mau anak kita melakukan. jd.. sebenernya dg melakukan, tanpa banyak kata.. anak kita akan mengikuti.. paling gampang : meletakkan sandal di rak sepatu. anak pasti ikutan. cobalah.hhe

 

1⃣2⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
1. Sy merasa ga sanggup beresin mainan anak2..mulainya dr mana ya mbak?
2. Bukan hanya mainan..baju, dapur, buku,file jg seolah ga ada wktu utk beresin. Pekerjaan domestik selalu dikerjakan, beres2 jg, tp kok teteeep sj susah rapi. Apa yg perlu sy rubah?

Terimakasih

Jawab:  1. sy share di akhir nanti caranya..khusus mainan

2. mindsetnya.. (ini klo gemar rapi jelaskan bisa 1sesi sndiri)😅 intinya mulai dari.. (liat picture)

3. khusus kenangan, di akhir aja jika semua yg lain lain beres..

 

1⃣3⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
1. Untuk barang yang terlalu banyak itu parameternya seperti apa ya mbak? Semisal saya memiliki “banyak” mainan dan buku untuk menambah wawasan anak apakah itu boleh?
2. Anak pertama saya, saya biasakan rapi, mengembalikan mainan langsung setelah selesai bermain. Sekarang tampak sekali lebih senang membawa mainan kemana-mana dalam keadaan rapih, misal ditaruh ditas dan dibawa kemana2. Akan tetapi yang saya lihat anaknya malah tidak suka memainkan, hanya membawa mainan kemana-mana. Kalau di tanya “kok ga dimainkan”, nanti berantakan.

Sedangkan anak saya kedua, cenderung berantakan karena saya biarkan tetapi lebih bisa berimajinasi, beraktifitas sendiri dengan berbagai barang yang dikeluarkan dari rak. Kadang saya biarkan sampai besok, melihat apakah ada kegiatan lanjutan dari si adek. Ternyata ada dengan barang yang berantakan sekali 🤭

Mohon pencerahannya mbak, apakah ada tips trik atau pendapatan merubah sikap saya menangani anak-anak seperti itu? Terimakasih 🙏🏼

Terimakasih

Jawab:

1. ga ada parameter khusus klo terkait jumlah banyaknya.. krna tiap orang berbeda2 kebutuhannya..

2. ini Karakter juga berperan di sini mba.. Ada anak yg dari lahir suka kerapian. Ada yg ngga suka. Gemar Rapi mengistilahkannya (ada di slide latar belakang kenapa ada gemar rapi : nature (ini bawaan lahir) & nurture (pengasuhan/pola asuh).

Pun juga.. dg cara bermain tiap anak juga beda2… Kak Ilan 6taun (putra dari Bu Tata Gemar rapi) misalnya, kalo ngga memproduksi sesuatu ya bagi dia namanya bukan main.. Main itu bagi Ilan ya bikin mainan.

Pun misal Syahid (anak saya, 3tahun) kalo main apapun itu pasti ia jadikan kue kuean (ini mah krna suka liat abinya masak😅). jd dikasih mobil2an pun ia jdkan kue tayo.. kue ambulan.. dll. dikasih lego jdnya digoreng2 jd kue bronis..dll😅

Ada yg main itu yaa ngacak2, berisik… Ada diem2.. Ngomong sendiri…

Ada juga anak yg main dalam diam.. Krn bisa jd dia tipe pemikir. Di otaknya sih lagi main, tp kliatannya kyk ngga ngapa2in.

Nah bisa ditangkap kan yaa 1 jenis mainan yg sama aja klo dikasih ke 2 anak yg beda bisa beda cara mainnya. Coba kasih lego.. Suruh dimainin bebas.. Jadinya akan beda2. Ada yg bikin2.. Ada yg legonya dijadiin tokoh2..

 

1⃣4⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan
1) Bagaimana cara memulai agar beberes itu menjadi hal yg menyenangkan, karena selama ini yg saya rasakan itulah hal yg paling nggak disuaki ?

2) Mut ibu masih sering belum stabil jadi mut bagus rajin untuk beberes tapi saat mut kurang bagus sering anak kena omelan karena menghambur mainan, yg saya tanyakan adakah emang kita atur jadwal khusus untuk beberes tiap harinya atau setelah kelihatan nggak enak dilihat berhambur langsung rapikan bersama-sama ? Terimakasih byk

Terimakasih

Jawab:

oalah mut = mood 😅

1. cara pertama berbenah yg menyenangkan ala gemar rapi dg mengubah mindset. kita berbenah sebab sbgai kebutuhan.. berbenah mjd sesuatu yg menyenangkan di otak kita. berbenah mjd sarana menghilangkan clutter.

Jika kita melakukan sesuatu yg ngga disukai ya pasti kemrungsung..

Jd motivasi berbenahnya hrs digali dulu biar semangat..

Krn berbenah itu bisa jd berat dan nyebelin sehingga bawaannya kesel liat anak berantakin barang2.. jd ubah dlu pola pikirnya.

Kalau mau dijadwal lebih baik krn rutinitas membantu mempermudah sesuatu. Apalagi klo udah jd habit

2. khusus mood.. sy jwb dg highlight gemar rapi berikut yaa

 

1⃣5⃣ Assalaamu’alaikum…
Mba, Saya Mau mengajukan pertanyaan

Dlm rangka benah2 saya biasanya mengajak ananda ( 5thn) untuk memilah dan memilih karya dan kreasi yang pernah dibuatnya, entah gambar2, mewarnai, origami atau craft2 buatannya yg sudah menumpuk atau rusak atau tampak sudah “diabaikan”. Ini sdh saya lakukan sejak ananda usia 2 thn.
Biasanya ananda sendiri yg memilih mana yg dia ingin keep dan mana yg boleh dibuang. Beberapa kertas biasanya saya manfaatkan lagi untuk alas wadah minyak di dapur atau untuk oret2/catatan kecil.

Namun dalam hati saya ada perasaan tidak enak saat memindahkan kertas2/barang2 tsb ke tempat sampah. Ada kekhawatiran bahwa cara ini akan berpengaruh ke cara berpikir anak, misal: anak tdk menghargai hasil karyanya atau hasil karya orang lain, mudah membuang barang jika tidak diinginkan.

Bagaimana sebenarnya…apakah saya patut khawatir….? Adakah cara yg lebih baik? Krn untuk menyimpan semuanya butuh tempat dan barang2 tsb mmg sdh tidak menarik lg bagi anak.

Terimakasih.

Jawab : Wslm wr wb..

Cara mbuangnya ya 🤭.. sebelumnya kan dikumpulin dulu. Trus abis itu dipilih… Nah selama dikumpulin itu pastikan sdh mengapresiasi anak. Ngga yg abis bikin, trus dibuang gitu aja… Dibuang krn udah ngga bermanfaat lg, udah penuh dan udah ngga bikin seneng krn banyak karya2 baru yg lbh bagus..

Tp kalo bisa difoto dlu.. In case sesekali anak nyariin 🤣 kata bu tata (tim gemar rapi juga) kayak kak ilan semalem.. Minta gambar pesawatnya waktu Ramadhan tahun 2017 yg dia bikin pas nungguin ibutata tarawih 🤣

Jd Kalo kebiasaan bu Tata biasanya sblum buang karya kak ilan “ibu take picture pake hp ibu yaaa… Jadi bisa ibu liat2 terus. dimana2 ajaaa ibu mau liat bisaaa”.

pun setelah itu, gemar rapi dlm mengolah sampah kertas biasanya menggunakan prinsip 8r/8i

dimanfaatkan dlu atau dikumpulkan dlm 1box/wadah khusus kertas utk didaur ulang..

-Done.

adapun ada materi, jawaban lampiran dan pertanyaan tambahan tidak sy lampirkan disini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *