DAILY

Mimpi besar diawali dengan tindakan kecil

Itulah kata-kata yang profku sampaikan secara pribadi terakhir aku sebelum sidang akhir strata satu. Kata-kata yang memacu diri ini untuk teruuss mau belajar dan membaca ilmu pengetahuan. Di jurusan yang selama ini membesarkan mental dan semangat juangku, bersama orang-orang hebat luar biasa. 🙂

Saat ini mungkin banyak orang yang ‘mencibir’ karena aku memutuskan untuk menikah dan mempunyai anak sebelum menggunakan ijazahku untuk bekerja. Ijazah ini masih sangat hangat dan prestise digunakan karena punya ‘brand’ kampus terkenal. Ditambah gelar S.T yang mungkin bagi sebagian orang sulit diraih. Tetapi aku tetap tersenyum manis optimis, toh aku melakukan sesuatupun juga atas dasar ‘wejangan’ dari beberapa dosen sepuh yang kuhormati.

Masih kuingat, ketika salah seorang dosen berkata padaku. “Kamu sebelum S2 wajib nikah, karena kamu perempuan. Lihatlah fenomena zaman sekarang, perempuan ngejar karir, gelar tanpa melihat batas usia mereka. Jangan sampai seperti temanku yang rata-rata ndak payu (tidak laku) akibat terlalu tinggi ambisinya”.

Tidak salah memang dengan s2 terlebih dahulu atau tidak, tetapi bagiku..aku lebih mampu jika s2 setelah menikah agar ‘perasaan’ ini stabil terjaga 🙂

Pun setelah menikah, aku juga bersilaturahmi ke bapak dosenku. Beliau memberikan pesan bahwa jangan sampai menunda momongan karena itu adalah rezeki dan pelecut semangat di masa depan. Jika diberi cepat maka wajib dijaga, jika lambat wajib bersabar menantikan. Alhamdulillah saat ini aku sudah hamil. 🙂

Tetangga di bogor sekitar rumah juga sharing pengalaman. Mereka rata-rata adalah ibu-ibu berpendidikan tinggi juga mempunyai argumentasi yang sama. “Minimal punya anak terlebih dahulu teh, biar tenang dan jadi ‘tabungan’ serta semangat teteh dalam belajar”. Aku salut denga ibu-ibu itu.. Mereka luar biasa mendidik putra-putrinya hingga sukses dan mandiri. 🙂

Yah, walaupun dulu aku punya impian besar untuk ini-itu (disamping untuk menikah) namun -sekali lagi- Allah..maha penyayang dan maha tahu apa yang terBAIK untukku. Ini juga tidak lepas dari dorongan dan motivasi serta doa ibuku tercinta. Aku tau ibuku sangaaatttt TIDAK rela dan TIDAk ridho aku lanjut ke luar negeri sendirian untuk S2. Beliau selalu mengucapkan berkali-kali hal itu padaku semasa kuliah. Tapi emang dasarnya aku suka ngeyel, aku iya-in aja walo dalam hati nggak sepakat. Tapi lihatlah sekarang?? doa ibu begitu mujarab, sebelum wisuda justru aku menikah dan ikut suami ke bogor. Itu semua karena dukungan ibu dan keluargaku yang luar biasa.. yang memudahkan menantunya menikahiku putri semata wayangnya.

Dalam pandangan seorang ibu, kebahagiaan anak adalah satu-satunya kebahagiaannya. Ibuku bukan tipe orang banyak omong, bukan orang cerewet dan juga bukan orang yang mempermasalahkan hal-hal remeh temeh. Ibuku cenderung cuek tapi peduli, pendiam tapi empati dan bijaksana dalam memandang sebuah masalah. Ibuku tidak suka mencampuri urusan anaknya. Tetapi aku selalu yakin doa-doanya mengalir sepanjang masa :’)

Ibuku mirip mertuaku. Keduanya sama-sama fokus pada kehidupan pribadinya, ngga suka mencampuri urusan oranglain, tidak suka ngerumpi, tetapi bukan berarti anti pati. Justru mereka berdua adalah sosok yang “sepi dalam bekerja”.

Ibuku masih bekerja, alhamdulillah ibu sudah bisa naik motor sendiri ke pabriknya dan dipercaya menjadi leader. Ibuku single parent yang luar biasa. Aku tau bagaimana rasa kerinduannya padaku anak semata wayangnya ini.. aku bisa merasakannya. tetapi aku percaya, ibuku banyak teman disana dan banyak waktu untuk mengajari serta menasihati anak buahnya dalam kebaikan.

Ibu..

mungkin saat ini jerih payah kita belum nampak

mungkin saat ini rasa lelah dan kerinduan yang memuncak tertahan begitu saja..

tetapi aku yakin

suatu saat nanti..

kita akan tersenyum..

tersenyum dengan indah sesuai ridho-Nya

seperti kata ibu, tetap mendakti-Nya dan istiqomah

insyaAllah pahala mengalir setiap detiknya

Ibu…

I miss you

impian itu…kita awali dengan tindakan kecil 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *