MINIMALIST

Minimalis (Part 3 – Buku Fisik dan Non-Fisik)

Berbicara mengenai buku, sungguh hingga kinipun saya belum 100% move on dari buku fisik walaupun saya sudah memiliki sebuah e-reader (saya menggunakan Kobo untuk membaca literatur buku digital).

Namun dibandingkan dengan 3-4 tahun lalu, buku saya tidak terlalu banyak setelah decluttering di tahun 2017 lalu. Saat ini saya hanya menyediakan 1 rak buku khusus buku saya dan semua literatur. Jika ada buku baru, saya tidak menambah rak namun berusaha untuk mengeluarkan yang lama. Sebab saya sadar, inti dari buku adalah isinya, wawasannya dan apakah sudah diterapkan atau melekat ataukah belum. Maka kebiasaan saya, jika masih ada buku yang belum dibaca sebisa mungkin saya cicil dulu bacanya. Walaupun itu tidak mudah, melihat kesibukan yang luar biasa 🙂

Rak buku saya di rumah, dari 5 rak kini hanya ada 1 saja dan ini rutin dibersihkan.

Untuk menghindari menumpuknya buku, saya lebih sering meminta suami untuk meminjam buku di perpustakaan kantornya yang aktif meng-update buku baru setiap bulan. Maka saya bisa membacanya tanpa perlu menyimpannya.

e-reader saya, Kobo touch by rakuten japan

Adapun untuk buku digital – biasanya literasi berbahasa inggris, untuk materi gemar rapi- saya simpan di kobo e-reader. Awalnya saya baca e-book melalui komputer/laptop dan smart phone namun cukup membuat mata saya lelah, dan akhirnya diputuskan untuk membeli e-reader dibandingkan tablet atau smart phone.

Untuk anak bagaimana?

Anak saya mulai saya berikan pemahaman bahwa buku adalah ‘teman’ sejak dini. Dengan memberikan khusus rak dia dan meletakkannya sesuai dengan tinggi badannya. Sebab pada metode gemar rapi, lebih menekankan untuk mendesain atau menciptakan suasana rumah yang ‘ramah anak’. salah satunya dengan menyediakan spot khusus anak bereksplorasi 🙂

mainan, meja belajar dan rak buku anak

Demikian kondisi rumah (kontrakan) saya dalam menata buku. Bukan minimlais ekstrim, namun menurut saya inilah yang ‘nyaman’ menurut saya dan keluarga 🙂

CIta-cita kelak jika punya rumah sendiri inginnya itu rak buku saya berdampingan dengan meja kerja saya hehe. Amiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *