Parenting Side

Sebagai seorang ibu muda dan baru, sempat saya mengalami kekacauan pertama kali setelah memiliki anak. Kenapa bisa kacau? iya bingung, gatau harus gimana. Walaupun secara teori, buku bacaan sudah khatam terbaca namun pada praktiknya memang tidak mudah.

Oleh sebab itu, pada post blog disini saya akan membagikan beberapa referensi dan praktik apa saja yang saya terapkan sehingga putera saya bisa seperti saat ini.

Parenting terbaik adalah parenting yang sudah kita lakukan dan kita ukur bahwa ini yang memang cocok. Dan semua ibu, adalah ibu terbaik. Dan semua ayah adalah ayah terbaik. Maka kolaborasi ayah dan ibu sangat penting untuk memahami dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Saya bersyukur diberikan seorang anak yang darinya justru saya yang banyak belajar.

Kata ibu saya, “kamu akan memahami bagaimana rasanya sayang ini setelah kamu memiliki anak sendiri”

Alhamdulillah.

Lantas bagaimana pola asuhnya?

Khusus pola asuh, kami kompak bahwa dari tangan kamilah anak ini kami rawat. Artinya, kami memutuskan tidak menggunakan ART ataupun pengasuh tambahan. Ini pilihan, dan kami sadar terhadap apa pilihan tersebut.

Mencoba membaca teori parenting, sembari kita pahami diri sendiri sebelum memposisikan pada anak.

Kenapa?

konon, jika kita belum ‘selesai’ dengan urusan ‘diri sendiri’ pasti akan kesulitan mengurus makhluk atau amanah yang lain.

Buku-buku referensi baik dari dalam maupun luar negeri coba kami baca. Kemudian dipraktikkan mana-mana yang sekiranya pas.

Next time akan saya share pada post blog ini. stay tune yaa ^^