PUISIKU

Puisi Tiga Belas Tahun Lalu

GEJOLAK KAWULA MUDA

Gulita malam

Hitam suram berawan

Tak sebutir tampakkan intan

Memancar deras tandas

Sungguh malam yang pekat

Sepekat jiwa tekad

Melangkah erat penuh hasrat

Selangkah jiwa putus asa

Gejolak seorang muda

Penuh dengan tali rasa

Menyala-nyala sepanjang dada

Penuh dengan mutiara kata

Dibalik kesemua itu

Nampak kuasa rayuan demi rayuan

Nyatakan diri indah gagah

Ternyata hanya penuh tipu daya

Segala dusta tanpa mata

-Nikmah-


“Mengharap Kasih Sayang –Nya”

Hamba tetap jauh menyelam

Terkenang sisa-sisa perasaan

Yang kini masih terpendam

Yang tak mungkin dapat kulukiskan

Dalam benak angan hampa

Hanya rintihan pada Tuhan

Walau kehendak hati menangis

Tersayat hidup dalam dunia fana

Yang selalu menyengat diri hamba

Begitu kejinya alam

Tanpa nampak belas kasihan

Hamba tahu perasaan luarnya

Tapi sulit menduga dalamnya

Namun hamba mengharap

Kasih sayang engkaulah lebih besar

Dari manusia

Dalam hati hamba berbisik

Untuk apa kita mengejar barang sekejap

Bila segalanya sia-sia belaka

Bukankah itu kelak akan sirna?

Tak mungkin diri-Nya menerima

Apa yang telah dibuat mereka

Selama hidup di surga dunia

Mengekang kebahagiaan nirwana


 

Kutemukan puisi itu pada blog adik kelasku, masyaaAllah. ternyata dulu pernah nulis puisi itu dan diabadikan oleh adik-adik :’) makasih yaaa~

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *