DAILY

Konmari VS 5R (Part 1)

Tiap orang pasti suka kerapian, efektivitas dan harmoni. Gak akan pernah ada orang yang mau tinggal di lingkungan bersuasana bau, berantakan, kucel, bikin boring dan tidak rapi. Manusia fitrahnya menyukai hal-hal yang indah, bersih, rapi, wangi dan menyenangkan!

Pun dengan diriku yang sejak kecil suka banget beberes. Hal tersebut terus kulakukan sampai di bangku kuliah juga. Sebelum tau metode konmari, aku udah lekat dengan metode 5R, bahkan di asrama saat masih mahasiswa menjabat 3 tahun berturut-turut PJ 5R/5S di bidang kebersihan.

Beberapa hari lalu suamiku bawa buku Konmari dari kantor. Ceritanya doi pegang semua asrama mahasiswa (beastudi Etos) di seluruh Indonesia. Jadi metode Konmari ini bisa jadi acuan dari bagian kecil dari 5R, sebab 5R merupakan gambaran besar dari suatu karakter yang sebagian kecil penjelasannya ada di konmari (menurutku ya hehe). Jadi 5R ini prinsip di perusahaan2 jepang kala itu (5S) dan kini diadopsi di seluruh perusahaan dan bahkan wilayah2 kecil seluruh dunia. Bisa juga digunakan di skala rumah. Di rumahku juga masih pakai slogan 5R. Tapi kali ini aku akan bahas Konmari ya.

Konmari ini nama orang jepang, sebagaimana prinsip 5R/5S- juga ditemukan di jepang. Konmari nama orang- yaitu Marie Kondo (marga kondo, klo di jepang suka dibalik-balik gitu, nama kehormatan biasanya diletakkan di bagian depan). Awal tau metode ini dari suamiku. Oia suamiku juga pakar 5R, jadi selama ini yang paling getol, rajin dan lebih perfect kerjaan beberesnya nih suamiku, aku hanya mengikuti dan melihatnya dia bergerak 🙂 big thanks ya suamiku.

Itu penampakan dari buku konmari yang ada di rumah, versi terjemahan bahasa Indonesianya oleh penerbit Bentang. Kekurangan buku ini gak ada fotonya tapi overall udah diwakili oleh tulisan yang jelas dan menarik. Membaca buku ini membuat diriku semakin semangat berbenah karena merapikan atau membereskan rumah dari barang2 ga manfaat filosofinya ga sekedar membuang dan merapikan~ LEBIH DARI ITU bisa membuat hidup kita semakin fresh, semakin semangat, positif memiliki jiwa baru setiap harinya. Jd wajar itu buku mjd #1newyorktimesbestseller 😎
Membaca buku ini seolah menemukan sesuatu energi baru😍

Oia ada juga versi bahasa inggrisnya, kata seniorku di Jepang seperti di picture sebelah kiri. 🙂

21728808_10210698076787343_7886180098797364043_o

Okeh, jadi apaaa sih yang mau dibahas?

Pertama, aku mau ngenalin 5R dulu supaya nyambung 😀

21728698_1741713769212909_4292466336122937551_o

jadi 5R biasa digunakan sebagai sistem manajemen keselamatan kerja (K3) di berbagai perusahaan/proyek berat. Namun pada intinya 5R bisa juga diaplikasikan di rumah tangga.

  1. Ringkas
    • Memilah barang yang diperlukan & yang tidak diperlukan.
    • Memilah barang yang sudah rusak dan barang yang masih dapat digunakan.
    • Memilah barang yang harus dibuang atau tidak.
    • Memilah barang yang sering digunakan atau jarang penggunaannya.
  2. Rapi
    • Menata/mengurutkan peralatan/barang berdasarkan alur proses kerja.
    • Menata/mengurutkan peralatan/barang berdasarkan keseringan penggunaannya, keseragaman, fungsi dan batas waktu penggunaannya.
    • Pengaturan (pengendalian) visual supaya peralatan/barang mudah ditemukan, teratur dan selalu pada tempatnya.
  3. Resik
    • Membersihkan tempat kerja dari semua kotoran, debu dan sampah.
    • Menyediakan sarana dan prasarana kebersihan di tempat kerja.
    • Meminimalisir sumber-sumber kotoran dan sampah.
    • Memperbarui/memperbaiki tempat kerja yang sudah usang/rusak.
  4. Rawat
    • Mempertahankan 3 kondisi di atas dari waktu ke waktu.
  5. Rajin
    • Mendisiplinkan diri untuk melakukan 4 hal di atas.

Inti dari 5R adalah kebiasaan baik -disiplin- mengerjakan kelima hal diatas. NAH kalau Konmari nih detail dari teknis bagian Ringkas dan Rapi 🙂

Konmari menegaskan padaku bahwa JANGAN MENYIMPAN BENDA/BARANG YANG TIDAK DIPAKAI, TIDAK MANFAAT, TIDAK MENIMBULKAN RASA GEMBIRA. Jadi, selama ini emang bener, walau aku suka meringkas, merapikan ini itu tapi kayak gak bahagia sebab ada 1 problem yakni : MENYIMPAN BARANG BERLEBIH yang itu gak menimbulkan rasa bahagia bahkan menyimpannya tapi gak pernah kusentuh. Contoh : hiasan remeh temeh (udah gak bikin bahagia, memenuhi ruangan juga, nggak seger) atau pakaian kenang-kenangan (jaman kuliah) yang gak pernah kusentuh, kertas-kertas seminar dan beberapa barang yang kupajang tapi gak kupakai, gak menimbulkan rasa bahagia justru yang ada ngejubel didalam lemari wkwkwkkwkw.

Jadi, langkah pertama dari Konmari ini mengeluarkan semua barang dalam 1 ruangan dengan tujuan : SORTIR. Gak sekedar sortir tapi ada caranya yaa, kalau mau beli bukunya bisa ke aku aja murah kok… hehehe

Apa sih keunggulannya?

Oke salah satu aja ya, jujurly aku gak suka nyetrika! kegiatan melipat lipat baju kucel dari jemuran kemudian menyetrika – bukan aku banget, walau aku rajin beberes tapi BIG NO untuk nyetrika wkwkwk. Nah sejak kenal konmari nih, nyetrika, melipat baju jadi bikin nagih lagi dan lagi. Ko bisa? iyaaa karena dengan sepenuh hati aku memahami filosofinya (dari bukunya). Contohnya kayak gini ya (sumber : foto google)

Current-Drawer-680x453

Okeh, hikmah dari Konmari ini bagiku adalah :

  1. Membuat hidup kita gak konsumtif, gak berlebihan, gak mubazzirin sesuatu, hemat dan efektif. karena hanya menyediakan tempat untuk benda-benda yang manfaat dan dipakai oleh kita.
  2. Membuat diri kita mampu melepaskan beban dengan baik, beban pikiran salah satunya yaitu bingung didalam rumah/kamar sendiri. Jadi mengurangi beban dengan mengeluarkan yang tidak disukai dan tidak dibutuhkan. Bisa jadi terapi psikis. Suasana ruangan juga lebih lapang, luas, segar.
  3. Makna sedekah. kadang kita gak ngeuh dengan hadist yang kurang lebih gini “tidak dikatakan sempurna iman jika seseorang belum mencintai orang mukmin seperti ia mencintai dirinya sendiri” (lupa konteks detailnya) jadi kadang kita nyimpan benda yang kita sayangi banget padahal gak berguna di kehidupan, lha lantas buat apa? lebih baik diberikan pada orang untuk mendapatkan kemanfaatannya kan 🙂 jadi ketika kita membuang barang kita coba kita sortir yang baik dan bagus bisa kita sedekahkan untuk sesama 🙂

Dll.

Sebenernya masih banyak yang mau ditulis, tapi karena pagi ini mau beberes PAUD dan display ruangan PAUD maka gabisa lama-lama di depan komputer. Okeh, semangat semuanya yaa, tar kalau ada waktu kita lanjutkan bahas detail konmari disini. Mau tanya-tanya bisa tinggalkan pesan di komen blog yaa 🙂

SEMANGAT ^^

1 thought on “Konmari VS 5R (Part 1)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *