DAILY

Sabar itu tiada batas

Hidup ini bukanlah tentang mereka yang berbuat baik di hadapanmu, namun tentang mereka yang tetap setia di belakangmu.

Memang, begitulah adanya. ketika saya mulai berfikir kenapa saya mempertahankan seseorang dan berusaha memaafkan (meminta maaf juga) pada orang lain terkait ketidaksabaran yang dan ketidaksetiaan dalam membersamaiku dalam hidup, kurasa Tuhan akan memberikan sosok yang lain yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kondisiku.

dulu, aku selalu berfikir bahwa satu orang, atau satu gengs dan mungkin satu orang yang sangat dipercaya bahkan sudah dianggap saudara sendiri kini telah pergi menghilang dan tidak peduli lagi. itulah uniknya, uniknya hati. yang mungkin terkadang saya masih ingin menjerit keras kenapa bisa seperti itu..

jika seseorang berkata, “oke, saya memang sabar. namun saya sering mengalah dan batas kesabaran saya sudah sampai disini. silahkan pergi dan silahkan jauh dari saya” atau berkata, “kita sudah tidak bisa bersama lagi, walaupun itu sebagai seorang teman”

memang, pahit pada kenyataannya. sakit pada perasaan dan pedih ketika diingat.. sebuah kesabaran yang berujung pada batas yang itu datang secara tiba-tiba tanpa mengecek fakta yang ada. biarlah Allah yang menilai. cukup.

untuk seorang sahabat yang entah peduli dan tidak. atau sudah memblack list/meremove saya dari kehidupannya.. kurasa sikap diam dan tidak memberikan penjelasan secara jelas bukanlah cara tepat untuk membuatku paham. saya bukanlah sosok yang bisa membaca pikiran orang,

dan memang, jika seseorang mengaku sudah sabar.. sejatinya belum bisa dikatakan sabar.. karena sabar itu tiada batas..

hanya doa-doa yang mengalir yang mampu kugulirkan. untukmu. ya untukmu, sahabatku.. ukhtifillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *