DAILY

Sabtu Menunggu

Badan Syahid masih panas, seharian hanya didalam rumah. Sementara perut saya kembung. Bangun kesiangan nggak sholat sejak kemarin dan pastinya telat olahraga. Biasanya jam 6 pag isudah beres olahraga, tadi pagi malah mendung gakbisa keluar. Akhirnya memutuskan untuk senam dan meditasi. Tak lupa mengajak adik ipar yang menginap di rumah ; maryam dan Dede.

Suami masih di medan, kabarnya setelah dari GAyo, Aceh langsung menuju ke Medan. Prediksi hanya 5jam ternyata sampai 10 jam macet parah, agenda seminar konMari akhirnya mundur 2,5 jam, dari jam 9 menjadi 11.30 hingga 13.30. Sorenya langsung ke stasiun menuju bandara Medan (sudah terhubung ke bandara) dan malam ini menuju soeta. akupun menunggu.

Dalam pikiran paling berat sepekan ini adalah HP. sejak senin lalu tetiba mati dan entah bagaimana nasibnya. Sepertinya aku membutuhkan HP cadangan, maka pinjam HP jadul ke teman suami. Efeknya aku kesulitan koordinasi bisnis rktim, komunitas dan beberapa job tulisan. Argh~

Sabtu ini aku menunggu, menunggu suami pulang. Menanyakan kabarnya apakah kondisi fisiknya oke. Untuk kopdar besok akhirnya kami cancel, waktunya rehat dan membersamai anak yang sedang sakit. Setidaknya dengan ini aku bisa sedikit membagi waktu khusus. Seperti malam ini, masih kusempatkan menulis blog ini. Semalam juga ketika menulis panjang tentang ielts malah lupa gak dipublish, endingnya masuk draft dan terpotong. ckckck.

Oke, inspirasi hari ini cukup 1 : menjadi ibu sekaligus istri harus kuat fisik dan jiwa. Olahraga, meditasi dan keluarkan energi negatif melalui tulisan. Setidaknya hal ini mampu menjadi sedikit ‘terapi’ dari berbagai beban yang ada di pundak. Kudu kuat Mak 🙂

403679573-waiting-wallpapers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *