IBU PROFESIONAL RUMBEL MENULIS

Salam Pramuka

“Te-puk Pra-mu-ka!” kakak tingkat saya berseru lantang dalam agenda kepanduan kala itu.

Kemudian dengan serentak kami menjawabnya dengan tepukan berima. Tepuk 3x, Tepuk 3x, Tepuk 7x.

Whuah! sudah lama rasanya saya tidak menggali memori ini. Zaman ketika aktif di Pramuka.

Saya tekuni itu kegiatan dari SD, SMP hingga SMA. Sayangnya zaman kuliah sudah tidak lagi bergabung dengan klub pramuka-padahal banyak sahabat dan friend zone (ahahahaha) saya menjadi bagian penting dari klub itu.

Hal yang paling saya ingat jika mendengar kata ‘pramuka’ adalah jiwa-jiwa pemuda. Dan memang demikian faktanya bahwa pramuka adalah singkatan dari ‘praja muda karana’ yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya.

Jika dilihat dari definisinya, bisa jadi hingga detik ini saya masih bisa digolongkan menjadi bagian dari pramuka -walaupun tidak terlibat secara struktural – sebab jiwa ini masih bersemangat membara dan memang saya suka membuat karya.

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandumu

Apa yang diingat dari pramuka?

Saya paling ingat adalah makna tunas kelapa, dasa dharma pramuka dan kegiatan camping yang mengasyikkan.

Dulu seolah saya bangga terlibat di pramuka, namun ketika dapat materi lambang tunas kelapa dan sejarahnya seketika saya termenung. Sebegitu besarnya ya gerakan ini.

Gerakan pramuka di Indonesia punya sejarah yang panjang (bisa googling sendiri ya kawan), namun baru dibakukan atau diresmikan di tanggal 14 Agustus, hari ini. Pramuka sendiri sebenarnya mempunyai sifat yang luas dan luwes, yaitu nasionalis, international dan universal. Artinya kegiatannya memang besar namun digerakkan dari lokal (daerah terkecil).

Pramuka yang saya ingat selalu fokus kepada kegiatan kepanduan. Seperti bagaimana menjadi sosok yang berakhlak, berbudi luhur, belajar sambil melakukan (learning by doing), belajar skills/kecakapan, hingga belajar memahami perbedaan. Kegiatannya juga fun, mendidik dan menarik. Dari pramuka juga saya belajar percaya diri, belajar memimpin regu dan berani bertindak serta berfikir cermat.

Dari filosofi Pramuka yang punya lambang tunas kelapa aja saya sudah mulai mafhum saat itu, mengapa harus seperti pohon kelapa -yang hidup dimanapun dan kapanpun-senantiasa memberi manfaat. Tidak hanya itu, akarnya juga kuat menunjang kokoh. Hal ini memberikan kesan hingga kini, jika dulu saya bagian dari tunas kelapa, kini saat sudah dewasa seharusnya sudah menjadi bagian dari masyarakat yang memberi manfaat seperti pohon kelapa. *selftalk, reminder myself

Tentu ada juga yang tidak menyenangkan di pramuka yaitu ketika kenaikan tingkat (ada ujiannya, hahaha) dan menghapal simbol atau kode sandi yang rumit sekali, namun sekalinya bisa jadi sok-sok gitu kita ngerjain teman yang tidak aktif di pramuka dan bisa curhat di kertas atau buku manapun tanpa takut diketahui apa artinya. Bahkan ada momen dimana saya pernah berkirim surat dengan menggunakan tulisan sandi dengan sahabat saya di kelas kwkwkw..

Masih ingat dengan Bapak Pramuka dunia?

Setelah saya telusuri, ternyata selama ini ada informasi yang kurang afdhol yang pernah saya terima. Dulu saya mengira jika Robert Baden-Powell itu seorang militer saja. Ternyata beliau juga seorang penulis! *yeayyyy, ayo kawanku semangat nulis juga ya

Malah, Baden-Pawell terkenalnya juga sebab beliau menuliskan buku saku ‘Scouting for Boys‘ yang ditujukan kepada anak laki-laki kala itu. Buku tersebut laris manis. Setelah menikah barulah mendirikan kepanduan untuk perempuan, dari sini saya mafhum akhirnya kenapa perempuan dan laki-laki dipisah. Kalau didalam islam kan jelas ya, hehehe, tapi ini kan pelajaran universal yang sudah diterapkan lama- maka saya akui, saya merasa nyaman dengan kegiatan pramuka sebab demikian adabnya, kemah laki dan perempuan terpisah satu sama lain, regunya juga.

Baden Powell mendirikannya 1 Agustus 1907, beliau meninggal tahun 1941 di Kenya. Kini, walaupun jasad sudah tiada namun gerakannya masih dirasa di seluruh dunia.

Di Indonesia, dikenalnya tgl 14 Agustus 1961. Dan hari ini saya ingin mengucapkan ‘selamat hari Pramuka’ Indonesia 🙂 semoga semakin jaya dan menebarkan manfaat untuk generasi mendatang.

Salam Pramuka,

dari Calon Pramuka Pandega yang enggak kelar masa belajarnya 🤣

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *