DAILY EDUKASI

Self Talk

Sesuai janjiku pada beberapa orang untuk menulis terkait hasil dari belajar dan mempraktikkan self talk. InsyaaAllah 2019 lebih baik ya 😉

Seringkali orang mengatakan apa-apa yang tanpa sadar terucap yang kemudian terjadi. Pun dengan diriku, kusadari terkadang masih ada saja sesuatu yang terulang yang seharusnya dihentikan. Kalo diriku misalnya as a yeswoman. Nikmah tahun lalu dan sebelum sebelumnya acapkali jadi orang nggak enakan dan bikin ngga enak diri atau jiwa sendiri. Disuruh ini itu, ya iya aja. Sulit mengemukakan alasan untuk berkata tidak. Mungkin jika kalian ada yang seperti itu, artinya kita sama. Sama-sama perlu memperbaikinya.

Atau ekstrimis lain yang sifatnya menolak. Ada seseorang yang kukenal juga suka sekali menolak. Merasa nggak mampu. Atau menolak sebab terlalu rendah penawaran. Banyak juga yang kurang memperhatikan lawan bicaranya. Pun demikian dengan perjalananku selama ini, mengenali berbagai latar belakang dan model karakter semakin menambah wawasan bahwa “inilah dunia” disini setiap individu unik adanya.

Self talk pertama kali kutahu makna sejatinya saat mengikuti seminar dengan seorang master self talk indonesia. Beliau belajar banyak hal efek kegagalan di masa remajanya, kemudian beliau ubah ‘wajah’nya menjadi wajah yang lebih baik (dalam hal ini adalah self talk). Jadi, apa itu self talk?

Self talk ini adalah salah satu bentuk komunikasi manusia dengan dirinya sendiri. Self talk bukanlah sekedar kata-kata yang bisa kita ucapkan pada diri sendiri dalam bentuk verbal, justru yang tak terucap itulah (walau sekedar berwujud niat, ucapak bathin) yang sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Nggak hanya ucapan diri, ucapan oranglain yang masuk kedalam diri kemudian dijadikan pedoman atau pandangan juga masuk kedalamnya.

Self talk merupakan salah satu dari sekian banyak the law of universe. Jika kita kenal the law of attraction, the law of vibration, the law of servomechanism dll.. maka self talk juga bagian darinya.

Gimana cara kerjanya?

jika kita meyakini atau mengucapkan (walaupun tanpa kata, hanya sembunyi didalam pikiran) berulang-ulang, setiap hari itulah yang akan terjadi.

Setiap kejadian atau peristiwa yang hadir didalam kehidupan kita, kitalah sendiri yang mengundangnya dan memutuskannya.

Jadi, misalnya kita melihat kejadian A. kemudian kita berfikir dan memutuskan X maka ia akan menjadi X.

Maka, jika kita mau menyalahkan kenapa nasib kita demikian? ini semha karena diri kita sendiri yang memutuskannya. Allah sebagai Robb kita sesuai dengan prasangka diri kita yang selama ini membangun self talk X tersebut.

Jadi, 2019 ini mau mengubah self talk apa?

yuk sharing 🙂

1 thought on “Self Talk”

  1. Mau jadi ibu yang sabar untuk anak-anak
    Mau jadi ibu yang selalu berkata yang baik kepada anak-anak
    Yang punya pegawai minimal 4 untuk bantu usaha khadija.syari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *