DAILY

tanggal 16-18 Mei 2012

tanggal 16

hari ini aku pulang kampung,, sebenarnya uda terbiasa ga pulang kampung tapi ini karena ada keperluan, hehe..

keperluanku adalah ketika beberapa minggu yang lalu ibuku bercerita terkait rencana pernikahan tanteku. oia, aku sekeluarga tinggal bertiga.. (berempat denganku) di rumah nenek. ibuku, nenek dan tanteku tinggal bersama selama aku menempuh kuliah. ibuku belum punya rumah, punya tanah kosong tetapi belum dibangun.

maka, karena tante akan menikah (dan seperti biasa orang jawa itu punya adat bahwa anak ragil (terakhir) akan menempati rumah ortu) maka mau tidak mau aku dan ibu harus pindah rumah. ga enak banget kan jika dalam 1 rumah tangga trdapat 2 keluarga (dalam hal ini walaupun ibu belum menikah lagi tetapi ga enak banget sama tante)

sehingga akupun memutuskan pulang..

naik travel berangkat jam 5 pagi dari surabaya.

kebetulan,, aku bawa barang banyak,, yakni buku2ku selama kuliah 2 tahun (kebanyakan buku bacaan dan diktat biasa) maka aku membawa 1 koper besar isi baju2ku, 3 kardus ukuran aqua kardus berisi buku-buku.

selama perjalanan,, aku sangat berharap semoga sampai di rumah dalam keadaan sehat (jujur, aku sempat pusing dan sakit sebelum berangkat). tetapi ahamdulillah selama perjalanan lancar dan tidak kekurangan satu apapun (hanya menahan rasa lapar saja, hehe).

berangkat pukul 5 pagi tidak menjamin tiba di rumah dengan cepat walaupun naik travel (yang notabene mengantarkan kita sampai depan rumah). ternyata dugaanku sampai rumah jam 11 siang (maksimal) ternyta sampai rumah jam 12 lebih seperempat.

rutenya seperti biasa (namanya juga travel, ya harus menjemput orang di sana-sini) dari surabaya timur (aku, daerah sukolilo) terus berjalan ke tengah (daerah pasar deket unair) kemudian daerah barat (ketintang) dan terakhir sidoarjo.

penumpangnyapun bervariasi..

yang duduk di bagian depan (deket pak sopir) ada pasangan china. mereka berdua berbisnis di Lumajang (punya toko merangkap rumah di daerah klakah pasar Lumajang) namun rumah tetapnya di surabaya. [benar saja, bahwa rezeki itu 90% dari dagang, 10 % lain-lain. pantesan banyak orang china yang kaya raya]

yang di sebelah samping kiriku ada 2 ibu-ibu dan 1 putri. mereka berdua menuju situbondo, namun tidak pakai travel situbondo karena mau tansrfer di Tongas (turun Tongas, probolinggo kemudian naik travel lagi menuju situbondo)

yang berada di belakangku, ada anak china yang (sepertinya rumah saudaranya di surabaya-perumahan elit) dan dia turun di Pasirian, Lumajang depan Lapangan deket Indomaret. sepanjang perjalanan dia menyanyi2 terus.. ckck..

yang ada di samping anak china itu ada seorang ibu2 (rumahnya di Lumajang, perumahan baru). beliau sepertinya seorang pegawai negeri dari rumah saudaranya (yang elit- kita menjemputnya di daerah sidoarjo dekat GOR DELTA) bersama seorang putra dan seorang putrinya yang masih remaja.

perajalanan sangat lancar. walau sedikit macet, hehe.. deket porong sih..

yang menarik selam perjalanan adalah ibu-ibu disampingku itu.. beliau suka banget ngrasani suaminya.. padahal suami haruslah dihormati, jikalau memang terdapat salah dan kekurangan seharusnya saling mengingatkan dengan cara ma’ruf. sayangnya, jika aku memberi beliau nasehat takut dikira mengurusi urusan rumah tangga orang 🙁 akhirnya aku hanya bisa bercanda dengan putri kecilnya yang sedikit cerewet itu, hehe

sampai di Tongas, pak sopir mau sarapan. sedangkan keluarga yang ada di samping kiriku berpindah travel dan diganti dengan seorang ibu2 dengan putra kecilnya. kuamati wajah beliau terlihat dari desa, tapi aku kaget ketika putranya memanggil ibunya “mama” :O waoo.. ternyata pengaruh televisi dan gaya hidup sungguh luarr biasa ya di zaman ini. ketika seorang ibu bepergian tanpa mahramnya tanpa kerudungan hanya dengan putranya sebenarnya sungguh berbahaya (putranya masih kecil). namun beliau dengan (maaf) baju seksinya itu sungguh pede 🙁 tapi setelah kuajak berbincang, ternyata beliau itu merantau dan pulang ke rumahnya (yosowilangun). aku tidak berani menanyakan dimana suami beliau (takut tersinggung) karena melihat putranya yang (cakep) itu aku jadi tidak yakin kalo keluarga (maaf) dari desa itu bisa punya putra yang cakep jika ayahnya biasa-biasa saja *astaghfirullah

di Tongas, orang2 pada jajan di restoran, tetap iaku diam saja. harganya mahaaal euy.. maka aku hanya bisa mengamati dari jauh (dari dalam mobil sambil ndengerin musik perjuangan, hehe)

kulihat di depan restoran itu ada franchise pisang tepung yang digoreng dengan tepung semacam kentucky (namanya pisang gober). yang berjualan (menjaga) gerobak stand pisang gober itu seusiaku atau kira2 1 tahun di atasku, wanita muda berkulit cokelat. pakaiannya ketat dan ketika tidak ada pembeli, kerjaannya memotong es batu dari dalam box untuk dipecah kecil2 dimasukkan ke dalam termos karena selain jualan pisang gober juga es gober.

aku berfikir,, sedikit merenung juga (pas pula dengan iringan musik lagu pembebasannya mahasiswa 1998) kadangkala jika dikalkulasi, berapa banyak pemuda yang bekerjanya masih di bawah standar UMR? aku yakin perolehan jualan franchise itu hanya dinikmati owner dari gerobak itu bukan mbak penjualnya. karyawan semacam mbak itu mungkin hanya mendapat 10% dari laba. aku miris. bagaimana bisa maju jika pemuda kita dididik menjadi buruh (karyawan)? apalagi yang tanpa keahlian semacam mbak itu. mudah sekali dilecehkan dan dihina. di satu sisi, aku melihat mobil mewah berjejeran.. mereka asyik belanja dan makan mewah tanpa peduli orang di sekitarnya.. padahal aku melihat dengan mata kepalaku sendiri,, di depan warung makan itu ada seorang kakek-kakek pemotong rumput yang sudah tua dan kurus kering.

ya!! itulah KAPITALISME. semuanya diukur dengan materi (uang, uang, uang) semua diperoleh dengan liberalis, serba bebas:(

benar saja, negara yang menganut paham ini (hampir di seluruh dunia) akan menuai kehancuran. kita tengok saja Amerika.. sudah hampir roboh tuh negara.. sakingnya, kita ditutup2i media untuk melihat faktanya.

kembali ke perjalanan..

selesai pak sopir sarapan, kita meneruskan perjalanan.

ketika sampai di gerbang selamat datang di kabupaten Luamajang, aku deg-degan. ingin rasanya pulang segera memeluk ibu. jujur, aku kangen banget sama beliau. ibuku yang (walaupun miskin) tapi tetap cantik, cantik hatinya dan parasnya 🙂

melewati jalan pertokoan, sudah banyak bangunan baru yang berdiri. semacam warung makan jakarta, rumah oleh-oleh makanan khas jogja.. waah.. serba lengkap, namun sayang.. keasrian lumajang (yang dlu notabene banyak pohonnya) kini dihuni oleh industri dan perumahan. lahan-lahan hijau ditebang untuk kepentingan komersial dan indsutri. akibatnya, Lumajang tidak sedingin dan se asri zaman dulu 🙁

pukul 12.00

aku sms ibuku, beliau sudah menunggu di depan jalan. ketika travelku mendekati jalan menuju rumahku, rasa tangisku hampir pecah. bukan karena jarang pulang. tetapi sungguh rasa berdosa dan banyak kesalahan telah kuperbuat di keluargaku. aku membarkan mereka hidup miskin, sementara aku di surabaya (jujur) hidup serba berkecukupan. namun ketika pulan kemarin itu,, sungguh aku bertekad untuk membangun desaku, membangun karakter masyarakat yang masih sekuler (menganggap ilmu pengetahuan terpisah dengan agama, padahal didalam islam.. pengetahuan ditopang oleh agama)

sampai disana, aku segera menempati rumah baruku dan ibuku..

aku berharap, semoga kelak aku mampu membahagiakan beliau. membelikan rumah beliau dan menaikhajikan beliau. aku sayang ibuku, karena hanya ibukulah yang paling mengerti aku. walaupun di sana-sini aku juga punya ortu angkat yang juga baik padaku, namun tanpa ibu yang melahirkanku.. aku bukanlah siapa-siapa

*ibu, I love you :*

tanggal 17

aku di rumah, bersih2.. di pagi hari belanja alat kebersihan, seperti sapu, sekop, kemoceng, bak, selang, pel-pelan dan serbet. hehe..

aku bersihkan kamar mandi, dapur, ngepel rumah dan geser-geser almari. yeah maklumlah rumah baru dihuni 🙂

alhamdulillah,, rumah baruku nyaman.. dan bersih

walaupun masih memiliki sedikit barang, tapi insyaAllah selama berjuang kelak bisa mandiri dengan ibu 🙂

sore harinya ada adek2 olimpiadeku (yang duduk di kelas 3 dan 1 SMA) ke rumahku. seperti biasa, mereka meminta nasehat dan motivasi.. tak lupa pinjam buku yang bermanfaat pula. aku senang, karena selain aku ga punya adek akupun suka banget berbagi pengalaman dengan oranglain 🙂

akhirnya, diskusi panjang dengan adik2ku yang (mayoritas) terkena virus sekulerisme dan kapitalisme itu sedikit tergambarkan bagaimana hidup ini.

sedikit menyampaikan, aku mengatakan pada adik2ku bahwa saat ini umat islam dikerubuti oleh orang asing layaknya seseorang mengerubuti hidangan lezat di meja makan. mereka mencaplok bahkan menindas umat islam dengan pemikiran. pemikiran seperti apa? seperti ini nih :

1. amerika telah membuat mapping the world 2015 yakni untuk negara terkhusus paling empuk sebagai sasarannya : INDONESIA. mereka membagi manusia di indoensia sebagai aset “pembodohan” yakni melalui lagu, gaya hidup materialis (mementingkan kepentingan individu yang akhirnya individualis) dan pendidikan.

mereka memetakan kita dalam 2 kategori, usia remaja (12-19 tahun) dan produktif (19-49 tahun) yan gdibombardir dengan gaya hidup kapitalis (materialis)

2. gambaran anak sekolah zaman sekarang akibat media. hal itu sengaja dibuat sebuah sistem “dajjal” untuk merusak moral dan menjauhkan para anak dan remaja kita jauh dari nilai-nilai islam. bahwa mediapun yang menguasai saat ini adalah orang asing. apabila islam melakukan aktifitas yang damai (semacam seminar, halaqah dan kegiatan yang positif) maka tidak akan diliput oleh media. justru sebaliknya, media adalah sebagai tempat penghujat dam memojokkan islam (kecuali beberapa media yang syiar islam-walo sedikit dibatasi)

3. adanya sikap pragmatis dalam setiap individu, yakni menganggap urusan negara bukan urusan mereka. mereka tetap menutup telinga dan mata dari fakta yang ada di sekitar, lebih cenederung memperkaya diri dan mengurus diri dan tidak memperdulikan sekitar. contoh realnya adalah sumberdaya alam kita yang menjadi hak rakyat malah diprivatisasi untuk kepentingan asing 🙁

maka, aku berusaha membuka pikiran adik2ku itu agar terhindari dari jebakan zaman kapitalis ini (yang pengusungnyapun hampir di ambang pintu kehancuran-amerika)

tanggal 18

sebelum pulang aku pulang, aku bertemu dan main bareng dengan puput. sahabat sejak SMA. dia mengembalikan modemku dan kita jalan ke pasar untuk membeli sepatu dan kerdung 🙂

setelah itu berangkat pukul 9 pagi dan sampai di surabaya pukul 15.00

alhamdulillah 🙂

——–

demikian,, agenda pulang itu bukan untuk mengistirahatkan diri apalagi bersenang-senang… namun agenda pulang adalah untuk mentransfer ilmu dan wawasan yang aku dapatkan selama di surabaya untuk masayakat. ada PR besar didalam diriku, yakni mengislamkan orang islam an berusaha membuka pikiran pragmatis tersebut menuju pemikiran yang sesuai dengan landasan kokoh agama sempurna ini : islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *