Aliran Rasa Game Level 6 #Menstimulasi Anak Suka Matematika

Enggak terasa sudah menginjak 1 semester (6 bulan) sejak level pertama. Hari ini, 27 September 2019 – setelah perjalanan panjang 17 hari (dari tanggal 5 hingga 21) menuntaskan tantangan untuk memberi stumulasi anak agar menyukai matematika- saatnya saya mengalirkan rasa, perjalanan di level ini seperti apakah naik-turunnya?

Pada level enam ini, seperti tugas sebelumnya saya menyukainya dan anak pun demikian. Saya dan anak di rumah menyukai matematika, dalam tantangan kali ini- saya pribadi seperti menemukan ruangan untuk merealisasikan apa yang sudah dirancang. Saya menggunakan parameter sendiri untuk mengajarkan alur berpikir mathematics kepada putera saya.

Konon, anak laki-laki pada usia balita memang akan membuat kita super repot, lelah. Namun, seiring waktu berjalan, kelak, anak laki-laki inilah yang justru akan melekat ke diri kita, ibunya- jika kelekatannya benar. Berbeda dengan anak perempuan, sepertinya mudah untuk diatasi di usia balita, bahkan jauh lebih mudah karena sama-sama perempuannya dengan seorang ibunya. Namun, justru effortnya kelak ketika dia beranjak remaja, jauh lebih sensitif sebab akan melibatkan emosi/perasaan-berbeda dengan lelaki yang tumbuh perlahan logikanya. Maka, kesempatan di level inilah betul-betul saya optimalkan untuk memberi pondasi logika mathematics itu kepadanya

Parameter yang saya gunakan :

  • Memahami pola-pola hubungan, sebab-akibat.
  • Bereksperimen mengungkap fakta.
  • Kemampuan memecahkan masalah (problem solving).
  • Menciptakan sesuatu dg angka dan penalaran.
  • Mengenal konsep yang sifatnya kuantitas.
  • Menggunakan simbol abstrak untuk menunjukkan konkret.
  • Mampu menjawab dan bernarasi singkat tentang projectnya.

Khusus calistung bukan menjadi tujuan pokok, sebab awalannya saya menerapkan dari yang kongkrit menuju abstrak (untuk mengenal bentuk, warna, sensori dan rasa -sebelum mengenal simbol dan bilangan). Tentu karena otak anak dalam fase percepatan impuls, ini penting diperhatikan. Segala hal yang dia dengar, rasa dan lihat akan sangat mempengaruhi kerja berpikirnya. Itulah kenapa di rumah saya enggak menyediakan televisi, selain untuk melindungi konsep dasar anak dalam berpikir, juga melindungi things of think-nya anak. Saya enggak mau anak ketergantungan pada alat elektronik.

Dalam praktiknya, sebisa mungkin memang saya bebaskan. Syahid bukanlah anak yang mau disetir, curiousitynya tinggi. Permainan yang paling dia suka adalah rakitan, dengan menggunakan bahan ala kadarnya, bahkan untuk belajar berhitung pun dia lebih menyukai mengumpulkan kerikil, batu-batuan, daun, dibandingkan diberikan alat edukasi yang bentuknya sudah jadi. Untuk permainan harian, dia menyukai lego bricks dan permainan mengolah (memasak dengan menggunakan alat dapur nyata).

Tabel selama 17 hari sebagai berikut :

Evaluasi untuk anak, kesehariannya memang enggak lepas dari matematika. Syahid menyukai logika sebab-akibat. Apalagi jika dibahas panjang dari value buku yang dia baca. Namun adakalanya dia bosan, dalam beberapa tanggal saya perhatikan kebosanan ini faktornya memang dari diri saya sendiri yang kurang optimal mendampingi. So, hikmahnya adalah harus full power untuk menjadi ibu setiap hari.

Evaluasi untuk saya pribadi adalah meluangkan waktu setidaknya sekali dalam sehari untuk mereview apa-apa yang sudah dia alami dan ingin dia ceritakan (keluh kesah dan hambatan) dalam seharian- agenda di keluarga kami namanya recalling. Konsep ini saya dapatkan dari kelas intermediate childhood optimizer. Tentu belum sempurna, namun dengan dibantu recalling ini, perasaan anak akan jauh lebih nyaman dibandingkan tanpa recalling.

Kenapa? sebab banyak orang tumbuh berpikir lompat-lompat, enggak sistematis, banyak yang belajar di hari itu tapi berlalu begitu saja sehingga mudah melakukan kesalahan yang berulang, enggak fokus, dsb.

Recalling dengan matematika ini konsepnya sama, itulah sebabnya, saya menyukai keduanya. Hingga detik ini, alhamdulillah ada peningkatan yang lumayan secara gradual dari segi bonding keluarga dan cara berpikir sistematis.

2 Replies to “Aliran Rasa Game Level 6 #Menstimulasi Anak Suka Matematika”

  1. Keren, penelitian kayak gini ini harus di banyak-banyakin, biar ada dasar buat mematahkan kemarahan emak, wkwkwk

    1. Khoirun Nikmah says: Balas

      semangat ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan