IBU PROFESIONAL

Badge Outstanding Performance KLIP Februari 2021

Alhamdulillah pagi ini sudah memasuki 1 Maret 2021. Saya bangun pagi dan membaca grup whatsapp KLIP ternyata sudah ada pengumuman badge. Alhamdulillah mendapat badge oustanding performance, dengan post blog jumlah 28 di dalam 28 hari, yaitu 1 post setor per hari.

Bagaimana rasanya Outstanding di Bulan Februari?

Alhamdulillah, dua kali, dari Januari 2021, ini merupakan pencapaian yang patut saya syukuri. Dimana aktifitas blogging jadi semacam habit dan bagian dari healing harian. Ada kalanya saya menulis kejadian harian yang dibalut dengan curhatan dan solusi, ada kalanya saya meresapi kembali tulisan sendiri dan menertawakannya. Ya, blogging is my daily healing.

Rasanya bersyukur banget, saya bergabung KLIP memang masih baru, dari 2 Januari 2021, sebab ketua rumbel di IP Bogor membagikan tautan pendaftaran. Dan untuk pertama kalinya ini saya bergabung dengan KLIP dan berhasil mematahkan rasa malas untuk menulis dan setor blog setiap hari. Bahkan ada kalanya saya mengikuti dan menulis tema-tema yang disediakan oleh KLIP.

Selama 28 hari, saya menulis beberapa tema, mulai dari materi kulwap, tema decluttering, organizing, pindahan rumah, sustainability, tulisan khusus hari sampah nasional, bedah dan review beberapa buku dan juga tugas kelas online, bunda cekatan batch 2.

Karena sudah dua kali mendapat badget outstanding dan jika dilihat dari sisi habit (micro habits) hal ini sudah mendarahdaging dan automatically, alias ngeblog bukan lagi paksaan atau sekadar gugur tugas melainkan menjadi kebiasaan dan kebutuhan (teori waktu, dihitung lebih dari 21 hari, maka sudha menjadi habits). Dan selama 31+28 hari, saya mampu menaklukkan itu. INsyaa Allah sudah menajdi kebiasaan pribadi. Nah, mungkin ada para KLIPers yang lagi baca post blog ini, ingin tahu rahasia menulis konsisten? Saya coba bagikan di sini ya.

Tips Menulis Konsisten KLIP 1 day 1 post blog dengan Minimal 500 kata per hari ala Niknik

  1. Latih otot tangan.
    Disini saya enggak ujug-ujug, sebelum 2021, saya pernah mengikuti tantangan 31 day self discovery journaling bersama teman-teman semut merah kaizen pada bulan Oktober. Hasilnya, otot tangan saya mulai lincah dan semangat menulis di blog.
  2. Perbanyak Membaca buku.
    Ya, saya punya target baca buku 8 eksemplar setiap bulan, walau meleset kadang hanya mampu 4-5 buku saja, saya sudah bersyukur. Memabca ini menjadi tabungan kosakata saya ketika menuliskan blog maupun naskah buku pribadi.
  3. Niat dan Motivasi dari dalam diri.
    Sebagus apapun orang lain memotivasi, namun jika tidak bergerak dari hati sendiri, sulit untuk konsisten. Saya pribadi sebagai orang introvert, lebih banyak menyerap energi justru dari diri pribadi, hehe, kalau dari luar atau ekstrenal terkadang menjadi rapuh.
    Untuk KLIP ini, niat saya hanya healing. Ya, saya meyakini bahwa menulis (dan berbenah) adalah bagian dari healing atau penyembuhan jiwa. Maka, jika saya tak melakukannya, serasa ada yang kosong gitu. Maka, saya jadikan ini untuk meraih keseimbangan energi dan dengan seimbangnya energi, maka saya lebih mduah dan ringan dalam beribadah.
  4. Buat Rencana (Outline) Tema Tulisan.
    Walaupun tidak saklek, kadang, ada yang terlintas di pikiran saya, biasanya saya jadikan itu konten isian blog. Makanya, agak random isinya. Saya bukan tipe orang yang rigid atau ‘harga mati’ terhadap jadwal, saya termasuk yang mendapat insight menulis di kala ide itu hadir. Oleh karena itu, untuk menghindari liarnya ide, serta fluktuatifnya pikiran, saya coba membuat boundaries atau batasan dengan outline. Namun, outline ini semacam tabungan ide, bukan yang harus dikerjakan persis saat itu juga. Misalnya saya lagi blank di saat hari itu, maka saya buka outline dan ide yang pernah saya tuliskan sebelumnya.
  5. Membuat Draft dan Melakukan Swa-Sunting.
    Ya, walau ini bukan hal yang harus, namun cukup membantu. Ada mungkin sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi di hari itu, beberapa kali terjadi, maka, saya buat draft dan menyimpannya, kadang saya membekukannya lama. Seaktu-waktu bisa saya angkat, perbaiki dan saya bagikan ke khalayak. Sampai pernah ada masanya saya mendapati draft post blog saya jumlahnya belasan dan itu cukup memusingkan, biasanya saya delete setelah tak lagi saya anggap cukup layak diangkat. Namun, di kala waktu yang lain, draft itu justru membantu saya juga, untuk menuliskan dan melanjutkan coretan di saat tak ada ide yang datang. Kuncinya, free writing, enjoy with my core idea, dan be original!

Apresiasi di Bulan Februari

Selain itu, saya juga ingin mengapresiasi diri atas beberapa pencapaian lain di kelas Ibu Profesional dan juga komunitas.

Apresiasi Sharing di Kampung Komunitas IP Bogor https://khoirunnikmah.com/love-the-home-you-have/

Setelah ini, Apa?

Sebenarnya, apresiasi itu hanya sebatas seremonial dan ungkapan syukur dalam bentuk visual saja, sejatinya, saya lebih puas dan gembira tatkala apa yang saya lakukan itu mampu mengubah hidup saya dan sekeliling menjadi lebih baik. Bukankah perlombaan dan kompetisi yang hakiki adalah berlomba dengan diri sendiri.

Setelah ini, saya tetap menulis, melanjutkan blog dan mencoba menulis dengan leih bertema. Walau masih trial-errors ya, karena dalam sebulan, minimal saya harus menghadirkann topik bedah buku, dimana buku yang saya baca ini juga beragam.

Have a nice day!
Welcome, March!

Tinggalkan Balasan