DAILY

Berat Hati

Sejak kemarin lusa suami saya sakit, demam, panas kemudian kepala berat. Sejak bulan lalu memang kegiatan padat dan tidak diimbangi dengan pola sehat. Serba cepat dan tergesa. Saya sendiri masih ‘sibuk’ menata diri untuk seimbang, mulai belajar meditasi dan olahraga secara konsisten. 2018 harus berubah lebih baik, itu prinsipku.

Namun ada sesuatu yang belum clear tersampaikan bahwa suami berangkat untuk ‘melamarkan’ adik laki-lakinya ke Aceh sendirian. Ya, sendirian! tanpa ditemani seorangpun. Jujur, ini menimbulkan ‘bara api’ ada sesuatu yang belum beres di masa lalu. Saya cemburu.

Tujuannya sih baik, melamarkan adik tapi bagi saya itu tidak ahsan jika datang sendirian. Ya sih alasan ekonomi, tapi apakah tidak melihat ‘perasaan’ saya. Jika dulu saya sangat memudahkan bahkan tidak ada proses ini-itu ke keluarganya, datang tetiba akad begitu aja dan semua keluarga saya yang mempersiapkan. Sangat mudah. Tetapi ketika melihat suami dengan suka rela repot-repot bahkan dalam kondisi sakit juga membela pergi, apa gak melihat ‘perasaan’ saya sebagai istri. Bah! unfinished business emang!

Setiap hari mencoba ‘mendinginkan kepala’ dengan mencoba meditasi karena bagaimanapun juga saya juga gak memiliki hak untuk mengatur ini itu atas nama keluarganya. kata emak “yo nrimo ae wes sing penting tole kerumat”. Tapi saya punya pemahaman berbeda atas semua ini.

JELAOUS

Saatnya saya memikirkan hal lain : besok ada meeting dengan pihak Googaga untuk acara workshop. Setidaknya harus prepare dari sekarang. Sambil terus berdo’a semoga semuanya lancar, apapun itu.

Memang ini semacam api dalam sekam, seperti membuka kotak pandora. Menakutkan. saya paling gak suka dengan hal tersebut. Saya tahu, saya anak tunggal, tidak pernah memiliki saudara, tidak bisa merasakan seperti apa itu ‘rasanya’ punya kakak atau adik dalam satu rumah dalam kehidupan sehari-hari. Sah dan monggo gitu bantu apapun asalkan tidak mengorbankan diri sendiri dan keluarga yang sudah dibangun. Intinya sih, whatever.

Ah sudahlah yang penting uneg-uneg siang ini sudah tertuang, plong lega.

Dagh!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *