DECLUTTERING & ORGANIZING MINIMALIST

Berbenah Buku Update September 2020

Buat teman-teman yang baru singgah di post blog ini, bisa baca dulu di serial minimalist dimana saya berbenah buku di tahun 2019 bulan Mei (dalam rangka mengurangi clutter fisik) saya torehkan pada post blog ini >> https://khoirunnikmah.com/minimalis-part-3-buku-fisik-dan-non-fisik/

Menata buku menurut saya tidak mudah, karena attachmentnya tinggi. Itulah kenapa, ketika saya bisa minimalis di semua barang, hanya satu kategori yang cenderung lama ‘lagom’nya yakni buku. Namun karena proses menuju hidup minimalis perlu membangun komitmen untuk merefleksi seberapa jauh keterikatan itu dan dampaknya maka saya tak mau terus menerus bergumul dengan pikiran, clutter serta perasaan ‘sayang-sayang’ itu karena jika memang ‘sayang’ maka perlu dirawat, effort cukup besar jika terlalu banyak yang disimpan. Dan inilah perjalanan rak buku di rumah dari awal menikah sampai hari September 2020 ini.

Dimulai dari….nol.

Kondisi tahun 2014 kami hanya memiliki beberapa eksemplar buku yang begitu mudah bisa ditata dalam sebuah rak mini yang kami beli second hand di lapak mahasiswa IPB. Kemudian mulai bertambah ‘dengan dalih sudah bisa beli apa-apa dengan mudah’ di tahun 2015-2016, karena saya gemar sekali mengoleksi buku dan keliling ke toko offline dan online mencari diskonan wkwk. Dan hal itu semakin menjadi-jadi. Terutama ketika anak sudah lahir.

Tahun 2017, kondisinya ada 5 rak buku (di foto tidak semua masuk in frame) yang ada di kontrakan (ini ceritanya sudah pindah kontrakan ke ukuran yang lebih besar dan luas).

Kemudian di tahun 2018 saya mulai ‘sadar’, sehingga rak buku bisa saya kurangi. Dari awalnya 5 buah rak, saat itu berubah menjadi 3 buah saja. Di tahun 2019 saya kurangi juga namun mentok di 2 rak besar. Hingga akhirnya kini hanya 1 rak saja. Bagaimana prosesnya?

Beberapa hal yang saya lakukan selama proses berbenah buku :

  1. Membeli buku yang penting, sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan.
  2. Buku yang mengandung kenangan, jika kenangan positif akan saya simpan, jika negatif, relakan.
  3. Buku yang mengandung kenangan positif pun, saya sortir ulang karena jika terlalu banyak juga akan jadi clutter.
  4. Meminjam buku dan barter dengan kawan-kawan merupakan alternatif yang saya lakukan untuk mengurangi clutter.
  5. Karena inti dari membaca buku adalah penerapan ilmu, penyerapan cerita dan pengambilan insight, maka jika ada buku yang tak lagi saya gunakan atau tidak menjadi referensi biasanya langsung saya discarded.
  6. Merawat buku artinya juga merawat rak atau tempat penyimpanannya. Jika rak terbuka maka minimal sebulan sekali semua buku diturunkan dan dilap terutama bagian yang berdebu.
  7. Dari semua hal itu, langkah yang paling utama adalah menuliskan aktifitas, impian dan hal-hal yang ingin diperbaiki. Saya pribadi memiliki goals hidup minimalis, supaya clutter free. Maka, perabotan pun saya kurangi, simpan dan tata yang benar-benar saya butuhkan, fungsional.

Adapun untuk menata buku, secara general bebas saja. Kalau saya, prinsipnya menentukan raknya dulu atau ukuran storagenya. Kemudian saya isi. Untuk isinya pun tidak 100% buku semua karena ada dokumen dan juga beberapa stok buku yang saya jual. Jadi, ya benar-benar yang saya butuhkan dan memang digunakan sehari-hari.

Karena di bulan Agustus saya pindah kontrakan (udah 4x pindah nih wkwkkw) maka saya menata ulang isi raknya. Saat itu masih 2 rak yang bertahan.

Intro- 18 September 2020- berbenah buku di kontrakan ke-4 (kondisi saat ini masih ngontrak, sambil memantau progress rumah)

Kemudian bongkar semua, turunkan, list semuanya, apa saja yang dimiliki.

Kemudian semua buku itu saya sortir dan saya bagi sub-kategorinya.

Setelah itu,saya buat kesimpulan sementara terkait buku yang dominan ada di rumah.

Setelah itu, saya rapikan.

Apakah sudah cukup sampai di sana?

Oh tentu tidak, sortir buku terus berjalan dan pada akhirnya saya mengurangi lagi dan lagi (karena sudah menggunakan e-reader, untuk e-reader bisa dibaca disini).

[Updated]

Karena merasa terlalu banyak di buku fisik, akhirnya saya sortir ulang di bulan Oktober 2020 ini, hingga saya melakukan suatu keputusan besar yakni melepaskan 1 rak buku agar saya bisa downsizing ulang rak buku, kini hanya tersisa 1 ini saja.

Alhamdulillah, jadi lagom. Pas.

Oia, hal-hal di atas butuh proses, tidak bisa dikerjakan dengan instan. Proses 5 rak buku besar menjadi 1 rak saja, setidaknya saya membutuhkan waktu 3 tahun lamanya. Intinya, kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing ya, tidak bisa digeneralisir.

Semangat ^^

2 thoughts on “Berbenah Buku Update September 2020”

  1. Mbak Khoirun Nikmah, keren bangetttt, dari lima rak buku sampai bisa “tersisa” satu rak buku saja. Luar biasa, Masya Allah. Pasti perlu perjuangan panjang ya ?

    Saya membayangkan membereskan buku saya, perlu berapa lama ya watu yang dibutuhkan sampai bisa se minimalis itu ?

    Bisa share gak “menekan” perasaan kpd buku2 yang kita cintai dan kita mendapatkannya kan tidak mudah.

    1. perlu proses mba, prinsip saya jika buku sudah tak saya baca dan tidak relevan lagi, maka saya lepas. Butuh waktu, tidak langsung dihempas semua hehe.

Comments are closed.