4. BUNDA SALIHA INSTITUT IBU PROFESIONAL

Buddy Review #1 Bunda Saliha Batch 2 : Identifikasi Masalah

Pada jurnal kali ini, saya mendapatkan teman review yang bernama Mbak Rizka Afizzatul Ummi dari Regional Kalimantan Selatan. Mbak Rizka mengerjakan tugasnya di tautan telegram yang merupakan kumpulan tugas kelas, saya melihatnya, sudah ada tugas dari kelas sebelumnya juga (BundPro). Sehingga link tersebut bukan tautan yang baru dibuat.

Berikut ini review yang saya buat untuk Mbak Rizka, setelah membaca isi tugasnya.

Apa yang Sudah Baik di Jurnal Buddy?

Bagi saya, Mbak Rizka sudah memahami secara detil apa permasalahannya. Sehingga untuk mengukur tujuan serta permasalahan dianggap sudah selesai pun, sangat jelas.

Problem dari Mbak Rizka ada pada 3 poin masalah, yaitu manajemen waktu (dengan terbukti pengakuannya mengerjakan tugas di jam cinderella), manajemen keuangan (yang masih belum rapi dan kadang minus di akhir bulan), serta manajemen emosi yang memang kayaknya ini PR semua orang ya, hehe.

Apa yang Perlu Ditingkatkan dan Dioptimalkan?

Menurut saya hanya pada proses pengerjaan, mungkin karena mepet deadline sehingga kurang optimal. Termasuk tidak adanya template yang diunggah, ini sebenarnya bukan hal yang basic, tapi buat saya dengan adanya template sangat membantu untuk membaca poin per poin dari gambaran besar permasalahan. Selain itu, karena memang problemnya di manajemen waktu, mungkin ke depan lambat laun akan teratasi melalui proses yang Mbak Rizka jalani di kelas ini.

Saran saya, mungkin tidak hanya fokus di manajemen waktu ya, akan tetapi bisa beralih ke manajemen energi. Karena saya pribadi selama ini menggunakan manajemen energi juga. Ini hanya sekadar masukan, terutama sebagai seorang ibu yang kerjaannya banyak setiap waktu. Ini ada postingan menarik yang saya dapatkan kemarin saat scrolling Instagram. Mudah-mudahan tergambar.

Apa yang Menarik dari Problem Statement Buddy?

Ketika membaca isi problemnya, saya garisbawahi di kata ‘Manajemen’ yang konsisten disebutkan di setiap awal memaparkan permasalahan. Dari manajemen waktu, manajemen keuangan dan juga manajemen emosi.

Kalau boleh memberikan pendapat, bagi saya, di dunia ini sulit sekali melakukan pengaturan terhadap hal apapun di luar kendali saya. Seperti waktu, keuangan, serta emosi. Hal yang bisa saya atur hanya respons atau tanggapan dari dalam diri terhadap hal di luar kendali. Guru saya pernah bilang, bahwa saya tak bisa mengatur emosi yang hadir, karena dia hadir dari Dzat yang Maha Menghadirkan. Maka yang dinilai oleh Dzat yang Maha Menghadirkan itu hanyalah respons atau reaksi-reaksi. Dan hak dari sebuah emosi hanyalah cukup dirasakan, tidak disimpan, tidak dipendam apalagi dilampiaskan pada luar diri. Ini memang PR sekali, perlu keterampilan dan latihan setiap hari.

Adapun untuk keterampilan pengaturan atau manajemen itu sendiri, memang penting kita ilmui dan praktikkan. Saya pribadi juga senang mempelajari organizing skills di segala lini. Tapi bukan berarti setelah jadi rapi, berhenti sampai disini. Karena skills ini sejatinya hanyalah alat, karena tujuannya bukan sekadar rapi tertata, serba beres dan apik saja. Lebih dari itu, semua itu biasa saya lakukan sebagai bentuk atau wujud rasa tanggungjawab sebagai seorang hamba. Nah, skill dan melatih diri sebagai hamba Allah inilah yang hingga detik ini (atau bahkan sampai wafat nanti) masih terus perlu saya asah.

Wallahu’alam. Mudah-mudahan reviewnya ini bisa diterima oleh Buddy saya, tetap semangat untuk kita.

Tinggalkan Balasan