DAILY

Bukan Sekedar Rumah

MY DAILY LIFE

Halo, hari senin pukul 13.30 tepat hujan mengguyur semakin deras di luar rumah. Dua hari ini HP saya rusak parah, awalnya ngeheng, biasa saja, masih bisa dihidupkan, kemudian tidak bisa dicharge, korslet dan endingnya harus ‘berobat’ ke tukang servis elektronik (kalo dibawa ke galeri bakalan lama, antre dan jauh pula lokasinya). Dari dua hari tanpa HP sama sekali rasanya kebingungan, wah payah nih tanda-tanda Techno Junkies banget ini mah hiks. Tapi apa daya, memang begitu faktanya saya tidak bisa lepas dari gadget sehari sekalipun. Sebab disana ada puluhan reseller, grup dan beberapa hal yang memang saya kelola setiap hari.

kali ini saya mau berbagi cerita, seperti biasanya inilah cerita jatah kosakata yang harus ditulis sehari-hari. Biasanya saya tulis di notes tapi sejak hari ini bertekad konsisten berbagi tulisan melalui blog sederhana ini.

Rumah.

Sejak 2014 saya meninggalkan kota asal saya di jawa timur menuju jawa barat tempat suami berkiprah. kami sama-sama mahasiswa pejuang yang beda almamater namun punya beberapa persamaan karakter, salah satunya suka beberes. Maka memilih rumah bukan perkara yang mudah, walaupun ngontrak sekalipun.

Awal mula, Agustus 2014 kami ngontrak di dekat kampus IPB Dramaga. Perumahan Griya Dramaga Asri (GDA). Disana ngontrak selama satu tahun, ukuran rumah 6×6 meter persegi. Tetangga disana sangat baik-baik, saya agak dekat dengan bu RT dan beberapa tetangga satu gang. Pas malam baru kami mengadakan makan-makan, tiap potong qurban juga demikian. Rumah dan lingkungannya juga asri, namun saya agak kurang suka dengan model bak pembuangan  sampah yang ada di depan rumah tanpa tutup.

Per Juni 2015 kami pindah, ke lokasi dekat tempat suami bekerja. Kontrakan yang kami tempati ini sungguh luas, 120 meter persegi dengan bangunan full renovasi. Berbeda dengan sebelumnya, perumahan yang dibangun oleh badan Pertanahan nasional ini sangat sejuk, tempat sampah juga terpusat di masing-masing titik gang  yang agak jauh dari rumah. Disini kami lebih giat lagi berbenah, selain luas juga di depan rumah ada pohon jambu dan duren yang setiap hari menggugurkan daunnya. Berbagi tugas setiap hari karena memang tanpa ART sama sekali. Disinilah saya menilai dari sebuah kata romantisme itu.

Hingga saat ini kami belum pindah, rencana tahun depan saat rumah sudah beres dibangun. Kami membeli tanah dan membangun rumah di perumahan daerah kemang, Bogor. Sebenarnya banyak sekali KPR seliweran yang menawarkan diri agar kami segera memiliki hunian mulai dari yang bersubsidi hingga non-subsidi. Namun kami bertekad untuk tidak berurusan dengan bank untuk cicilan-cicilan. Maka alhamdulillah dengan rumah yang insyaaAllah kami tempati nanti sesuai akad syari’at, cicilan bertahap tanpa menggunakan pinjaman berbunga. kalopun mau membeli cash, harganya juga sama dengan harga total cicilan cash. Asiknya tanpa bergantung pada bank manapun, bisa dipercepat pelunasannya juga.

Menurut kami (pejuang bersahaja-etoser Nusantara- suami etos Bogor, saya etos Surabaya) bahwa Rumah bukanlah sekedar rumah, disini ada proses pembinaan, menempa kapasitas diri, laboratorium eksplorasi dan membangun peradaban. Maka tidak ada alasan apapun -entah masih ngontrak maupun rumah kos- untuk tidak merawat sebuah rumah itu sebab dari dalam rumah kita bisa menemukan semangat dan menyimpan energi terbaik. Merawat dari segi fisik maupun metafisik (ruhiyah).

Terkadang saya agak sedih saat menemui seseorang yang rumahnya tidak dirawat dengan baik dengan dalih : ya ngapain nanti juga berantakan. Ada juga yang mempunyai rumah lebih dari satu, namun dibiarkan kosong begitu saja. Melihat itu rumah jadi kayak sarang laba-laba dan semakin rapuh. Ngenes-kalo orang jawa.

Sejak masih single saya memang berdoa sedetail-detailnya, salah satunya ingin memiliki pendamping hidup yang suka kebersihan, rapi, wangi dan senang membantu istri. Bukan karena ingin dimanja (lain ini mah) tapi supaya saya juga semakin semangat. Jujurly, semangat itu menular! Dan Alhamdulillah, Allah mengabulkan itu.

Tidak menunggu jatuh cinta dulu untuk menikah, tidak menunggu suka bebersih dulu untuk mau merawat rumah. Tapi lakukanlah, maka cinta itu akan mengikutimu seiring waktu berjalan.

Saat saya remaja, cinta saya artikan dari kata suka ke lawan jenis. Namun ternyata cinta yang seperti itu tidak abadi, mudah berganti dan mudah berpaling. maka di saat mencintai suami, bukan karena suka secara fisiknya namun lebih dari itu. Ada sesuatu yang memang perlu kita pahami walaupun kekurangan pasti akan selalu ada karena kita memang murni keturunan manusia.

ide-ide juga terkumpul dari dalam rumah.

Di rumah yang kontrakan pertama saya temukan ide-ide tulisan yang alhamdulillah dijadikan buku menang lomba di IPB Press 2015 lalu. Di rumah kontrakan saat ini pun saya bisa menemukan ide untuk bergerak bersama suami mengelola komunitas bersama teman-teman yang sevisi-misi. Ide itu ada dimana saja, memang benar. namun kita akan berani menuliskannya, menuangkannya saat kita sudah tiba didalam rumah.

Seperi kemarin saat saya kehujanan dari Kebun Raya Bogor. dalam hati ingin segera secepatnya pulang ke rumah, semegah apapun mall, pasar atau hal yang menarik di jalanan namun akan selalu merindukan rumah walaupun hanya sehari saja.

Pun dengan suami, selalu bilang semegah apapun hotel yang ditempati saat dinas di luar kota, maka rumah-lah yang dirindukan (di samping anak-istri pasti). Tempat belajar, tempat bermunajat dan tempat berkarya.

Saat ide-ide buntu di sekolah, saya akan menemukannya di rumah. Entah ketika sedang membaca, berselancar internet maupun saat memandikan anak. Selalu ada ide menarik ketika ada didalam rumah.

Intinya : rawatlah rumah kita sebagaimana kita merawat diri. Jika pakaian adalah bagian terluar yang kita jaga untuk menutup aurat, rumah pun demikian 🙂

Kata bapak mertua, “rumah mencerminkan penghuninya. Jika kamu berkunjung ke suatu tempat/rumah, cukuplah lihat kondisi dapur dan kamar mandinya.”

Setiap ingat kalimat diatas saya selalu tersenyum. Benar memang demikian kata bapak.

Bagaimana menurut Anda? 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *