Bukan zona nyaman

Banyak orang menilai diriku ada di zona nyaman hingga tadi sore lumayan banyak masukan ini itu. Okey selama ini aku lebih banyak mendengar, melihat dan menyimak. Jarang sekali aku mengeluarkan kata pada siapapun walaupun sekalipun keluar yang ada hanya beberapa kata yg menurut mereka “simple”.

Hanya pada tulisan aku mencurahkan. Dan hanya melalui untaian doa aku berserah. Bukan pada apa masalahnya melainkan pada bagaimana aku harus menghadapinya.

Ujian itu datang untuk meningkatkan kapasitas. Masalahnya aku tidak mau diberi penilaian orang. Apalagi hanya melihat ocehan mereka yang seolah selalu merasa benar. Sungguh malas meladeni. Dampaknya aku larikan diri inj untuk membenamkan diri pada rutinitas dan beberapa buku.

Keras seperti batu, tidak mudah goyah disentuh. Namun sekalinya tersentuh maka akan meledak luar biasa.. Itulah aku.

Bersahabat dengan alquran aja selama ini. Tak butuh aku sahabat manusia yg tak kekal. Tak ada teman dan sahabat abadi. Saat ini yg mungkin bisa kupegang kata katanya hanya suami saja. Selebihnya entah, tidak terlalu asik didengar.

kyz-logo

Berbicara salah dan jika diam pun salah. Maka yg ada selama ini pada mereka kukatakan aja beberapa kata gak lengkap, biar paham bahwa diri ini juga punya sisi kelebihan lain bukan hanya sekedar bisa dikata katain.

Cukuplah doa dan doa..semoga orang orang tersebut sadar bahwa jika sekali saja membuat sakit maka selamanya tidak mudah untuk dipercaya lagi. Apalagi pada orang yg tidak mau menjelaskan apa kesalahan kita (menurut dia) lalu membenci begitu saja. Lucu. Sangat lucu dan ternyata banyak orang yg seperti itu.

Tinggalkan Balasan