4. BUNDA SALIHA INSTITUT IBU PROFESIONAL

JURNAL BUNDA SALIHA BATCH 2 #Materi ke-3 : Memahami Masalah Bersama Tim (Deep Learning : Understanding your Problem)

Menuliskan jurnal ini, posisi masih di Jawa Timur. Saya menginap di rumah Mbak Onish, teman buddy saya di zaman Bunda Cekatan lalu yang kini sama-sama menjadi mahasiswi di kelas BunSal. Keluarga Mbak Onish sungguh welcomed, bahkan anak-anaknya masyaaAllah baik-baik dan bisa membuat anak-anakku enjoy bermain, berinteraksi dengan nyaman.

Keluarga beliau juga seorang pendidik mandiri, juga menerapkan green sustainable living didalam rumahnya. Bahkan banyak open space yang membuat anak-anak betah sejak awal tiba. Ruangan yang nyaman, tempat tidur yang nyaman, semua tersedia.

Saya pribadi lebih tenang mengerjakan jurnal ini didalam kamar karena sudah disediakan kursi dan meja kerja. Jazakumullahukhairan katsiran ya Mbak Onish, jurnal ketiga ini ter-epic deh. InsyaAllah lebih dari sepekan disini, Surabaya is my awareness journey, karena start dari sinilah kesadaran untuk berbenah diri bahkan menata hidup dimulai, sejak 2009 silam, di kampus perjuangan, ITS.

Oke, langsung aja ke pembahasan tugas ketiga.

Understanding your Problem

Ketika membaca, menyimak, mendengarkan pemaparan materi ini, rasanya ‘wah, menarik’. Karena selama ini sudah terbiasa berpikir mencari solusi, kini dituntut untuk menggali sebanyak-banyaknya masalah dan menitinya untuk dipahami.

Tujuan dari jurnal pekan ke-3 adalah memahami masalah dengan benar bersama tim agar menjadi langkah untuk sebuah Aksi nyata. Maka, yang saya lakukan adalah membaca referensi (walaupun tidak semua selesai, merasa kurang optimal belajarnya saat kondisi mudik), kemudian saya mengumpulkan tim untuk berdiskusi, hasilnya akan saya paparkan disini.

Tujuan Jurnal

Inti dari pertemuan kali ini adalah memahami masalah saya, masalah teman-teman, kemudian kita jadikan masalah kita bersama. Setelah itu merumuskan starbursting dan menentukan gerakan untuk SDGS.

Diskusi Problem Statement bersama Tim Suara Inner Child

Senin, 7 Agustus 2023

Saya mengirimkan pesan kedalam grup tim setelah menyimak materi Deep Learning dan Forum Ibu Pembaharu, untuk voting menentukan agenda meet up perdana Suara Inner Child Squads. Ternyata teman-teman sangat kompak, semua memilih hari Jumat untuk pertemuan online kita.

Senin itu, selesai mengunduh materi, ada Forum Ibu Pembaharu yang dimajukan pukul 13.00 WIB. Karena saya memasang notifikasi, maka saat live streaming berlangsung, saya mendapatkan pesan untuk menyimaknya.

karena jamnya dimajukan, maka yang menyimak pun sedikit sekali. Mungkin karena teman-teman tidak memasang notifikasi dan sudah menjadwalkannya di pukul 14.00 WIB.

Dari Forum ini, saya juga bisa menemukan tulisan Pak Dodik yang keren. Karena tulisan ini dibahas di sesi tersebut.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02x1zNozWSMPDyxMfbcD6ePfjFPAc2xgSrw9GG2PTgNbZCCNrjcb6xjA8SSNpby5RWl&id=1439495289&mibextid=Nif5oz

Selasa, 8 Agustus 2023

Pukul 14.00 WIB, saya menyimak zoom meeting untuk diskusi lanjutan dari deep learning dan forum ibu pembaharu. Dari sesi ini, saya mulai paham langkah yang ditempuh esok harinya.

Rabu, 9 Agustus 2023

Pagi harinya, saya mengulangi polling untuk menentukan waktu (jam) kapan teman-teman bisa meeting.

Selain menentukan waktunya, saya juga memaparkan apa saja yang akan dibahas saat meeting nanti. Kemudian saya lampirkan contoh yang akan menjadi obrolan bersama.

Termasuk langkah awal kita, membaca aneka referensi yang dijadikan bahan penguatan masalah serta mencari akar masalah.

Jumat, 11 Agustus 2023

Hari H, alias waktu dimana kita melakukan meeting. Saya menggunakan platform streamyard gratisan.

Saya sambungkan ke platform youtube pribadi untuk bisa disimak kembali. Karena qaddarullah, teman-teman ada yang bentrok jadwalnya (ada yang lagi di jalan, bekerja, hingga menjalani perkuliahan di Bunda Saliha- ada live juga).

Saat meeting, kami membahas urutan langkah ke depan seperti apa. Kemudian fokus untuk pembahasan di pekan ke-3.

Link youtube saat meeting berlangsung :

Pasca Meeting

Alhamdulillah agenda meeting berlangsung lancar, walau ada sedikit kendala distraksi. Akhirnya kami merumuskan starbursting dan menentukan SDGS. Tak lupa, saya share juga tautan presentasi, canva di grup tim.

Hasil Starbursting

Starbursting adalah bentuk brainstorming yang berfokus pada menghasilkan pertanyaan daripada jawaban. Biasanya ada yang modelnya mind map, dst.

Bagan Starbursting Suara Inner Child yang terkolektif sebagai berikut :

WHAT

  • Apa Inner Child itu ada?
  • Apa itu Inner Child?
  • Apakah Inner Child ada jenis-jenisnya?
  • Apa Inner Child mempengaruhi produktivitas seseorang?
  • Apa yang seseorang rasakan dengan innerchildnya?
  • Apa orang-orang menyadari innerchildnya?
  • Apa Inner Child itu negatif atau Positif? Jika negatif, apa tandanya?
  • Apakah ada kaitannya antara inner child dan depresi?

WHO

  • Siapa saja yang memiliki inner child?
  • Siapa yang punya andil dari inner child?
  • Siapa yang bisa mengatasi inner child?
  • Siapa yang bisa mengenali tanda-tanda inner child?
  • Siapa pihak yang bisa mengedukasi dan memberikan penyuluhan tentang inner child dari pemerintah?
  • Siapa yang mengalami inner child?

WHEN

  • Kapan inner child terbangun?
  • Kapan inner child muncul dan disadari?
  • Kapan seseorang dikatakan selesai dengan innerchildnya?
  • Kapan masalah inner child ini perlu diatasi oleh profesional?
  • Kapan inner child perlu mulai diobservasi secara holistik?

WHERE

  • Dimana seseorang merasakan innerchildnya?
  • Dimana seseorang bisa menyembuhkan inner cildnya?
  • Dimana inner child berada?

HOW

  • Bagaimana inner child bisa disembuhkan?
  • Bagaimana memahami inner child dalam diri?
  • Bagaimana seseorang bisa mengetahui inner child itu sudah sembuh?
  • Bagaimana cara mengenali inner child dirinya?
  • Bagaimana cara mengantisipasi terjadinya inner child pada calon generasi muda?

WHY (1)

  • Mengapa Inner Child muncul?
  • Karena pola asuh yang menyakitkan.
  • Mengapa pola asuh bisa menyakitkan?
  • Karena orangtua memiliki luka pengasuhan juga.
  • Mengapa ortu memiliki luka pengasuhan?
  • Karena tidak ada yang memutus rantai pola itu.
  • Mengapa tidak ada yang bisa memutus polanya?
  • Karena tidak adanya pengetahuan.
  • Mengapa tidak ada pengetahuan tentang itu?
  • Karena baru muncul awareness ini di abad 19…

WHY (2)

  • Mengapa Ibu lebih rentan mengalami Inner Child?
  • Karena ibu memiliki banyak peran.
  • Mengapa ibu memiliki banyak peran?
  • karena sosok ibu senang memiliki banyak peran.
  • Mengapa ibu senang memiliki banyak peran?
  • karena merasa berharga jika banyak peran.
  • Mengapa ibu perlu merasa berharga?
  • karena menurut ibu, hanya menjadi IRT itu kurang mendongkrak rasa percaya dirinya.
  • Mengapa tidak percaya diri saat hanya menjadi IRT?
  • Karena tidak merasa bangga saat memerankan IRT itu.
  • Mengapa ibu tidak merasa bangga menjadi IRT?
  • karena masyarakat tidak memberikan ruang penghargaan.
  • Mengapa masyarakat tidak memberikan itu?
  • karena sudah menjadi budaya di masyarakat.
  • Mengapa menjadi budaya?
  • karena ….

WHY (3)

  • Mengapa setiap orang lebih banyak mengingatkan hal yang traumatis dibandingkan yang menyenangkan?
  • Karena lebih memilih untuk menyimpan rasa sakit itu.
  • Mengapa disimpan rasa itu?
  • karena sudah menjadi program bawah sadar.
  • Mengapa bisa masuk ke bawah sadar?
  • karena sudah menjadi belief system.
  • Mengapa menjadi belief system?
  • karena mengalami hal itu berulang kali…

Adapun jawaban dari aneka pertanyaan diatas, masih kami cicil. Karena banyak dan jika dijawab pada template ini, sungguh akan menajdi jurnal yang sangat panjang kali lebar. Hihihi.

Hasil SDGs

SDGs (sustainable development Goals) adalah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.

Nah, gerakan kecil yang akan kami lakukan ini harapannya bisa menjadi bagian kecil dari program tersebut.

Setelah berdiskusi panjang, karena kami fokus pada kesehatan mental, maka kami memilih SDGs yang ketiga, Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Mudah-mudahan ini menjadi jalan semangat dan motivasi tim untuk bergerak ke depannya. Amiin.

Sekian dari jurnal pekan ke-3, pahami masalah bersama tim. InsyaAllah berjumpa di next level tantangan berikutnya. Semangat!

Surabaya, 13 Agustus 2023.

Tinggalkan Balasan