2.12 BUNSAY LEVEL 12 IBU PROFESIONAL REVIEW

Bunsay Game 12 #Keluarga Multimedia – #Day13 Review Kobo

Saya suka membaca buku, itulah kenapa saya setiap bulan hampir selalu membeli buku baru. Namun semakin lama, rak buku saya penuh sesak dan ruangan semakin sempit jika terus ditambah berbagai rak lagi semakin overwhelmed.

Belum lagi perawatannya, jika kita memutuskan untuk mengoleksi buku, bukan berarti buku itu ‘diam aja’ terpajang disana. Justru kita harus mampu merawat dan menjaganya dengan baik, apalagi setelah paham jenis kertas.

Mayoritas, buku fisik mengalami oksidasi jika terpapar udara lembab, menyebabkan buku tak lagi mulus, beberapa menjadi bernoda dan meninggalkan bercak yang sulit dihindari.

Apalagi jika buku yang disimpan dalam jangka waktu yang lama dalam kondisi suhu udara tidak stabil. Jika kita tahu, beberapa perpustakaan bahkan menyimpan buku-buku khusus di ruangan khusus yang jumlah pengunjungnya terbatas.

Dari awal Januari tahun 2019, saya memutuskan untuk beralih ke perangkat e-reader. Karena berupaya untuk being minimalist dan juga agar mata saya lebih sehat.

Ereader, biasa disebut pembaca ebook atau perangkat ebook, yaitu perangkat elektronik bergerak yang dirancang terutama untuk tujuan membaca ebook dan majalah digital.

Untuk toolsnya, saya memilih merk Kobo Rakuten (walaupun banyak merk juga selain ini). Biasanya penggemar e-book terbagi menjadi dua kubu. Kubu Kobo dan kubu kindle. Hehe.

Untuk aplikasi kobo, misalnya teman-teman belum punya e-readernya, bisa mengunduh di Android aps berikut atau ke link https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kobobooks.android di play store Smart Phone.

Saya mengunduh aps kobo di HP sebagai pembanding, karena e-reader Kobo sudah jelas terinstall apsnya sebagai default.

Untuk tampilan secara fisik, saya coba review melalui video youtube (terutama yang mau lihat secara visual perbandingan Kobo e-reader dengan Kobo aplikasi di smartphone) :

Kenapa saya lebih nyaman menggunakan e-reader dibandingkan dengan gadget lain (HP, Tablet, PC, Laptop dan sejenisnya)?

Kalau kita membaca e-book pada e-reader tentu rasanya berbeda dengan membaca di smartphone atau monitor, saya lebih menyukai melalui e-reader. Ya, kita tentu tahu, kedua komponen komponen di layar perangkat tersebut jelas berbeda.

Komponen smart gadget (layar HP, PC, tablet, TV) merupakan kumpulan LED yang menyala. Tiap pixel mengeluarkan cahaya yang ditangkap ke mata kita. Itulah kenapa mata kita akan terasa pegal atau capek kalau terlalu lama menatap layar perangkat tersebut.

Sedangkan e-Paper display pada e-reader, ini gampangnya kayak tampilan kalkulator. Semacam ada “tinta” yang dituliskan di layar dan tinta itu tidak menyala. Jadinya kalau gelap, epaper display itu tidak akan kelihatan tulisannya. Sensasinya sama persis kayak kalau kita baca di buku kan? hehe.

Pun demikian dengan Kobo yang saya miliki, jika malam hari dan lampu mati, saya tidak bisa membacanya karena memang mirip buku secara fisik.

Ada lagi merk yang lebih oke, tapi harganya juga ‘OKE’. Yaitu Kindle Paperwhite, ia dilengkapi dengan LED di sisi layar yang menembakkan cahaya ke arah epaper displaynya, bukan ke mata kita. Jadi mirip kalo kita baca buku dengan pencahayaan lampu. Fitur inilah yang menjadi pembeda antara Kindle dengan smartphone.

Dulu saya mengincar Kindle tapi uang tak mencukupi dan konon, kata teman-teman yang punya kindle, buku-buku yang dibaca disana anti-illegal. Jadi harus beli atau mengunduh yang gratisan hanya di amazon.

Kobo juga punya juga perangkat yang mirip semacam kindle paperwhite itu, yaitu Kobo Aura. Tapi ya gitu, harganya hahahaha. Jadi, hingga detik ini saya masih belum mengganti perangkat e-reader ke komponen yang lebih canggih, saya masih setia di Kobo Touch.

Saya sempat menimbang apakah baca ebook menggunakan perangkat tablet aja atau pakai ebook reader. Karena saya sempat bimbang juga, kalau ebook reader fungsinya kan hanya untuk baca saja, tidak bisa untuk kegiatan produktif lainnya. Sedangkan tablet bisa buat segala hal, main game, bahkan aktifitas produktif lainnya. Layar tampilan buku juga berwarna sama seperti ponsel.

Nah, dengan berbagai pertimbangan, melihat tujuan awal, maka saya memutuskan untuk membeli ebook reader saja dan saya rasa, hal ini merupakan keputusan yang sangat tepat.

Ternyata, Kobo saya ini mampu memacu semangat baca juga. Karena semacam memberi asupan psikis yang baik gitu. Misalnya, jika saya baca buku fisik, katakanlah self-improvement, buku 8th Habit Stephen R. Covey. Itu kan bukunya tebal banget, biasanya saya butuh waktu sangat lama dan seolah ada beban mental ketika melihat tampilan tebal halamannya di pandangan pertama.

Namun ketika saya beralih baca e-book, justru terasa lebih cepat dan ringan. Walaupun tetap saja, saya juga masih menyimpan buku fisik. Karena ada juga beberapa buku lokal yang tidak disediakan dalam bentuk digital, ya terpaksa harus saya beli juga.

Sebelum menggunakan e-reader, untuk membaca satu buku (fisik maupun digital – baca di perangkat laptop/HP), saya memerlukan sekitar 2 bulan, karena mata jadi gampang cape. Namun sejak menggunakan Kobo, belum dua minggu, saya sudah menyelesaikan beberapa buku.

Keunggulan Kobo

Tersedia jutaan buku yang dijual di seluruh dunia dan akses dunia bacaan portabel tanpa perlu pergi jauh. Bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Dengan lebih dari 5 juta judul yang bisa kita pilih, selalu ada insight dan sesuatu yang baru dari pembaca dan penulis. Selain itu, kini kobo juga memperkenalkan buku audio.

Kita juga bisa mendapatkan Kobo Super Points setiap pembelian. Kita bebas akses juga untuk semua eBook dan buku audio gratis secara bersamaan, Kobo App ini jadi solusi.

Dengan aplikasi ini kita bisa menjelajahi koleksi e-Buku, buku audio, novel grafis, dan buku anak-anak yang sedang berkembang. Kita bisa mencari berdasarkan pengarang, judul, topik atau genre untuk menemukan bacaan yang akan kita baca selanjutnya. Bahkan buku-buku yang paling populer dan sedang tren, diperbarui setiap jam!

Khusus The Kobo App di Ponsel (atau smartphone- smart gadget) Kobo ini juga membuat pembaca lebih nyaman dan nyaman:

• Kita bisa Sesuaikan cara membaca. Kita bisa nikmati teks yang jelas dan jernih dalam ukuran dan gaya yang diinginkan. Misal coba Mode Malam untuk memudahkan membaca pada mata sebelum tidur, dan kunci layar dalam mode potret atau lansekap.

• Tersedia audiobook, bisa untuk mendengarkan buku sebelum tidur.

• Menyediakan rekomendasi buku yang mungkin saja cocok dibaca, dan membuka preview jutaan buku didalamnya.

• Bebas mengakses aplikasi di semua perangkat.

• Share apapun yang sedang kita baca disana ke Facebook, Twitter, dan Instagram. Kita juga bisa poskan kutipan, catatan, dan pikiran favorit dari apa yang kita baca.

• Bisa berikan rating dan ulasan buku-buku yang kita baca atau baca ulasan dari para pengguna buku lainnya.

• Baca dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Italia, Jerman, Belanda, Portugis, Portugis Brasil, atau Jepang.

** Buku audio tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Kita dapat mendengarkan buku audio di smartphone dan tablet yang menjalankan Android versi 4.4 atau lebih tinggi.


1 thought on “Bunsay Game 12 #Keluarga Multimedia – #Day13 Review Kobo”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *