2.11 BUNSAY LEVEL 11

Bunsay Game Level 11 #Day2 Fitrah Seksualitas

Hari kedua. Tepat di hari jum’at, 21 Februari 2020. Topik yang diangkat adalah Pendidikan Fitrah Seksualitas sejak Dini.

Link jadwal diklik excel ini.

Materi Day 2 – Pendidikan Fitrah Seksualitas Sejak Dini

By Peer Group 4

Team : Ceu Dira, Ceu Tia dan Ceu Yuli.

5 HAL PENTING TENTANG PENDIDIKAN FITRAH SEKSUALITAS SEJAK DINI

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” QS. Ar Ruum : 30

APA ITU FITRAH?

Potensi peradaban yang didalamnya telah well installed potensi dari semua peran tiap manusia untuk menjalani misi hidupnya yaitu peran personal maupun komunal dalam rangka mencapai the purpose of life.
Pembagian Fitrah:

  • Fitrah estetika dan bahasa
  • Fitrah Bakat dan kepemimpinan
  • Fitrah Perkembangan
  • Fitrah individualitas dan sosialitas
  • Fitrah keimanan
  • Fitrah jasmani
  • Fitrah belajar dan bernalar
  • Fitrah seksualitas dan cinta

Fitrah Seksualitas (Definisi) Fitrah Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.

-FBE

Fitrah seksualitas keperempuanan adalah bagaimana seseorang perempuan itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang perempuan.

Fitrah seksualitas kelelakian adalah bagaimana seseorang lelaki itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang lelaki.

Alasan memberi pendidikan fitrah seksualitas sejak dini

  • Bahaya akhir zaman
  • Tingginya kasus perceraian, sosial patriaki, pornografi
  • Hamil diluar nikah, aborsi dan korban kejahatan seksual
  • Menjamurnya kaum Gay
  • Kejahatan Pedofilia
  • Kekerasan seksual pada anak
  • Mendidik calon ayah dan calon pemimpin
  • Fenomena media sosial
  • Ketidaktahuan tentang apa dan siapa itu Mahram
  • Pubertas pada remaja

Tujuan Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak

  • membuat anak mengetahui identitas seksualnya,
  • anak mampu berperan sesuai dengan identitasnya
  • membuat anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual.

Tahapan Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak

1. Usia pralatih (0-2 tahun, 2-6 tahun) 
  • Menyusui dengan ekslusif, tatap matanya, sentuh, peluk dengan cinta, bangun attachment.
  • Saat menyusui, hanya anak yang bisa melihat puting ibu.
  • Bermain peran bersama Ayah dan Ibu.
  • Membiasakan menutup aurat anak, tidak melakukannya di tempat terbuka.
  • Orang tua tidak berhubungan seksual di ruangan yang sama.
  • Mengenalkan anggota tubuh anak dengan nama sebenarnya.
  • Stimulus melalui permainan untuk mengenalkan perbedaan peran sesuai gender.
2. Usia pre aqil baligh awal (7-10 tahun)
  • Ayah tuntun anak lelaki ke masjid dan ajak ke peran-peran sosial kelelakian termasuk peran menyeru agama Allah.
  • Latih logika dan cara berpikirnya melalui narasi yang dalam dan tajam.
  • Ayah jadilah idola bagi anak.
  • Ayah menjelaskan mimpi basah dan air mani.
  • Ibu tuntun anak perempuan ke peran keperempuanan.
  • Latih empati dan rasa seorang wanita melalui tugas kewanitaan.
  • Ibu, jadilah idola dan sumber cinta tiada batas bagi anak perempuan.
  • Ibu menjelaskan mengenai menstruasi dan perubahan fisik
3. Usia pre aqil baligh akhir (10-14 tahun)
  • Anak laki-laki didekatkan dengan ibunya dan anak perempuan didekatkan dengan ayahnya 4. Usia aqil baligh (15 tahun keatas).
  • Pada tahapan ini anak sudah mendapat beban syariat dan berubah stastusnya menjadi mitra orang tua.
  • Anak sudah siap berperan sebagai ayah dan bunda sejati sebab sudah baligh.

Tantangan dan Solusi dalam Pengenalan Fitrah Seksualitas

Tantangan:

  • Orang tua menganggap Tabu
  • Kurangnya pengetahuan orangtua
  • Penjelasan orang tua tidak lengkap dan utuh
  • Orang tua menyerahkan kepada sekolah

Solusi :

  • Seminar parenting online/offline tentang persiapan pengenalan fitrah pendidikan anak
  • Sebar flyer infografis tentang urgensi pendidikan fitrah seksualitas
  • Update berita di media sosial tentang fitrah seksualitas
  • Sekolah bekerja sama dengan orang tua
Sumber :
Santosa, Harry. (2017). Fitrah Based Education. Jakarta : Yayasan Cahaya Ilmu
Ika Pratidina. 2018. 10 Alasan mengapa harus mengenalkan fitrah seksualitas pada anak di www.azkail.com (diakses pada 19 Februari)

Sesi Diskusi

Diskusi 1.
Tanya :
Gini ceu, ini tentang masalah gay, dan penyimpangan fitrah seksual semacamnya yah.. Apakah kita sebagai orang tua harus menamkan “dogma” bahwa semacam gay, lesbian, dan biseksual itu dosa besar..melerang mereka melihat hal2 spt hiburan yg menayangkan pria feminin yg memang udh sering ditayangkan (aku sih nggak punya tv, tp misal di rumah eyangnya gitu)..
Tanggapan Pemateri :
Betul Ceu. Jika kita menilik lagi, perilaku Gay atau Homoseksual diakibatkan salah asuh (psyco genic) dan salah budaya (sosio genic) sehingga apabila anak sudah melihat atau mendengar dari lingkungan sekitar baik itu televisi atau di jalan atau dimana pun, orang tua perlu memberikan penjelasan yang tepat bagi usianya. Jika anak masih bertanya, maka silakan sampaikan bahwa megubah ciptaan Allah itu berdosa. Dari sisi syari’ah juga jelas menolak keras, seperti cerita kaum sodom saat di Era Nabi Luth AS.

Diskusi 2
Tanya (ini aku yang tanya, wkwkwk) :
Beres baca✅ jd kuncinya di kita sebagai ortu ya. Kudu banyak belajar, membiasakan akrab dg anak biar menjaga kedamaian hatinya, memupuk kasih sayang dan nggak lost dg fitrahnya. Tentang fitrah seksualitas perempuan/laki2, ‘bagaimana seseorang berpikir’ sebagai perempuan/lelaki. Ini maksudnya gendernya ya? Penjelasannya bagaimana ceu?
Tanggapan Pemateri :
Gender adalah serangkaian karakteristik yang terikat kepada dan membedakan maskulinitas dan femininitas. Ketika seseorang anak usia dini, diajak berpikir apakah Ia lelaki atau perempuan sepatutnya Ia melihat kedua orangtuanya. Ia (sang anak) akan melihat apakah Ia sama dengan Ibu atau Ayahnya. Misal si anak lelaki, Ia secara fitrah seksualitas (gender) akan mencoba memiripkan fisiknya dengan Ayahnya. Ia akan mencoba mengikuti hobi Ayahnya. Bagaimana Ceu.
Tanggapanku :
Tadi yg jd pertanyaan cara berpikirnya, ini gak paham saya hehe. Sebagai tambahan, agak ngganjel soalnya yg ini, pernah baca artikel di the time >> “Scientists conducting the world’s largest study of sex differences in the brain found men were more likely to prefer “things” and “systems”, while women were more interested in people and emotions. Men were almost twice as likely as women to be “systems-orientated” rather than empathetic and vice versa.” intinya lelaki lebih milih ‘benda’ dan ‘sistem’ (maybe kayak praktik lgsg). klo perempuan lebih melihat ke ‘orang’ dan ’emosi’nya. Jika fitrahnya begini, apakah mendidik pola pikirnya kudu seperti itu?
Tanggapan Pemateri :
Laki laki dan perempuan itu otaknya berbeda. Secara fisiologis, karena saya seorang Biolog ya, pada otak perempuan ada semacam jembatan neuron antara lobus kanan dan kiri otak besar, sedangkan pada laki-laki tidak ada. Kedua lobus otak kita kan ditakdirkan untuk memikirkan hal dengan cara berbeda; satu secara logika dan satu secara estetika. Jadi kalau perempuan memang cenderung akan selalu menghubungkan satu hal dengan yang lainnya, sementara laki-laki tidak. Nah ini jadi menarik ya, karena secara fisik laki-laki akan berbeda dengan perempuan. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua harus membantu anak-anak kita mendekatkan pada fitrah seksualitasnya masing-masing. Gimana Ceu Nikmah.
Tanggapanku (lagi) :
Hohoo iya ini pelajaran biologi ya, Brain Lateralization. Tapi konon ini jd mitos, hehe, entalah, krna otak kerjanya simultan, bareng2, jd menurutku tergantung mana yg distimulus kali ya. Soalnya anu…. aku sndiri secara estetika gabisa… lebih ke logika, sedangkan ini (katanya) area laki2. Nah jd ngeganjelnya adalah… apakah aku cara berpikirnya ini laki/perempuan? (emaknya aja gangerti, gmna cara njelasin ke anakku nanti…)
Tanggapan Pemateri :
Neurosains merupakan bidang ilmu yang mengkhususkan pada studi saintifik dari sistem saraf atau sistem neuron. Mempelajari ilmu ini dapat mengubah mindset manusia untuk berpikir secara ilmiah. Memahami karakter masing-masing individu juga dapat dipelajari dengan neurosains. Bagaimana cara pandang laki-laki dan perempuan terhadap suatu hal, perbedaan orientasi pemikiran laki-laki dan perempuan serta perbedaan emosi laki-laki dan perempuan juga dapat di pahami melalui neurosains. Bagian otak perempuan lebih tebal di bagian korteks celebri kiri di mana bagian ini cenderung menganalisa, detail, hitung-hitungan, dan teratur. Sementara pada laki-laki, mekanisme berbahasanya menggunakan otak kiri dan memiliki bagian korteks celebri kanan yang lebih tebal, di mana …
Tanggapanku :
Fix ini kebalik.

Diskusi 3
Tanya :
Untuk anak 2 menuju 3 tahun, seperti apakah bentuk pendidikan seksualitas yg tepat? Arin ini suka bgt sama yg namanya main mobil-mobilan dan seneng main sama laki2, tapi dia juga kalau main peran boneka-bonekaan berperan kayak ibu ke anak gitu 😂. Tapi Arin juga udah tahu konsep perempuan cantik, laki-laki ganteng untuk membedakan. Khawatirnya ada bagian yg ke skip dan kurang diterapkan gitu.
Tanggapan Pemateri :
Hai arin😘😍 Untuk menjawab hal ini sebenarnya kita bisa lakukan dengan bermain peran mba. Jadi mba novi bisa mendongengkan cerita ke arin tentang “seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang bersahabat lalu mereka bermain bersama. Kemudian ketika itu mereka rebutan mainan dan mengenai salah satu anggota badannya (misal dadanya). Akhirnya mereka kesal dan memberitahu ibunya masing-masing. Akhirnya ibu pun memberitahu bahwa secara fisik mereka berbeda, mereka juga punya pandangan yang berbeda sehingga apabila anak perempuan cantik akan lebih baik main boneka, dst dst. Sampaikan nasihat dalam dongeng ya mba nov. 😘

Games 1
“Apa yang sudah teman-teman lakukan untuk memberikan wawasan fitrah seksualitas kepada ananda di usia dini (0-6 tahun)?”
Jawaban Ceu Tika:
Bermain peran : sebagai ibu, anak perempuan. Melakukan kegiatan kewanitaan : mengajak mereka masak, bikin kriya. Mengenakan hijab, gamis, no buka aurat di luar rumah. Mengenalkan ini lho ayah, ini lho buni..dgn segala perbedaannya (kecuali yg tidak boleh ditampakan).
Tanggapan Pemateri :
Mantap betul😍😍😍😍👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
4 love and 4 thumbs for buni,ayah,kak naifah dan kak hana

Games 2
“Apa saja yang teman2 ketahui dampak dari penyimpangan fitrah seksualitas selain LGBT?”
Jawabanku :
Jika fitrahnya menyimpang, kelak akan mengalami gangguan thd peran keayahbundaan yg sejati. #eaaaaak
Tanggapan Pemateri :
Betul dong.. 😍👍🏻 keren ih.. Karena sejatinya peran Ayah sebagai Man of Vision and mission sedangkan Bunda sebagai person of love and sincerity.. Terima kasih mba nikmah sudah mengikuti games ini😍😘❤

1 thought on “Bunsay Game Level 11 #Day2 Fitrah Seksualitas”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *