2.09 BUNSAY LEVEL 9

Bunsay Game Level 9 #Day11 Mengasah Kreatifitas Anak

Tantangan Day 11

Hari ke-11 tepat di hari ahad, 5 Januari 2020. Wuiiih udah hari kelima aja ya dari 2020. MasyaaAllah semoga semakin baik dan semangat dari hari ke hari.

Alhamdulillah pagi ini hujan gerimis mendung. Semalam saya dan Syahid begadang, kalau Syahid karena dia tidur setiba di rumah (ingat, day 10 kemarin kami berkunjung ke rumah kakeknya Syahid untuk rapat keluarga). Syahid tidur dari perjalanan didalam mobil hingga tiba di rumah kemudian lanjut tidur lagi hingga pukul 9 malam.

Setelah pukul 9 malam, apakah yang terjadi??

Ya tentu itu anak segar bugar dong wwkkwkwk. Saya sendiri mengerjakan sesuatu dan beres-beres hingga pukul 00. Kemudian tertidur kelelahan.

Paginya, abi langsung bergegas berangkat hari ini mengisi materi ecobrick di Jaksel. Syahid tentu masih tidur, apalagi di luar nampak masih gelap, mendung dan hujan.

Syahid bangun sekitar pukul 8, tidak langsung mandi, dia malah ngemil donat sisa semalam. Kemudian membujuk saya agar memasak mie kuning. Hmmm tentu itu tidak sehat, karena kemarin Syahid udah menelan mie juga, masa sarapan dia mie lagi?

Alternatifnya saya ajak dia masak tempe untuk kudapan. Syahid membantu mengambil air dingin di kulkas, menuang dan mengaduk adonan. Sedangkan sarapan, Syahid mau memasak sendiri, menu andalannya : telor dadar, wkwkkw. Syahid masak kegosongan karena saya lupa menungguinya. Okelah tapi akhirnya dia makan juga, engak gosong-gosong amat.

Pas mencuci piring, Syahid menaruh seluruh perabot makanan yang kotor ke westafel. Tepat disana nampak loofah yang baru, tentu Syahid tertarik dong. wkwkwk. Loofah alias sabut cuci piring alami, yang baru memang bentuknya panjang dan agak tinggi dari yang reguler. Syahid minta izin mengambilnya dan apa yang terjadi?

Yuupp, kreatifitasnya hari ini terujiii.

Syahid mengambil gelas plastik, loofah tersebut dia letakkan diatasnya dan dia bilang, “Mi, lihaaat ada pohon kaktus yang satu tinggi yang satu tidak tinggi.”

Oke well, imajinasinya mengalir dan semakin lancarlah dia cerita. Sayangnya kemampuan bercerita panjang hanya mampu dia tunjukkan ke saya atau abinya aja. Kalau udah di luar rumah? biasanya lebih suka mengamati dan bergerak.

Ada dialog agak random dan unik hari ini, saya salah instruksi ceritanya.

Saya melihat di meja kerja saya ada mangkuk berisi gula bubuk putih.

Saya : “Hid, ini gula dapat darimana?”

Syahid : “Dari donat Mi, Syahid gunting” (setelah saya perhatikan ternyata di meja belajar dia ada gunting dan bungkus gula donat yang terpisah sisa semalam)

Saya : “Yaaa kalau gitu Syahid jangan taruh di meja umi, Syahid bawa aja kesana (meja ebelajarnya sendiri-saya tunjuk meja di kamarnya). Kasian kan donatnya gak ada teman.”

*limabelas detik kemudian, Syahid membawa seluruh ‘pasukan’ kuenya ke saya, dia letakkan di meja kerja saya.

Saya : “Lhaaa kenapa malah dibawa kesini semuaaa, wkwkwkwk.”

Syahid : “Biar ada temannya mi.”

Oke oke boi, ini umi yang salah -_- harusnya komunikasi ke anak cowok nih to the point “jangan letakkan di meja umi, umi terganggu jika meja kerja umi penuh.”

Kemudian Syahid bermain botol bekas larutan penyegar yang saya beli beberapa hari lalu, udah kosong. Botolnya saya simpan di dapur, sengaja saya kumpul untuk dijadikan wadah sabun cair/lerak. Ternyata dia ambil, diisi dengan kertas biru, dia tambah air. Oke, jadilah seperti pada foto paling kanan.

Saya : “Hid, itu apa?”

Syahid : “Bikin rumah ikan mi.”

Saya : “Ohhhh akuarium? mana ikannya?”

Syahid : “Ini yang biru” (kertas biru maksudnya)

-_- wkwkwk oke, good boy. Beres mendokumentasikannya, saya ceritakan ini ke suami. Haahaha emang menurun kok bakatnya. Kreatif.

Demikian agenda hari ini, saya ngetik bada dzuhur pas anaknya tidur. Syahid ketiduran sambil nonton smart hafiz yang baru dia isi film traktor (kalau kemarin kan tornado mie -film meetball).

Semoga esok lebih baik.

Link excel bisa dilihat disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *