INSTITUT IBU PROFESIONAL KONFERENSI IBU PEMBAHARU

Day 1 Konferensi Ibu Pembaharu (17 & 18 Desember)

Hari ini, tanggal 18 Desember 2021 tepat pembukaan (opening) konferensi Ibu Pembaharu yang ke depannya dilaksanakan secara marathon hingga tanggal 22 Desember 2021 (sepekan penuh).

Sebenarnya acara sudah dimulai, ‘pemanasan’, dari kemarin Jum’at, tepatnya dengan adanya ekshibisi siang hari serta webinar eksklusifnya di sore hari. Namun secara resmi diaktifkan – resmikan, tadi pagi.

Di artikel hari pertama ini, saya ingin menceritakan beberapa sub topik.

  1. Cerita seputar awal mula mengikuti KIP, darimana dan mengapa.
  2. Tampilan Interface dan Suasana Ekshibisi.
  3. Cerita hari Jumat, 17 Desember 2021. Workshop dengan Narasumber Bu Ines, melalui tema ‘Aku Berdaya, Aku Berkarya Lingkungan yang Berkelanjutan’
  4. Pembukaan-Opening secara Resmi KIP.
  5. Cerita pagi hari ini, 18 Desember 2021. Workshop dengan Narasumber Bu Yana, dengan judul ‘Be Proud of Yourself, Mama’
  6. Cerita siang hari tadi, 18 Desember 2021. Workshop dengan Narasumber Mbak Juju, ‘Kenapa ingin menjadi Youtuber’.

Oke, langsung saja.

Kenapa Bisa Ikut menjadi Peserta KIP?

Saya tertarik dengan isu yang diangkat oleh KIP. Setidaknya ada 6 hal yang saya baca dari laman webnya :

  1. Perempuan menyadari, menghargai dan bangga akan perannya sebagai ibu rumah tangga yang berkontribusi positif untuk masyarakat dan dunia.
  2. Perempuan dan anak perempuan berdaya melalui teknologi informasi dan komunikasi. 
  3. Potensi perempuan dalam pemberdayaan disabilitas
  4. Perempuan dan pendidikan/pengasuhan anak.
  5. Perempuan berdaya dalam bidang ekonomi, baik perempuan sebagai anggota keluarga, tulang punggung keluarga maupun perempuan sebagai orangtua tunggal.
  6. Perempuan berdaya dan berkarya untuk kehidupan yang berkelanjutan (sustainable living) dan dapat dimulai dari rumah.

Saya pribadi bersyukur menjadi peserta melalui jalur beasiswa. Sebenarnya saya hanya menggantikan saja, dihubungi oleh cohousing leader saya di BundPro, bukan peserta yang benar-benar menginginkan atau perlu untuk meraihnya. Alhamdulillah rezeki. Dengan demikian semacam ada tanggung jawab moral untuk diri jika tidak sungguh-sungguh mengikuti. Maka, dari hari Jumat saya siap sedia kuota internet, walau ternyata kebutuhan data masih juga kurang. Malam minggu saya recharge, isi ulang, beli kuota lagi (karena streaming dan keperluan lain juga membutuhkan kuota besar).

Di satu sisi, pada kelas bunda Produktif, saya juga mengikuti tantangan menulis kreatif dalam rangka semarak KIP sebagai hexagonia. Itu pun awalnya mendaftar tanpa setor tulisan, hingga ketika H-1 dari tenggat waktu, saya dijapri mbak Yuna untuk segera submit. Alhamdulillah terkejar dan ternyata lolos, menjadi juara pertama. Padahal tulisannya sangat sederhana dan itu pun saya pangkas habis (dari 1,500 word count, hanya diperlukan 500 kata saja, ini challenging banget deh). Setelah diumumkan, saya tidak langsung menyimak karena jarang membuka facebook.

Setelah menyadari (di-tag melalui grup), saya tak menyangka jadinya. Namun jadi ladang syukur diri juga, semoga menulisnya enggak dadakan lagi ke depannya. Apresiasi langsung disampaikan melalui video oleh tim city leader (videonya bagus, blink-blink gitu) dan saat itu juga, saya langsung dijapri oleh manager finansial, Teh Raisa untuk klaim hadiah. Alhamdulillah. MasyaaAllah.

Pengumuman-pengumuman itu terjadi di tanggal 15 Desember 2021, hari Rabu. Esok harinya, hari kamis, saya cek email dan sudah ada tiket terpampang untuk memasuki lobby https://konferensiibupembaharu.id/ . Saya juga masuk kedalam grup peserta KIP, ternyata di sana sudah disiapkan segala informasinya. Kemudian saya mulai log-in dan melihat-lihat sekilas tempat virtualnya.

Tampilan – Interface Laman KIP

Awalnya, saat membuka dari ponsel, ada kesulitan dan memang kondisi internet saya kurang mendukung. Namun ketika saya buka melalui browser, dengan bantuan laptop, tampilan interiornya berasa ‘wah’ dan seolah sedang berkunjung beneran kedalam hall room.

Terdapat 3 ruang yang disediakan di KIP setelah memasuki lobby, yaitu ruang konferensi (conference hall), ruang pameran (exhibition hall), dan SKUI.

SKUI hall berisi gabungan antara RCIP, Seknas, Kipma, Institut, Sejuta CInta, Kampung Komunitas, Ipedia, Ibu Pembaharu, dan Semesta Karya). Suasana Ekshibisi di exhibition hall-nya cukup meriah, berisi berbagai sponsor dan support system acara. Dan tentunya setting untuk ruang konferensi pun dibuat persis seperti saat memasuki ruang seminar. Saat disetel, berasa masuk kedalam ruang-ruang yang sama seperti ketika mengikuti acara offline. Jadi penasaran siapa yang mendesain interface fitur KIP ini, hehe.

Lalu, acaranya bagaimana?

Saya coba rangkum satu per satu ya.

Jumat, 17 Desember 2021 : Lingkungan & Kehidupan yang Berkelanjutan, Aku Berdaya, Aku Berkarya

Saya mengikuti acara ini sambil mencuci piring di dapur setelah masak sore hari. Sekitar pukul empat sore sudah saya nyalakan ponsel, walau ternyata tidak mudah untuk join (sepertinya traffic pemirsanya tinggi). Dengan narasumber Bu Ines, seorang wanita tangguh, orangtua tunggal yang mendongkrak kapasitasnya memberdayakan diri juga banyak ibu disekitarnya yang menjadi pengajar (guru, pendidik). Isu mulanya lebih banyak memberikan edukasi pemberdayaan di bidang ekonomi, khusus kelompok ibu yang membutuhkan komunitas pengembang finansialnya. Kemudian bergeser ke isu lingkungan setelahnya. Bu Ines ini pendiri SHINE yang memiliki fokus terhadap 10 isu atau hal : food, energy, water, waste, health, global warming & climate change, biodiversity, finance, poverty and peace (kini disebut ‘sustainability scool’).

Dari pemaparan Bu Ines, hal yang saya petik adalah ‘mulai saja dulu’ dan tak perlu menunggu menjadi ahli untuk bisa berbagi dan berdampak. MasyaaAllah.

Di hari Jumat, saya hanya mengikuti live show dari sesi workshopnya saja. Untuk agenda yang lain, saya skip karena ingin fokus kuota internet di konferensi-konferensinya. Kemudian esok paginya, saya melanjutkan di hari pertama, opening.

Opening KIP, Sabtu 18 Desember 2021

Agenda opening pun saya post poned, tidak langsung mengikuti. Namun sempat saya lihat ulang sebelum agenda webinar dimulai. Karena masih ada urusan domestik yang sebenarnya selesai jam 9 pagi ternyata molor, saya tuntaskan setengah jam setelahnya. Setelah membuka laptop, selebrasi pembukaan acara sudah di ujung waktu (sekitar pukul 9.45 WIB).

Setelah menyimak cepat-cepat. Pada intinya, pembukaan berjalan dengan khidmat dan meriah. Ada sambutan dari Teh Chika, ada gerakan atau yel-yel Ibu Pembaharu yang ditampilkan oleh Bu Septi, serta persembahan dari beberapa komponen IP. Kemudian acara berlanjut, pukul 10 pagi, webinar.

Sabtu, 18 Desember 2021 Webinar start 10.00 WIB : Be Proud of Yourself, Mama

Materinya luar biasa, dari beliau saya memahami perbedaan baby blues dan depresi pasca melahirkan. Dan terkait kesehatan mental, penting dipahami untuk menyediakan support system terhadap ibu hamil serta pasca melahirkan. Selain itu, perlunya ada komunitas yang mendukung, tidak judgemental (menghakimi) terhadap seorang ibu juga wajib diadakan. Sebab segala hal yang berkaitan dengan seorang ibu, cukup kompleks dan tidak semua orang paham dan aware terhadapnya. Mbak Yana merupakan penggagas motherhope Indonesia. Saya baru mendengar nama itu ‘mother hope Indonesia’ ya hari ini. Saat saya cari, ternyata akun tersebut sudah memfollow instagram saya, haduh, kemana saja. So, saya folbek saat itu juga (tadi siang).

Inti dari materi ‘be proud of yourself, mama’ yang menjadi insight saya hari ini adalah :

  1. Menjadi ibu rumah tangga penting cari kebahagiaan dari dalam, self love.
  2. Kebutuhan akan apresiasi, diakui, dirangkul serta didengarkan membutuhkan support system dari sekitar. Maka, jangan pernah mau menyendiri.
  3. Prioritas ibu hamil dan pasca persalinan adalah memulihkan diri secara fisik dan mental, fokus kepada anak-bayi, fokus ke diri sendiri, atasi rasa tak nyamannya dan komunikasikan serta minta bantuan pada pasangan.

Dan masih banyak insight lainnya yang super berbobot. Terima kasih atas sharing ilmunya Mbak Yana.

Sabtu, 18 Desember 2021 Webinar start 14.00 WIB : Kenapa Ingin Menjadi Youtuber

Siangnya, saya menyimak materi kedua hari ini. Terkait dengan isu teknologi. Menjadi ibu-ibu pun perlu melek gadget. Dan pematerinya pun mencerminkan hal tersebut. Yaitu mbak Juju yang baru memulai aktif ‘bermain’ youtube berdasar passionnya ‘memasak’ sejak 2020 di masa pandemi. Kini subscribernya sudah mencapai 750 ribu pengikut.

Dari pemaparan materinya, saya mendapat insight bahwa :

  1. Perlu konsistensi dalam berkarya termasuk upload video youtube.
  2. Perlu menggali diri, passion yang disukai untuk dijadikan konten, intinya mau dibayar atau tidak, akan long lasting, happy.
  3. Upload konsisten minimal 3x sepekan di jam-jam prime time.
  4. Lintas platform itu perlu, bermain dan bagikan tautan youtube di media sosial lain.
  5. Hasil tidak mengkhianati usaha. Youtube sangat profesional, bisa dijadikan tambahan pemasukan yang cukup besar (bahkan beberapa orang yang kaya, penghasilan berlimpah melalui gadget semata- youtube salah satunya).

Dan masih banyak insight lainnya yang tidak bisa saya masukkan kedalam sini.

The last, sorenya ada live dari seknas namun saya tidak bisa mengikuti. Dan malam harinya saya hanya mengikuti ‘tipis-tipis’ live show yang diselenggarakan oleh kampus ibu pembaharu . Karena saya tidak mengikuti penuh, namun setidaknya setelah menyimak pemaparan Teh Dian, saya mulai paham alur institut sepanjang itu dan ‘ujungnya’ akan kemana.

Demikian agenda di hari pertama saya mengikuti KIP. InsyaaAllah hingga tanggal 22 saya tuliskan di sini.

*Tambahan

Jadwal Full KIP

1 thought on “Day 1 Konferensi Ibu Pembaharu (17 & 18 Desember)”

Tinggalkan Balasan