BLOGGER PEREMPUAN DAILY

Day 11 : what do you want people to say about you when you’re not around

Honestly, ini pertanyaan dalam banget. Sampai bingung mau jawab apa. “Apa yang kamu ingin orang katakan tentangmu saat dirimu tidak ada di sana?”

Manusiawi sih, umumnya orang-orang akan memujiku saat mereka berada di sekitarku. Tapi, gaktau ya kalau di belakang? Biasanya hanya sedikit yang benar-benar teguh pada ucapan yang jujur. Selebihnya, balik lagi ke mereka.

Aku pribadi, termasuk orang yang sabodo teuing alias bodo amatlah sama apa yang orang katakan padaku. Terutama orang-orang yang tak pernah ngobrol. tak dekat dan tak tahu kehidupan nyataku seperti apa. Mungkin kejadian ini -beda di depan muka, beda di belakang- terjadi setiap hari, tapi aku termasuk orang yang terus belajar untuk tak mengizinkan faktor eksternal meringsek internal diriku. Karena hanya aku yang bisa mengendalikan diriku, sementara aku tak bisa mengendalikan orang di luar sana.

Jadi, konsekuensi dari bersosial menurutku ya pasti ada beberapa orang (ini opini, aku gak tau apakah sesuai atau tidak) yang akan mengatakan hal-hal positif tentangku di belakangku, tetapi jumlah orang yang mengatakan hal-hal negatif mungkin jauh lebih besar.

Aku punya kecenderungan mengapresiasi ‘teman-teman’ yang pernah memberi apresiasi positif dan mungkin memujiku. Mungkin pujian itu dilayangkan karena aku ada gunanya untuk mereka. Jika tak ada gunanya, bisa saja pendapatnya tentangku, berubah drastis. Tapi aku selalu berpegang teguh bahwa dimanapun berada, jadilah solusi karena kata Rasulullah, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat- fastabiqul khoirotz.”

Jadi ingat kata Bu Tedjo, “Dadi wong kuwi sing solutip lho jeng...” ((auto membayangkan ekspresi atau stiker bu Tedjo, wkwkwk))

Mungkin jika aku enggak membalas pesan, DM, chat, japrian dari beberapa orang, mungkin saja ada yang mengira kalau Niknik nih sombong. Atau yang melihatku berbagi suatu wawasan, ada yang berpikir kalau aku sok pintar, dll.

Sebenarnya, apapun itu, akan selalu ada bahkan banyak, orang-orang yang akan membuat opini tentang diri kita. Akan ada orang yang ngomongin diriku di belakang ketika aku tak ada bersama dengannya, namun bagiku, itu tidaklah penting. Menurutku yang penting justru siapa yang membentuk opini itu, apakah orang yang benar dekat denganku atau tidak (pura-pura dekat atau merasa dekat, jelas ini berbeda dengan betul-betul yang dekat).

Jika betul orang yang terdekat, tentu aku akan terluka. Namun, kembali lagi, aku tak bisa menutup satu per satu mulut semua orang. Karena aku tak akan mampu untuk melakukan itu. Yang aku bisa lakukan hanya menutup mulut, mata dan telingaku sendiri dengan tangan sendiri. Ya, intinya fokus ke diri sendiri aja

Mengapa membuang-buang waktu pada orang-orang yang lain di mulut lain di hati? Sebaiknya fokus pada karya sendiri aja, pada apa yang bisa aku kendalikan. Dan sejujurnya, aku sendiri tak akan respect dengan orang yang seperti itu. Jadi, untuk apa peduli? Aku masih punya lebih banyak hal, pekerjaan, aktivitas penting yang menjadi kewajibanku dan harus aku lakukan, tunaikan. Dan waktu-waktu yang tersedia, jika disandingkan dengan kewajiban, sesungguhnya masih lebih banyak kewajiban yang aku emban.

Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *