INSTITUT IBU PROFESIONAL KONFERENSI IBU PEMBAHARU

Day 2 – Penerapan Materi KIP dari Webinar hari Kedua : Refleksi Persiapan Persalinan dan Perbaiki Channel YouTube

Semalam, tepatnya kemarin, tanggal 18 Desember 2021, pasca menyimak dua materi setelah peresmian KIP – sesi opening, saya mulai mengelola kesadaran akan ‘what’s next’ yang bisa diaplikasikan. Saya pun mulai berselancar ke beberapa platform media sosial yang selaras dan sesuai ‘nyambung’ dengan materinya.

Setidaknya ada 2 tema yang membayang-bayangi benak. Dari materi mbak Yana (seputar proud being mom, termasuk persiapan post partum) dan Mbak Juju (optimasi channel youtube). Saya merenungkan, merefleksi kembali apa yang riil dirasa dan perlu diperbaiki. Konon, jika sudah ada ilmu masuk, penting untuk diaktualisasikan, realisasikan.

Pada post blog ini, saya hendak mereview diri sendiri terkait keterikatan dan ketertarikan pada materi yang cukup ‘relate’ dengan saya pada tanggal 18 Desember 2021 kemarin.

Refleksi Persiapan Persalinan

Kondisi saya hari ini memang sedang hamil ‘tua’ alias di ujung trimester tiga membentuk pola untuk semakin banyak membaca dan belajar hal-hal yang berkaitan dengan tubuh, pikiran dan diri. Selain itu, hobi saya juga gemar mencari beberapa referensi seputar kesehatan ibu hamil, kesehatan anak, keluarga, hingga mental serta spiritual. Sejak kelas BunCek batch 2 beberapa bulan lalu hingga BunPro batch 2 yang kini saya jalani, begitu banyak dukungan dari teman seperjuangan di kelas dan beberapa terfasilitasi efek dari berelasi yang berkaitan dengan kondisi fisik terkini.

Setelah mengikuti (following) akun instagram mother hope Indonesia, saya mencari kelas yang sesuai dengan topik materi kemarin, yakni pemahaman diri terkait kondisi psikis ibu hamil dan pasca persalinan. Ada istilah baby blues dan depresi pasca melahirkan. Keduanya serupa namun tak sama. Jika baby blues lebih kepada kondisi hormonal dan psikososial yang berlangsung tidak terlalu lama (hanya 3 hari sampai 2 pekan saja) serta masih bisa diiringi dengan productivity seorang ibu (tidak sampai mengganggu banget pikiran). Sementara depresi post partum tidak selalu berlangsung saat itu juga, tidak selalu diiringi baby blues, bahkan bisa terjadi kapan saja, sesuai dengan sampah emosi yang ada didalam diri seorang ibu. Durasinya juga lebih panjang dan rumit dibanding baby blues.

Saya pun berkunjung ke laman instagram motherhood Indonesia. Ternyata nanti malam ada IG Live yang membahas tema tersebut. Semoga saya bisa mengikutinya.

Adapun terkait dengan persalinan, selain membaca buku, nonton, saya juga mulai rajin konsultasi serta mencari kelas persalinan. Atas dasar rekomendasi seorang teman, saya mendaftar beberapa kelas exercise, salah satunya kelas online dari akun ceritalahir. Alhamdulillah. Namun sepekan sekali, saya usahakan juga mengikuti kelas online di bidan gentle birth, dimana saya juga periksa berkala di kliniknya.

saya mendaftar di https://toko.ly/ceritalahir/links dan langsung mendapat konfirmasi email setelah pembayaran
Kelasnya lebih terjangkau dari sisi investasi rupiahnya

Kini, saya mulai memberdayakan fisik menuju persalinan nanti. Dan dari materi yang berkaitan kesehatan mental seorang ibu hamil dan ibu pasca bersalin kemarin, saya semakin sadar perlunya support system, tidak hanya dari suami dan keluarga inti, melainkan juga keluarga besar, lingkungan, komunitas, serta tenaga ahli. Saya pribadi, sebenarnya sudah mengikuti anjuran konselor psikolog dan mengikuti kelasnya. Namun karena psikolog dan kelasnya super mahal, sepertinya tidak akan saya lanjutkan di trimester akhir ini. InsyaaAllah saya akan bergabung ke mother hope Indonesia saja. Saya lihat dari sisi aktifitas dan dukungan moralnya jauh lebih terjangkau.

Perbaiki Channel Youtube

Saya suka menonton tayangan dari berbagai kanal YouTube. Biasanya saya menggunakan kata kunci yang relevan dengan kondisi terkini, seperti ‘tips persalinan lancar’, ‘pola makan ibu hamil’, dan seterusnya. Menariknya, saya juga punya channel YouTube yang sejak dulu ingin saya kembangkan namun kurang konsistensinya.

Nah, materi di tanggal 18 Desember, bikin ‘ngeklik’ hati. Apa yang disampaikan mbak Juju membuat saya semakin sadar bahwa mengelola youtube juga bisa jadi aktifitas asyik sehari-hari. Akhirnya, yang saya lakukan semalam adalah :

  1. Mengganti nama kanal youtube, dari ‘Nikmah Writer’ menjadi ‘Nikmah berbenah’. Rencana akan saya isi seputar aktifitas berbenah yang menggunakan ilmu.
  2. Mengganti profil dan banner (cover YouTube).
  3. Mengganti cover thumbnall yang awalnya kurang menarik (entah sekarang jadi tampak menarik atau tidak).
  4. Mengganti URL : https://www.youtube.com/user/nikmah26
  5. Melengkapi informasi dan data didalamnya.

Dan tampilannya pun seperti ini.

Pada intinya, semua hal yang berkaitan dengan dunia YouTube dan media sosial, membutuhkan konsistensi diri. Saya pribadi termasuk orang yang masih menyesuaikan sana-sini, cukup struggling jika diminta untuk berbagi melalui video. Semoga setelah ini, jadi lebih tertata, termotivasi serta mampu mengisi channel YouTube yang sudah seperti sarang laba-laba ini. Krik, krik, krik.

Selanjutnya, saya akan menulis kegiatan di hari ke-3 tanggal 19 Desember 2021 setelah postingan ini.

FYI, hari pertama terhitung dari tanggal 17 Desember ya. Acara selesai, InsyaaAllah puncak milad IP, 22 Desember.

Stay tune here!

Tinggalkan Balasan