BLOGGER PEREMPUAN DAILY

Day 7 : Apa yang selalu aku inginkan sekaligus malah aku hentikan

Pertanyaan untuk hari ini, “what did you always want to do? what stops you?”

Jawabanku hanya satu, “melanjutkan studi master degree.”

Ya, impian dari dulu, bahkan sebelum menginjakkan kaki di kampus perjuangan (ITS Surabaya) aku punya angan, tekad dan harapan untuk melanjutkan studi S1, S2 bahkan kalau bisa hingga S3.

Namun harapan dan impian itu, harus aku hentikan pasca kelulusan (yudisium) karena pilihanku jatuh pada membangun rumah tangga, menikah dan hijrah dari Jawa Timur ke Jawa Barat.

Sebelumnya, aku mengira akan survive untuk langsung melanjutkan studi pasca kampus setelah melangsungkan akad nikah dan wisuda S1. Faktanya enggak demikian, jurusanku yang linier tidak ada di sini, dan rasanya aku lebih menyukai aktivitas didalam rumah dan menulis daripada wira-wiri dan belajar ke kampus.

Ada masanya aku rindu. Pada hamparan aroma gedung yang membawa jati diri mudaku untuk menjadi bagian dari para intelektual itu. Namun, aku hentikan seketika, setidaknya untuk saat ini karena prioritas berkata lain. Aku harus membangun rumah dulu, membesarkan anak, melangkah bersama passion yang tak berkaitan dengan bidang akademikku.

Ya, aku cenderung otak thinking, bidang S1ku teknik. Masih terasa pelajaran fisika dan matematika kegemaranku dari SMA untuk aku ulik di masa persiapan dulu. TPB (tahun persiapan bersama) dimana bukan beban akademik saja, melainkan beban mental efek dari kaderisasi setahun penuh.

S2 mungkin terlihat lebih mudah dan cepat, membuat thesis, fokus dan tidak terlalu banyak kegiatan dibanding S1.

Tapi, kenapa berhenti memperjuangan S2?

Sebenarnya tidak berhenti, rasa itu masih ada. Namun aku harus tahu diri, kini, aku menjadi seorang istri, sosok ibu, menantu, saudara ipar, serta menanggung kondisi generasi atas dan bawah (I’m totally sandwich generation) sehingga tak memungkinkan untuk mengejar ‘kesenangan diri’ seperti lanjut S2. Selain itu, faktor ekonomi juga, bagaimanapun, membangun rumah atau hunian permanen saat ini menjadi pokok utama pikiranku. Didukung dengan adanya wabah covid-19 ini, semakin mengokohkan kaki bahwa aku memang cukup di rumah aja, dan masih perlu menunggu. Entah sampai kapan, yang jelas, S2 masih menjadi impian.

1 thought on “Day 7 : Apa yang selalu aku inginkan sekaligus malah aku hentikan”

Comments are closed.