3.3 BUNCEK KEPOMPONG IBU PROFESIONAL

Day 9 : Jurnal Tantangan 30 Hari Tahap Kepompong Bunda Cekatan Batch 2

Tumben jam sepuluh siang sudah setor tantangan harian, Nik? Biasanya kan jam sepuluh malam, beres tarawih? wkwkwkk (menertawakan diri sendiri).

Well, ya, inilah sebuah kemajuan pencapaian di hari ke-9. Setelah delapan hari jungkir balik menyesuaikan diri untuk menerima tantangan yang tak mudah, membuat novel. Ya, saya akui, saya terbiasa dengan menulis non-fiksi, terbiasa menulis tanpa ritme, masih mengandalkan ‘intuisi’ ketika hendak menulis. Belum seprofesional para penulis lainnya yang sudah memiliki ritme khusus dan rutin setiap hari. Bisa dikatakan, saya menulis, jika saya perlu, jika saya butuh dan mengikuti aliran ide. Padahal, setelah mengikuti kelas kaizen writing setahun lalu, saya sudah memahami dari pemaparan Dee Lestari bahwa alam ide ini cair, harus dikonkretkan dan diikat dengan rantai kedisiplinan. Secara bunyi, jika didengarkan memang benar, namun suara diri sendiri masih belum mengenal teknik vokal dan masih butuh dorongan besar untuk mengasah jam terbang.

Selama ini saya menulis di wattpad, sudah cukup banyak pembacanya. Ada tiga cerita yang saya publish dengan rata-rata seribu pembaca, bahkan ada yang sudah mencapai tiga belas ribu lima ratus pembaca di sana. Namun, saya tinggalkan, tidak saya teruskan sebab menulis fiksi memang tak semudah menulis non-fiksi (ini sebab kebiasaan juga). Namun, guru selalu bilang, jika tidak dicoba untuk menekuni genre lain hingga tamat, maka saya tak akan mampu mengetahui sumber kekuatan itu sendiri. Well, itu benar.

Maka, segalanya dimulai dari rutinitas. Alhamdulillah pagi ini saya sudah menulis untuk tantangan hari ke-3 di facebook, kemudian memperbaiki ponsel (update perangkat lunak) supaya aliran internet lancar (menulis juga perlu daring KBBI ini) kemudian saya lanjutkan dengan meneruskan naskah novel saya.

Namun, sebelum menulis, saya perlu menggerakkan badan. Biasanya olahraga, tapi khusus ramadhan, saya mengurangi aktifitas fisik yang membakar kalori, maka saya alihkan ke suara. Ya, saya bersuara di podcast lagi, membahas buku yang pernah ditulis sendiri, hihihi. Insyaa Allah setiap hari nge-podcast.

Selesai posting podcast, saya melanjutkan menulis naskah novel. Alhamdulillah.

Skor untuk hari ini, masih di angka 3. Saya pribadi tidak berani menilai perfect (4) sebelum memang benar-benar terbentuk kebiasaan menulis novel ini. Semangat!

Tinggalkan Balasan