BLOGGER PEREMPUAN

#Day14 Kota-kota yang pernah Kutinggali

Hai BP-ers, topik hari ini sebenernya tentang zodiac. Namun karena udah lama aku nggak ngikuti zodiac (sejak SMA) hingga kini aku kurang yakin aja pada horoskop itu. Sebab aku sendiri mulai berfikir logis, sifat karakter bisa diteliti secara ilmiah, bukan melalui ramalan bintang. Kalo ramalan BMKG terkait cuaca aku percaya. So, I’m so sorry for this topic. Kuubah menjadi “kota-kota yang pernah kutinggali”

Sejak lahir hingga usia 17tahunan aku berada di Jawa Timur, tepatnya dibawah kaki gunung semeru Kabupaten Lumajang. Namun pada masa usia setahunan pernah dibawa tinggal di rumah bapak di Pasuruan sebelum akhirnya ibuku memutuskan bercerai. Jadi aku kurang ngerti dan nggak ingetlah Pasuruan itu gimana, sudut-sudutnya juga lupa seperti apa. Zaman 90an.

280px-Semeru

Terlepas dari kisahku tinggal di Pausuruan, aku lebih hapal pada tanah kelahiranku : Lumajang. Tinggal disana dari kecil hingga lulus SMA. Kemudian selepas SMA aku kuliah di ITS Surabaya, di Surabaya kurang lebih 5 tahun di Surabaya. Dan kini aku stay di Bogor menjadi warga Jawa Barat. Jika dikerucutkan, aku akan menceritakan 3 tempat : Lumajang, Surabaya dan Bogor. Oke, Let’s go

Kabupaten Lumajang 

Di daerah Pasirian tepatnya aku dilahirkan. Kampung halamanku ini cukup komplit, diatas ada gunung tertinggi di Jawa- Semeru, ada kebun teh, ada pegunungan, kemudian di selatan ada laut besar (Pantai Selatan) yang terkenal dengan penambangan pasir hitamnya.

Mayoritas kegiatan masyarakatnya bercocok tanam, menjadi petani. Sebagian kecil Pegawai Negeri Sipil, sebagian lagi pedagang. Ada suku Madura juga tapi mereka tinggal di lokasi tertentu, berinteraksi di pasar-pasar aja biasanya..

Satu hal yang membuatku selalu merindukan kampung halaman ini adalah begitu banyak objek wisata yang masih alami yang belum pernah kukunjungi. Mulai dari guanya, curug/air terjun, kebun-kebun di dataran tinggi, objek wisata budaya, dan masih banyak lagi.. bahkan pantai yang ada ikannya (ini disebut puger apa ya -lupa :D) juga ada, kalo selama ini yang sering kukunjungi selain pantai selatan juga beberapa bukit gunung anakan dari semeru.

Khusus Pasirian kini menjadi Lumajang-II alias sudah mulai dibangun seperti kota, ada mallnya, ada tamannya, rumah sakit dan pasar modern.

Disini jajanan, harga-harga sembako murah sebab ada dari petani langsung. Terkenal dengan kelapa, pisang dan salaknya. Wiihh jadi kangen Lumajang 😀

FB_IMG_1498621332836.jpg

Surabaya (2009-2014)

Di Surabaya ini aku niat study. Datang kesini dikala kondisi terminal waktu itu masih penuh preman, hehehe. aku datang sendiri berbekal uang pas-pasan. kusimpan di sepatu agar gakbisa dicopet. Pada waktu itu membawa tas dan kardus berisi amunisi hidup sebulan disana, karena super irit jadi aku ngga diantar siapapun. Pada waktu itu dibantu orang bertato angkat barangku, kubilang aku mau bekerja di pabrik gula 😀 ampun deh om, aku takut kalo dibilang ‘mahasiswa’ karena stigmanya mahasiswa = orang kaya, bawa duit banyak. huhu

IMG-20140812-WA0000.jpg

Di Surabaya ini aku kongkow bersama teman-teman paling ke Pasar Turi (belanja murah), stasiun gubeng (melancong ke malang, hehe), sekitaran ITS-Unair (udah macam thawaf aja), balai kota, pelabuhan perak (penelitian), dan daerah Unesa. Selebihnya ngadem, nonton di mall2 yang pilihannya banyaak, udah gitu aja hidup. Kadang sesekali ngelesi ke daerah Kenjeran, atau Surabaya perumahan elit 😀

Bogor (2014-sekarang)

Disini aku stay start september 2014, ikut suami. Awalnya tinggal deket kampus IPB Dramaga. Bogor ini puadet ternyata, penuh angkot hehe. Tapi sekarang lumayanlah kemana-mana bisa pakai ojek online.

Per februari 2015 aku berpindah KTP menjadi warga Jawa Barat. Di Bogor ini cukup enak, harga rumah lumayan oke. Strategis bisa ke Jakarta menggunakan moda transportasi massal murah meriah -KRL- yang ini nggak kutemukan di luar jabodetabek 😀
Di Bogor ini juga tempat wisatanya buanyaakk, lengkap (kecuali laut, Bogor gak punya laut :D), makanannya enak-enak, tinggal disini juga ngga sulit ketemu saudara sesama jawa (sebagian besar penghuni komplekku bisa berbahasa jawa haha) dan adem juga.

Mungkin itu sedikit cerita hari ini semoga bermanfaat. Mungkin kurang lengkap ya, kita smabung di lain kesempatan. Teman-teman bisa bubuhkan cerita juga di kolom komentar ya. Syuku2 jika ada dari kalian yang pernah atau tinggal di Lumajang 🙂

3 thoughts on “#Day14 Kota-kota yang pernah Kutinggali”

  1. Wah ternyata ada yang samaan. Aku juga mbak sudah lama banget gak kepoin horoskop. Mungkin karena sudah makin dewasa jadi sdh bisa berpikir yang lebih real2 saja. Jadi bingung sendiri mau nulis apa pas dapat topik ini. Hehehe. Tulisannya mbak bisa jadi referensi nih buat aku. .. salam kenal mbak. #bloggerperempuan

  2. Wah ternyata ada yang samaan. Aku juga mbak sudah lama banget gak kepoin horoskop. Mungkin karena sudah makin dewasa jadi sdh bisa berpikir yang lebih real2 saja. Jadi bingung sendiri mau nulis apa pas dapat topik ini. Hehehe. Tulisannya mbak bisa jadi referensi nih buat aku. .. salam kenal mbak. #bloggerperempuan
    #bpn30daychallenge2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *