DAILY

DOnt judge someone by their cover

Akhir-akhir ini kesel sama orang yg ada di facebook. yag sok-sokan memberikan nasihat. sok perhatian. dan sok comment sembarangan.

Bagiku.. Seseorang yg paling dekat saat ini dan berhak menasihatiku adalah suami. Karena jika saya sebagai istri berbuat salah, sang suamilah yg jg ikut menanggung beban kesalahan itu. So wajib ‘ain bagi suami untuk menegur, mungkin contohnya saat saya keluar rumah nggak berhijab, wajib diingatkan.

dan bagi saya.. yg bisa menasihati saya dg baik dan menyejukkan memang hanya suamiku..
Karena ketika memberikan nasihat memang di momen yg pas, yg adem karena kebiasaannya adalah membaca raut mukaku sblum berbicara. Itupun bahasanya halus, nggak menggurui, dalem, dan memang sudah memberikan contoh (misal 5R). Dan cara menasihatipun face to face. Nggak lewat socmed, sms ataupun abstrak (suara telpon).
Sebagaimana seorang murobi, menasihati tanpa menyakiti dan senantiasa memotivasi. NYATA ! dan suamiku adalah murobbiku di rumah. yang memberikan jadwal pembinaan serta ngecek lembaran amalan yaumiahku.

jadi merasa aneh banget kalo ada seorang teman yg nggak pernah jumpa lalu tiba2 capcipcus bla..bla..bla menasihati seolah-olah aku ini orang yg paling salah di matanya dan menuduh yg bukan-bukan. Ya kalo seandainya anda tetangga saya, melihat saya diam lewat depan rumah anda kemudian anda menegur karena ngga bilang “punten…” , itu mah wajar.. Lha ini? kenal di dunia nyata aja enggak- ckckckck…

So? jangan salahkan saya kalo anda saya unfriend…. Anda kan ngga kenal saya, bukan sahabat dekat juga.. jadi perilaku menuduh-nuduh tanpa tabayun itu… hmmm.. kelewatan banget bagi saya.

Beruntung tidak saya blokir, masih unfriend. Hehe..

Bagi siapapun juga begitu, hal kritik mengkritik memang biasa. Namun ada baiknya yg anda kritik adalah orang yg dekat dan memang anda mengenalnya. atau publik figur dan pemerintah. Bisalah anda kritik sesuka anda. ūüôā saya bukannya anti kritik, tapi saya lebih menghargai nasihat seseorang yg saya kenal dan mengenal saya. Minimal pernah ngobrol dan berbincang face to face. bukan orang yg jauh ataupun dekat tapi tidak pernah berjumpa.

coretan di tengah derasnya hujan Bogor. ūüôā

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *