2.01 BUNSAY LEVEL 1 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 1 #Day 2 : Komunikasi Keluargaku

Hari ke-2 ^^

Pengamatan sebenarnya dimulai dari semalam oleh abinya yang mengajak Syahid membaca buku bersama sebelum tidur. Semalam kami memiliki misi untuk membujuk Syahid agar mau cukur rambut, secara rambutnya udah panjang parah dan tumbuhnya nggak merata. Rambutnya tipis, merah dan panjang menyentuh telinga.

Akhirnya dengan memberikan opsi “Hid, cukur atau mainannya dibuang?” dia memilih “cukur”. Ide ini cukup ekstrim sebenarnya, anak nggak punya pilihan lagi. Tapi yaaa tujuannya membuat dia mau cukur sejak beberapa bulan lalu memang alot πŸ™

Akhirnya semalam Syahid mau dibawa ke tukang cukur, dicukur rata hanya menyisakan 1 sentimeter aja di permukaan kulit kepalanya πŸ˜€

Adapun hari ini pagi Syahid bangun dan mandi seperti biasa. Karena dia paling sulit sarapan nasi, akhirnya diberikanlah susu dan roti. Setelah itu barulah dia mau makan nasi.

Namun ada kendala di diri saya, ketika hendak memberinya makan nasi insiden Syahid pup di celana terjadi dan itu membuat saya emosi. Hiks, gagal deh menahan emosi ini untuk tidak ngomel. Pasalnya saya sendiri baru selesai makan, bayangan menyuapi dengan nyaman tergambar kemudian melihat fakta anak pup nggak bilang dan sangat bau huah rasanya. Namun setelah dia cebok dan selesai omelan saya itu, saya minta maaf padanya dan bilang secara tegas, “Umi nggak suka Syahid pup sembarangan, Syahid udah mau empat tahun -4bulan lagi- harus bisa pup sendiri di kamar mandi ya.”

Entahlah ini toilet training masih saja jadi PR besar untuk anak πŸ™

Setelah itu dia memilih untuk nonton smart hafiz, sepertinya bosan mendengar uminya ngoceh -_-

Kemudian saya ajak dialog, sempat saya videoin disini.

Dialog siang ini lumayan bervariasi, mulai dari Syahid minta buah, makan, dan juga izin mencuci kakinya yang kena tomat (minta tomat dari dapur buat main, entah kemudian lengket ke kakinya).

U : kenapa kakinya

S : kena tomat mi, ahid cuci kaki, ya ya

U : oke, cuci kaki. bukan main air

Dan akhirnya dia betul mencuci kaki sesuai dengan apa yang diucapkannya.

Siang beres dzuhur ada yang cukup menantang buat saya, yaituu ketika dia meminta susu sedangkan di rumah tidak ada lagi susu yang dimaksudnya (susu UHT). Cukup menguras pikiran sih jika anak ngamuk -_-

S : Mii…uuu uuuss (MI, susuuuu!)

U : nggak ada hid, habis.

S : ahid paki topi *braakbraakbraakk (lari ke kamarnya, kemudian topinya nggak ketemu, ngamuk -_-)

U : dicuci hiid, topi kamu dicuci abi sepertinyaaa

S : *ngamuk

U : main aja dululah hid, lagipula kalaupun kamu keluar pakai topi, umi nggak ikut. ini umi nggak ada rencana keluar rumah.

S : diem

akhirnya dia memilih membaca buku πŸ™‚

Bosan baca buku, dia lari keluar rumah, main pasir (ngambil pasir ke tetangga -_-)

Namun ada nilai lebih hari ini, Syahid mau berempati ke umi, ketika tadi dia pipis sembarangan segera lari ke kamar mandi dan mengambil kain pel dan ketika hujan turun dia yang memberitahu.

S :Mii.. ujaan, mii jemuyy (mi jemurannya, hujan)

U : Hid, ambil keset yang dijemur ya bawa ke dapur

S : *mengambil keset dan serbet yang dijemur kering dibawa ke dapur. Sementara saya mengangkat jemuran yang utama. Angkat jemuran lipatnya, kemudian pakaiannya. Setelah itu, Syahid izin bermain lagi di halaman depan sambil membawa payung πŸ™‚

Suara intonasi saya cukup signifikan di awal, namun di akhir drama jadi melengking. Nampak beda hasilnya, ketika saya rendahkan suara, dia lebih kalem jadinya. Hehe

Selesai main pasir di luar, syahid menghampiri saya,

S : “Mii…ahid cape”

U : cape kenapa hid?

S : Abis main pais mi (habis main pasir)

U : yaudah sayang umi dulu yaa

S : *cium umi, jadi setiap dia cape, lelah atau abis kena omel gitu biasanya langsung peluk, sayang atau cium. kadang kalau cape banget minta dielus punggungnya

 

Well, akhirnya selesai sudah drama hari ini. Berlanjut saya tulis kesini.

Demikian hasil obeservasi hari ini : saya masih terpancing emosi juga hingga siang, saya diamkan saja. Syahid sendiri cukup mulai menerima emosinya namun belum bisa mengendalikan. Semoga besok lebih baik dari hari ini. Amiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *