2.01 BUNSAY LEVEL 1 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 1 #Day 7 : Komunikasi Keluargaku

Day 7 🙂
Whuaaa akhirnya bisa ngeblog ini, sejak siang tadi bergelut dengan signal yang superb lambat 🙂

Hari ketujuh ini bertepatan dengan tanggal merah isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tidak ada agenda khusus di rumah selain menyelesaikan beberapa pekerjaan yang mangkrak 😀

Hari ini tetap fokus observasi ke anak dibantu oleh suami yang sejak pagi berjanji mengajaknya membuat kue 🙂

Syahid punya hobi yang hampir sama dengan abinya, memasak 🙂 maka salah satu cara membangunkannya di hari libur tadi adalah dengan menggunakan suara abinya “Hid, bangun yuk! mau bikin kue nggak?” dan itu cukup ampuh, dia pun segera bangun semangat dan menghampiri saya “Mi, ahid mandi ya Mi. Mau bikin kue”
Saya tersenyum dan segera mengajaknya ke kamar mandi 🙂

Ada peraturan penting di rumah, kalau mau membuat kue usahakan badan bersih dan bebas bau. Nah karena Syahid baru bangun tidur dan kondisinya bau ompol yaa dia sadar bahwa harus mandi dulu hehehe..

Setelah mandi, kami sarapan bersama. Syahid membuat kreasi lagi, tempe yang udah diletakkan di piring diletakkannya di buku dibentuk seperti bunga dan menara.

Dialog awal Syahid yang memang sudah tahu bentuk cukup unik, pelafalannya terlalu cepat.

Syahid : “Mi..peewueet”

Umi : hah? apa itu pewet?

Syahid : uweet mi uweet

Abi : itu lho, bulet, maksudnya tempe bulet

Umi : oalah -_-”

Karena ini temanya ‘komunikasi produktif’ maka harus ada feed back dari si komunikannya, anak.

Umi : Hid, bukan uwet yaa

Syahid : apa mi

Umi : bicaranya dijeda aja, buuu let.

Syahid : *ketawa*

Umi : hayo apa?

Syahid : bueweet

Umi : L hid for lalat. L for let. Jadi bu..let. bukan buwet

Syahid : *nyengir, lari

Umi : baiklaah -_-

Selanjutnya dia memberikan tempe dengan menyebutkan jumlah permintaan.

Umi : Hid, umi minta tempe, satu.

Syahid : ini mi, atu. *sambil ngasih tempe yang ada di tangannya, namun dipoteknya jadi dua, dikasih ke saya separuhnya. hmm. -_-

Agenda sarapan selesai, kini beralih ke agenda yang abi buat : membuat kueee.

Ada agenda penting setiap pekan yang dicatat oleh suami, yaitu mengajari anak membuat makanan (bisa kue atau sayur atau lauk) minimal seminggu sekali atau dua kali. Dan kali ini pilihannya ada pada membuat kue. Kue pandan coklat kukus (karena udah nggak nyimpan oven lagi, jarang dipakai-boros listrik, akhirnya dijual wkwkwk).

Tujuan membuat kue antara abi dan anak adalah membangun rapport (kedekatan- walaupun udah deket banget sih -_- tapi momen ini penting sebab biasanya jam segitu abi ngantor), mengasah skills memasak (walaupun anaknya ini lelaki tapi bagi kami hal itu tetap wajib sebab pada nantinya si anak akan jadi calon suami, misal istrinya nggak bisa masak atau seandainya istri sakit kan suami nggak perlu manggil orang buat masak hehe- pikirannya udah jauh ya wkwkwk), dan juga melatih motoriknya.

Dengan membuat kue juga melatih kesabaran, buktinya ini Syahid biasanya ngamuk kalau diajak menunggu. Namun khusus membuat kue dia rela menunggu kue matang, hehe. Dan akhirnya kue pun matang. Walaupun bentuknya aneh (karena emang dia yang naburin asal) namun rasanya tetap enak. Bahannya : telur 2 butir, tepung terigu seperempat, baking powder/soda gitu (saya lupa -_- karena nggak ikutan masak), pandan warna, gula dikit dan coklat. Sayangnya si coklatnya meleleh (ya iyalah kan dikukus) kemana-mana membuat bentuk kue semakin nggak karuan wkwk.

Demikian agenda hari ini, hingga siang selesai. Resume ceklis untuk hari ke-7 sebagai berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *