2.02 BUNSAY LEVEL 2 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 2 #Day 2 : Melatih Kemandirian Anak

Hari ke-2 🙂

Oiaa biar nyambung dengan apa yang saya tulis di hari pertama, sepertinya perlu saya bahas lagi disini. Bahwa pembuatan indikator self help dan adding value yang dijadikan list untuk melatih kemandirian anak ini nggak didapat dari mana-mana 🙂 ini merupakan hasil dari musyawarah mufakat antara saya dan suami hehehehe. Indikatornya melihat dari apa yang perlu dilatih dan mana saja yang sudah lulus. Yang sudah lulus atau menjadi kebiasaan tidak kami cantumkan.

Misalnya :

Memotong kuku setiap hari jum’at/kamis, ini rutin sudah Syahid lakukan setiap pekan.

Mencuci tangan jika tangan kotor, ini sudah Syahid otomatis lakukan sudah lama. Berawal setiap kali tangannya menyentuh lantai atau habis bermain kami biasakan dia mencuci tangan terlebih dahulu.

Mengosongkan isi tas setelah selesai bepergian, ini juga udah otomatis dilakukan dua tahun lalu. Awalnya melihat, lama-lama juga menjadi kebiasaan keluarga. Mengosongkan isi tas dan meletakkan isinya ke tempat semula merupakan filosofi dari #keluargaberbenah yang menjadi bagian dari visi kepala keluarga, alias Aang, abinya Syahid. #KeluargaBerbenah ini juga pernah kami sertakan di ajang Change Maker Family IP Bogor 2018 lalu.

Adapun yang perlu kami lanjutkan dari game level 1 (kami letakkan di poin self help) adalah menyatakan keinginan dengan baik, ini basic sekali namun terkadang masih dilakukannya dengan merengek, teriak atau memaksa. Jadi kami lanjutkan di level 2 🙂

Kami meyakini bahwa setiap anak, setiap keluarga itu unik dan pasti berbeda. Proses mana yang perlu dilatih dalam sekian waktu memerlukan diskusi dari dalam keluarga tersebut. Itulah kenapa, dari berbagai indikator yang sekiranya mampu kami lakukan saat ini yaitu sesuai dengan tabel diatas. Adapun ke depan, setelah anak mampu menyelesaikannya pasti akan berubah seiring bertambahnya usia.

Lalu, hari kedua bagaimana progressnya?

Kemarin sore, Syahid membantu saya mengepel lantai. Hal itu dia utarakan ketika melihat saya agak kewalahan menyapu halaman dan saya tanya “Syahid bisa bantu? lantainya dipel, kan Syahid suka main air”. Kemudian dengan senang hati dia mengambil pel-pelan dan mengepel ruangan.

Ngepel sore hari

Mungkin bagi orang di luar yang melihat dikiranya “ini anak 3 tahun ngepel, emaknya kok tega -_-” hehehe

Namun saya juga nggak setega itu, selama motoriknya mampu dan anaknya mau, why not? karena itu bukanlah hal yang jauh di luar jangkauan anak.

Selesai ngepel, Syahid mandi dan tidur. Karena siangnya dia nggak tidur, bangun tidur tepat ketika abinya pulang (sekitar pukul 20.00 WIB). Diajaklah Syahid membeli makan oleh Abinya, sayangnya tepat sampai depan Alfamart hujan turun. Jadilah dia menunggu hujan dan meminta membeli roti serta susu -_- (kata Abi habis 2 potong).

Setiba di rumah, Syahid meminta baca buku. Awalya membaca buku hijaiyah sambil saya kenalkan bahwa yang menciptakan itu semua adalah..”Allah Mi” jawab Syahid 🙂

Selesai membaca buku Hijaiyah (P.S Alhamdulillah Syahid sudah hapal basic warna, bentuk, huruf latin, angka dan hijaiyah) dia mengambil buku favoritnya : CPD (cakrawala pengetahuan dasar). Syahid meminta untuk ditemani, ini lucu banget sampe celana saya ditarik-tariknya wkwkwk. Biasanya abi yang menemani, namun karena abi cape pulang, Syahid ngebooking uminya ini hihi.

Selesai menemani dia baca buku, saya minta gosok gigi sebelum tidur. Alhamdulillah mau melaksanakan dengan sneang hati, biasanya mah alot -_-

Sayangnya, selesai gosok gigi bukannay tidur malah ngajak main -_- Syahid marah-marah karena lampu semua dimatikan. Akhirnya win-win solutionnya adalah : Abi tetep mematikan semua lampu kecuali lampu dapur, wkwkwk. Selesai itu tidurlah dia. Pufh.

Bangun pagi tadi, tidak ada bekas ompol. Syahid bsia menepati bangun tidurnya (bangun pagi) dan langsung minta pipis ke kamar mandi (langsung mandi sekalian, triknya, langsung basahin bajunya hahaha biar mau sekalian mandi). Namun sebelum mandi, Syahid membantu kami menyuci baju, dia bagian yang menurunkan drain selang mesin cuci dan menampungnya kedalam ember. Kemudian selesai mandi dan ganti baju, dia ikut abi belanja, sarapan dan main.

Hari ini dia di rumah saja, sehingga tidak ada kegiatan bersosialisasi dengan teman maupun bermain dengan alam.

Syahid sedang suka bereksperimen teknologi, dia terobsesi dengan baling-baling dan rangkaian kereta api. Maka, apapun benda yang dipegangnya bisa dipastikan itu diwujudkan dengan 2 hal itu, film dari magic proyektor dijadikannya bentuk baling-baling sednagkan balok kayu puzzle dirangkai seolah jd gerbong kereta -_-

Siang ini dia nonton smart hafiz, menemani saya yang sedang ‘sok sibuk’ di depan laptop (ngerjain deadline tulisan ini itu). Sesekali Syahid melayani saya, “Hid, minta minum ya, umi haus” >> responnya dengan gercep diambilnya gelas berisi air minum. Alhamdulillah, sangat kooperatif. “Hid, umi minta wafernya dong..” >> reaksi yang sama, langsung dibukanya toples di dekatnya dikasihkannya ke saya 1 potong hahahaha.

Tetiba abinya wapri. Abinya bilang kalau beres olahraga di kantor mau pulang nganter makan siang (habis ada acara kayaknya) dan jumatan di rumah. Trus bersiap jumatan, Syahidpun ikut sholat jumat juga. Syahid mau pakai sarung katanya hahaha.

Berikut hasil observasi hari ini tentang melatih kemandirian anak hari kedua. Rentang observasi dari sore kemarin hingga siang ini 🙂

Be There. “To be in your children’s memories tomorrow, you have to be in their lives today.”

See you later (again) 🙂

 

 

2 thoughts on “Game Bunda Sayang #BunSay Level 2 #Day 2 : Melatih Kemandirian Anak”

  1. Ceu Nikmaaah!!! Ah so blessed to read this kind of blog. Aku izin sering-sering mampir ya ceu hihihi. Banyaakkk sekali ternyata yang bisa dipelajari di blog ini Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *