IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 3

Game Bunda Sayang #BunSay Level 3 #Day 4 : Meningkatkan Kecerdasan Anak

Day-4

Tepat jam dinding menunjukkan pukul 22.00 WIB tangan ini mulai menjentikkan jari, mengarah ke jajaran tuts-tuts keyboard laptop. *mulai menari, ngetik ini laporan game level 3 haha

Saya baru saja sampai rumah pukul 21.00 sejam lalu, seharian agenda full di luar. Tentu ini bukan tanpa rencana, justru saya yang malah lupa kalau hari ini memang terjadwal untuk menemani abi sekaligus refreshing ke sebuah resort di bawah kaki gunung salak. Namun kami enggak nginap, mengingat besok senin mulai kembali ke dunia nyata ‘bekerja’.

Tiba di rumah tadi saya enggak langsung menulis tugas IP, masih jetlag bagaimanapun saya ini tipe anak komplek males keluar rumah jika enggak penting banget wkwk. So bisa dibayangkan, perjalanan ke sana saja penuh rintangan -macet- plus baliknya demikian. *introvert detected

Barusan sampai rumah, segera mungkin saya bebersih, mengeluarkan segala isi tas, mengistirahatkan tas (hanya bawa 1 macem slingbag) terus lipat pakaian dari jemuran (keburu lungset wkwk, so lipat cepat), sholat, merapikan sedikit meja kemudian duduk di kursi ini- mengetik. Sementara, Syahid dan abi udah bobok pules.

Lalu gimana nih agenda untuk mengenalkan dan membimbing kecerdasan emosi anak hari ini?

Alhamdulillah, yang saya pikir bakal super failed malah -di luar ekspektasi- khusus hari ini saya berikan applause! 👏🏼👏🏼👏🏼

🎉🏆  so appreciate untuk Syahid karena full support dan memenuhi kriteria penilaian. Wah, wah kayak gimana ceritanya?

Ehm, gini…*seperti biasa, siapkan cemilan dulu -agak panjang 🤣

Pagi tadi Syahid bangun normal, sebelum adzan subuh terbangun. Tapi dasarnya abi cape, abis tahajud doi malah ngajak Syahid bobok lagi -___-

Nah, pagi sebenarnya udah disounding lagi kalau agenda hari ini Abi mau ketemuan sama kliennya yang mau konsultasi tentang pengelolaan sampah di tempat wisata. Lagi-lagi karena keasyikan agenda pagi, nyuci, nyapu dan disambi nonton laptop, living slowly, tau-tau udah siang aja, wkwkwk 🤣 alhasil berangkat ke resort pukul 11 lebih. Ke daerah kaki gunung salak (please, kalau nama tempat nih saya enggak bisa ngafal dalam sekali jalan -_-)

Di tengah perjalanan, Syahid menangis dan bilang berrrrrkali-kali kalau perutnya sakit. Abi yang enggak tegaan langsung minta berhenti di tengah jalan untuk pergi ke warung yang ada, buat beli jajan. Biasanya Syahid kalau perutnya sakit dikasih jajanan atau roti bisa memaklumi dan mau makan tapii siang tadi, big big no, anaknya enggak mau. kamipun bingung dan meminta dia terus bersabar karena udah mau sampai.

Tiba di lokasi (nama tempatnya Aldepos Salaca Santri- Agriculture & Kampoeng Resort) kami diarahkan ke vila yang viewnya masyaaAllah super adem di mata. Tepat depan villa tempat kami singgah ada anak sungai yang mengalir jernih, dikombinasikan dengan kebun jambu brazil yang bisa disantap kapan saja dan juga guguran daun yang menyemarakkan suasana.

Enggak hanya disuruh rehat, tapi juga udah ada suguhan di depan kamar yang aduhai mengocok perut untuk segera menyantapnya.

Kami sholat dzuhur -udah mendekati jam 2 siang- terlebih dahulu, Syahid gimana? dia masih mengeluh perutnya sakit namun melihat suasana yang sejuk hijau, dia menjadi lebih tenang dan menikmatinya.

Syahid duduk sambil memandangi aliran anak sungai yang bergemiricik merdu.

Saya pribadi jadi bertahmid berkali-kali -karena udah jarang banget nemu sungai yang kayak gitu- dan kembali teringat setiap ayat didalam Alquran tentang nikmatnya surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Kini saya menyadari bahwa mungkin alasan itulah narasinya seperti itu-dan tentu di syurga jauh lebih indah ya- kenapa aliran sungai ini menenangkan. Karena memang demikian nyata, mata melihat jernihnya air dikombinasi gemericik air yang mengalir memang menentramkan dada.

Selesai sholat, saya dan abi makan siang. Syahid? tetap menolak, alasannya perutnya sakit, enggak enak. Yaudah kami biarkan saja. Bahkan ikan bakar -yang biasanya ia suka- secuilpun Syahid enggak mau menyantapnya. Tapi Syahid mulai berbinar-binar, melihat ada aliran anak sungai di depan kamar.

Selesai makan siang, Abi memberitahu kalau kliennya yang di jakarta enggak bisa hadir, sebagai gantinya kepala manager resort yang mau ngobrol tapi nanti janjian dulu. Abipun mulai mencari ide agar Syahid enggak bersedih -karena perutnya sakit. Diajaknya itu anak bermain di sungai, whah seneng banget tuuh, saya sendiri malas ikut turun, saya lebih tertarik untuk menuntaskan baca buku yang saya bawa. Setiap perjalanan agak jauh dan memakan waktu lama, saya selalu membawanya hehe.

Syahid mengikuti langkah abi, awalnya dia takut-takut gitu. Namun melihat ada banyak daun berguguran dia mulai mengumpulkan dan mengimajinasikan seolah-olah itu perahu yang siap berlayar. So? dikumpulkannya dan dia mau mendekati anak sungai itu. Dipandu oleh abi, Syahid belajar bersabar dan mulai asyik menikmati kegiatannya.

Tidak berhenti untuk mengumpulkan daun saja, bahkan Syahid juga mengikuti abi yang mulai nyemplung ke aliran sungai. Abi ingin mengajari Syahid menangkap kerang 🤣 ada beberapa kerang sungai yang bisa diadu.

Enggak hanya berhenti memunguti kerikil, mengaduk pasir dari dalam kali tapi Syahid juga menikmati aliran air dengan merendamkan pinggang hingga kakinya, dia duduk di sungai 🤣 walhasil yaah basah semua, beruntung kemanapun pergi saya selalu bawa dan siap sedia baju, celana dan kaus ganti. *emak-emak mode otomatis

Selesai bermain puas, Syahid mandi dan ganti baju. Ternyata Syahid perutnya mules, keluhan yang sejak pagi dia bilang ‘sakit mi, ‘perut enggak enak’ ternyata dia mengalami sembelit dan berakhir -tentu setelah berendam di sungai- dengan kondisi pup yang melegakan dia.

Beres dari kamar, dia tersnyum manis dan mau diajak makan. Syahid makan siang dengan lahap dan gembira *joget-joget gitu 🤣

Hari ini saya tanya perasaannya, “Syahid gembira” >> dia ternyum puas dan kembali joget-joget. Saya ulangi, “Syahid suka? senang?” >> dijawabnya “Suka mi, sukaaa”. Whaaahh Alhamdulillah. Syahid super kooperatif, dan dia juga bisa mengutarakan apa emosinya dengan baik.

Tepat adzan asar, Syahid mengingatkan sholat>> dia paling respons jika ada adzan berkumandang. Kamipun sholat. Selesai sholat, kami berkeliling area -pinjem motor karyawan villa- sambil melihat kondisi sample spot resort yang luasnya 60 hektar itu. Resort ini cukup ramai karena memang kumplit, dari berbagai bentuk villa, area outbond, waterboom, agriculture area, pemancingan ikan, ternak sapi, kambing hingga pesantren boarding school serta masjid besar di kawasan depan.

Alhamdulillah ya Robb.. ini namanya jalan-jalan sambil menggali passion serta produktivitas hihi. Suami senang, anak pun riang 😄😃😆

Bada maghrib -setelah makan malam- kami pulang, diantar dengan mobil oleh karyawan resort. Diantar hingga BNI kampus IPB, dari sana kami nyambung naik grabcar. Sampai rumah sekitar pukul 21.00 WIB dan cerita selanjutnya ada di awal paragraf tadi 😄😃😆

Untuk hari ini, super kumplit Syahid bisa mengenali emosinya, mengendalikan diri, berempati (enggak mengganggu aktifitas abi maupun saya- saya sempat rebahan tidur siang sejenak di resort) dan juga memotivasi dirinya agar tidak merajuk rewel ketika perjalanan berangkat di mobil -ketika perutnya kesakitan. Sempat tidur sejenak juga ketika tidak tahan dengan perutnya yang bergejolak. I love you my baby, more than bee loves honey 😍😘. Terimakasih untuk hari ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *