2.04 BUNSAY LEVEL 4 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 4 #Day 17 : Mengamati Gaya Belajar Anak

Day 17. The last day of game level 4

Pagi ini kami tanpa ada abi, karena abi masih di cirebon. Namun karena saya sudah plotting agenda ke RST ikut senam jadilah saya dan Syahid bernagkat pagi kesana (walaupun telat). Berangkat pukul 7.30 WIB.

Tiba disana, betul. Kami kehabisan kupon wkwkwk yaudah akhirnya bermain di zona madina, sarapan, berjemur dan bersantai. Plus nonton lomba panah dari jarak jauh. OIa, disclaimer dulu. Karena saya ngetiknya ini dalam kondisin ngantuk berat udah sore dan capee banget rasanya, jadi bakal banyak poto dibandingkan kata-katany, wkwkwk. Gapapa ya teh.

Kemudian Syahid sarapan dengan saya. Sesekali dia menyisihkan tulang dan daging ayamnya untuk diberikan ke kucing yang berkeliaran disana.

Syahid memberi makan kucing

Selesai makan, aktifitas Syahid berkeliling di taman. Mencoba berbagai permainan dari ayunan, jungkat jungkit, lompat dari tangga ke tangga dan memberi makan ikan.

Selesai itu kami berjemur. Sambil menikmati jajanan yang tadi Syahid beli, oia meskipun membawa tumblr sendiri ternyata dia minta beli teh pucuk -_- ya gapapa yang penting tidak dibuang sembarangan botolnya. Alhamdulillah Syahid paham dan dia selalu mencari tempat sampah (kebetulan disana dipisah tongnya) untuk membuang botol bekas teh pucuk.

Bosan berada di zona madinah, Syahid ingin main ‘mobil’. Biasanya dia mainnya ke giant taman yasmin tapi karena ada pembangunan tol dan super macetozz jadilah saya lurus ke parung, naik grabcar.

Syahid setia menunggu grab, dia senang sekali jika diajak naik mobil.

Didalam mobil, tak pernah luput untuk selalu bercerita banyak. wkwkw, mulai tiang listrik, truk, kabel, baling-baling sepanjang jalan dia antusias.

Sayangnya tiba di zona move, sudah saya daftarkan dia malah lari ketakutan dan nangis. Oalah ada balon dan saya enggak ngeuh 🙁 tau gitu kan enggak buang uang 45ribu. Hiks. Akhirnya beli kartu untuk mainan yang lain 50rb, eh ternyata Syahid gakmau main, yaudin terpaksa saya yang main 🙁 ya Allah ternyata ini anak betul-betul sederhana. Sepertinya ini pelajaran paling berharga jika keluar rumah tanpa abi yang lebih paham dan logis ngikuti alur berpikirnya Syahid.

Akhirnya Syahid main tanpa kartu apapun, kartunya saya yang pakai wkwkwk.

Pulangnya, Syahid minta beli mobil-mobilan. Akhirnya beli yang mini seperti hotwheels. Itupun dia keukeuh dengan warna dan bentuk yang dia pilih. Alhamdulillah ketika pulang Syahid enggak rewel, saya belikan eskrim enggak mau dimakan katanya ‘buat umi’. Oia kami pulang naik angkot pada akhirnya hahaha karena hp saya tiba-tiba shutting down alias mati total.

Syahid sangat kooperatif, bahkan saya ajak jalan dulu cukup jauh (dari Ramayana menuju pasar parung karena angkot ke Bogor enggak ada yang dari ramayana). Terimakasih ya nak yang penuh sabar dan baik hari ini, umi sangat belajar banyak darimu :’)

Berikut tabel akhir hari ini. Saya lampirkan hari terakhir ya :’) ya Allah enggak terasa selesai juga game level 4 ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *