2.04 BUNSAY LEVEL 4 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 4 #Day 4 : Mengamati Gaya Belajar Anak

Day 4

Kemarin siang hingga sore, Syahid ikut ngaji. Sejak pagi dia sudah saya janjiin untuk ‘naik mobil’ seperti rekuesnya. Karena abi sabtu pagi ada pekerjaan kantor, Syahid yang bangun telat enggak mencari abinya. Sebagai ganti, dia ingin naik mobil dan pas banget dengan agenda sabtu siang saya.

Saya kira dia bakal rewel sampai di lokasi, ternyata dia enjoy aja dan bermain dengan kakak (putri murobi) yang baru dikenalnya. Mereka dengan asyik bermain pretend play – kadang sok hujan-hujanan bawa payung dari daun talas, wkwkwk, kadang sok naik kereta -bergelayutan di peron-peronan di teras, sesekali ngejar ayam, ngejar kucing dan bermain di halaman yang hijau.

Tiba di rumah, Syahid tidur. Bangun malam menjelang isya’, bermain dengan abi dan enggak tidur-tidur. Syahid tidur dengan saya -yang lagi lembur sendiri- hingga pukul 00 lebih. Sekitar 00.30 kami tertidur dan bangun pagi.

Sebenarnya ngantuk banget pas bangun, didukung Syahid juga nguap-nguap malas mau bangun. Namun karena pagi tadi janji ikut abi ke perumahan (yang insyaaAllah kami tempati) untuk sosialisasi pengelolaan sampah skala komunal (yang jadi problem penduduk disana- sampah masih berserakan, tercampur, dibakar, bau dll.).

Sekitar jam 8 kami pesan mobil, jam 9-an tiba di lokasi.

Alhasil, agenda hari ini untuk membersamai Syahid belajar saya biarkan belajar otodidak sambil jalan. Pelajaran penting hari ini adalah bagaimana dia bertemu dengan kawan-kawan baru.

Alhamdulillah disana Syahid betah, enggak rewel karena senang explore lingkungan yang hijau dan jalannya masih penuh bebatuan. Syahid mengumpulkan keirkil, sesekali berlarian ikut saya, ikut melihat ikan, bermain dengan teman dan bisa makan bersama dengan porsi banyak -tandass, cadass- ini jarang terjadi hihi. Alhamdulillah untuk hari ini, Syahid sholih ya nak 🙂

Untuk mengamati gaya belajarnya yang dominan kinestetik saya dokumentasikan di tabel. Saya catat apa yang saya amati, salahs atunya kecerdasan emosinya nampak semakin bagus, pola komunikasinya juga oke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *