2.06 BUNSAY LEVEL 6 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 6 #Day 1 : Menstimulasi Anak Suka Matematika

Day-1

Seperti biasa, kita mulai tantangan level baru dengan basmalah ya. Bismillahirrohmaanirrohim..

Pada tantangan kali ini berkaitan dengan menstimulasi kecerdasan berpikir logis melalui matematika. Tentu untuk anak seusia Syahid (dibawah 5 tahun) permainan yang paling menarik adalah mengajaknya mengeksplor benda di sekitarnya dan mengajarkannya konsep berpikir logis.

Untuk tahapan awal mengenalkan logika, sudah kami ajarkan padanya sejak masa dia mulai mengeluarkan kosakata. Awal mulanya belajar besar-kecil, panjang-pendek, kemudian naik ke tahap bentuk (shape), kemudian mengajarkan bayangan (ketika listrik padam atau pada saat ada bulan purnama di langit), kemudian warna dasar, mencampurkan warna, kemudian memahami simbol hingga akhirnya dia memahami angka, huruf kecil dan huruf kapital.

Saya termasuk selow untuk urusan kognisi anak, biarlah itu mengalir apa adanya saja. Walaupun Alhamdulillah Syahid sudah bisa semua, itu bonus aja karena kognisinya berjalan tanpa paksaan ternyata dia mampu. Namun dalam tantangan kali ini saya akan jauh lebih fokus pada bagaimana mengajarkan pada anak konsep berpikir, bukan mengarahkannya untuk berpikir praktis.

“Children must be taught how to think, not what to think.”

Jika dilihat dari bakatnya, Syahid sudah nampak memiliki kecerdasan matematika sejak dini. Tandanya seperti yang disampaikan di materi, yakni :

a. Anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut

b. Mengamati benda-benda yang unik baginya

c. Hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba

d. Sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan.

e. Suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung

Dari kelima poin itu, semuanya ada pada diri Syahid.

Syahid sendiri suka sekali memainkan permainan temuannya sendiri, jika saya belikan robot, paling hanya beberapa jam di awal saja dia tertarik, selebihnya robot itu akan dia abaikan begitu saja. Syahid lebih menyukai mengumpulkan kerikil, pasir, tanah atau batu-batuan, kadang daun juga, untuk dia ukur sendiri, klasifikasi sendiri dan explore sendiri. Kadang dia jadikan kado-kado (ditaruh di kantong), kadang dia jadikan kue-kuean (dia jual, ditawarkan ke saya) dan kadang menjadi senjata. Pokoknya suka-suka dia deh.

Permainan lainnya, Syahid suka eksplor menjadi tukang di bengkel. Objek hariannya adalah sepeda roda dua yang dia balik, dia putar, dia warnai, dia apapun deh sampai rantai lepas tangannya hitam semua dia suka demikian.

Dan paling kelihatan dan sering membuat kewalahan adalah, setiap dia penasaran apapun itu dia tanyakan. Awalnya kosakata ‘apa itu’ muncul di usia 2-3 tahunan, lama-lama kenapa, bagaimana dan sejenisnya akhir-akhir ini mulai bermunculan. Sesekali dia sendiri memaparkan pikirannya -yang saya sendiri tak paham alurnya wkwkwk.

Untuk 17 hari ke depan, insyaa Allah saya akan fokuskan di pemahaman logikanya. Bukan hitungan atau angka, karena Syahid sudah tahu simbol, angka 0 hingga puluhan, tapi itu tidak saya tekankan pada level sekarang. Kenapa? karena calistung itu mudah, kelak itu pasti dia lakukan dengan sempurna seiring waktu berjalan, santai saja.

Paling penting bagi saya adalah mengasah logikanya, saya memilih tema sbb :

  • Memahami pola-pola hubungan, sebab-akibat.
  • Bereksperimen mengungkap fakta.
  • Kemampuan memecahkan masalah (problem solving).
  • Menciptakan sesuatu dg angka dan penalaran
  • Mengenal konsep yang sifatnya kuantitas.
  • Menggunakan simbol abstrak untuk menunjukkan konkret.
  • Mampu menjawab dan bernarasi singkat tentang projectnya.

Tentu karena usianya masih balita, tema diatas relevansinya pasti sangat sederhana.

Lalu, di hari pertama ini Syahid belajar apa?

Seperti biasa, pagi tadi dia membaca buku, kemudian membayangkan dirinya menjadi seorang arsitek. Syahid mengumpulkan lego, mengklasifikasi bentuknya (ada yang panjang, pendek dll.) kemudian menyusunnya.

Siang hingga sore dia bermain air dan pasir. Rumah gak karuan saya biarkan. Konsekuensinya adalah dia kedinginan dan membantu merapikan apa yang sudah dia kerjakan.

Ketika makan siang dan sore, Syahid mengeksplorasi dapur. Walaupun kini sudah jauh lebih tersistematis dan rapi dibandingkan ketika motoriknya beberapa tahun lalu belum sempurna.

Syahid meminta saya untuk mengambil telur, kemudian dia aduk. Telurnya dia hitung, ada dua butir. Kemudian dimasukkan ke teflon, matang, dia bubuhkan kecap, dimakan sama nasi hangat. Disini apa yang sudah dia minta memang harus dihabiskan, alhamdulillah habis tandas di meja makan (makan sendiri).

Sore hari, ketika turun hujan deras, Syahid memberitahu saya untuk mengamankan jemuran. Alhamdulillah jemuran yang belum kering masih bisa diselamatkan dengan menggesernya ke teras dalam. Disini logika Syahid sudah berjalan, jika hujan >> jemuran basah >> harus memberitahu umi karena jemurannya berat >> sudah peka terhadap konsekuensi logis.

Menjelang maghrib, saya minta cium pipinya, Syahid berhitung, “Mi, satu ya kiri satu, kanan satu.” karena jika tidak dihitung biasanya saya cium dia berkali-kali hihi, Syahid kurang terlalu suka jika diciumin berkali-kali. Kemudian dia bermain merekam suara dan mencoba-coba teknologi walternya untuk merekam film (dia lagi senang nonton smart hafiz yang edisi jalan-jalan ke china, ada video pandanya).

Menjelang isya’ dia tidur, lampunya dimatikan agar mata tidak terlalu lelah dan badan istirahat dengan nyaman.

Demikian aktifitas hari ini, kamis tanggal 5 september 2019.

Semoga esok lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *